http://www.kapanlagi.com/
Fri, 18 Nov 2011 09:30:00 GMT | By Editor KapanLagi.com, Selebriti

Tantowi Yahya Ungguli Elektabilitas Foke

Meski tidak melakukan sosialisasi yang masive, elektabilitas atau tingkat keterpilihan calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Golkar, Tantowi Yahya, berhasil menyalip elektabilitas Gubernur Incumbent Fauzi Bowo atau Foke.


Tantowi Yahya Ungguli Elektabilitas Foke

Meski tidak melakukan sosialisasi yang masive, elektabilitas atau tingkat keterpilihan calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Golkar, Tantowi Yahya, berhasil menyalip elektabilitas Gubernur Incumbent Fauzi Bowo atau Foke.

Seperti survei yang dirilis Median Survei Nasional, elektabilitas Tantowi sudah mencapai 23,5 %. Sedangkan Foke berada di angka 22,9 %. Akseptabilitas dan Elektabilitas Tantowi juga jauh meninggalkan Prya Ramadhani, Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta yang juga mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Tingkat keterpilihan Prya hanya 0,1 %. Karena tingkat popularitas, akseptablitas, serta elektabilitasnya rendah, belakangan bapak dari artis Nia Ramadhani hanya berniat menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Walaupun perbedaannya tipis, angka ini menurut Direktur Eksekutif Median Survei Nasional, Rico Marbun, perolehan Tantowi sebenarnya sudah melonjak drastis dari elektabilitas Tantowi pada bulan April-Mei. Pada survei sebelumnya, elektabilitas Tantowi hanya berkisar 7 %, namun dalam waktu 6 bulan melonjak drastis hingga mencapai 23,5 %.

Rico yakin jika Tantowi konsisten melakukan sosialisasi dengan terjun ke kantong-kantong masyarakat, elektabilitas Tantowi akan terus merangkak naik. Terlebih, jika DPP Partai Golkar sudah secara tegas memberikan dukungannya kepada anggota Komisi I DPR RI ini.

" Pada bulan April-Mei elektabilitas Foke yang tinggi memang wajar karena dia incumbent, dan figur pengganti alternatif belum banyak terdengar kemunculannya, namun saat ini sudah banyak figur alternatif yang menyatakan minatnya menjadi Gubernur DKI. Angka ini menunjukkan warga DKI memang mengharapkan munculnya figur baru, menggantikan Foke dan Tantowi paling berpotensi head to head dengan Foke," ujar Rico saat dihubungi, Kamis (17/11).

Senada dengan Rico, mantan pengamat politik CSIS yang sekarang menjadi fungsionaris DPP Partai Golkar, Indra J. Pilliang menilai melorotnya tingkat akseptabilitas dan elektabilitas Fauzi Bowo merupakan sinyal yang kurang menguntungkan buat Fauzi Bowo. Pasalnya, berdasarkan pengalaman pemilukada di berbagai daerah, umumnya posisi seorang incumbent akan aman kalau tingkat akseptabilitasnya di atas 70 %. Begitu juga dengan tingkat elektabilitasnya.

" Kalau di bawah 60 %, apalagi 50 % seperti yang dialami Foke saat ini, menandakan masyarakat mengingkan pergantian kepemimpinan, " pungkas Indra. (kpl/adt/sjw)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    14 %
    Tetap menjadi motivator
    429 respon
  2.  
    23 %
    Berhenti menjadi artis
    699 respon
  3.  
    52 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    1.528 respon
  4.  
    11 %
    Pindah ke luar negeri
    345 respon

Total Respon: 3.001
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video

lainnya...

Berita Televisi

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft