Fri, 07 Sep 2012 19:09:46 GMT | By santirta martendano
Persona Sanya Nataya Emil

Aku akan menari sampai aku tidak bernyawa lagi.



sanya nataya emil (© PlasaMsn/Santirta Martendano)
Next
Previous
Previous
  • sanya nataya emil (© PlasaMsn/Santirta Martendano)
  • sanya nataya emil (© PlasaMsn/Santirta Martendano)
  • sanya nataya emil (© PlasaMsn/Santirta Martendano)
  • sanya nataya emil (© PlasaMsn/Santirta Martendano)
  • sanya nataya emil (© PlasaMsn/Santirta Martendano)
  • sanya nataya emil (© PlasaMsn/Santirta Martendano)
  • sanya nataya emil (© PlasaMsn/Santirta Martendano)
  • sanya nataya emil (© PlasaMsn/Santirta Martendano)
Next
PlasaMsn/Santirta MartendanoShow Thumbnails
Previous1 of 11Next
Bagikan Galeri ini

Selasa pagi lalu waktu terasa begitu cepat. Pertemuanku dengan Sanya, begitu pemilik nama lengkap Sanya Nataya Emil hari itu begitu mengalir dan cair.

Gadis kelahiran 23 Mei 1989 itu begitu tampak cantik. Siapa Sanya? Ia adalah penari. Meski masih muda ia sudah malang melintang ke penjuru dunia. Segala jenis tarian sudah ia kuasai. Mulai balet hingga tarian tradisional.

"Aku ini hanya orang biasa. Aku belum bisa apa-apa masih terus belajar dan ingin mengusai semua tarian," kata Sanya sambil melengkungkan tubuhnya, Selasa 4 September 2012.

Baginya menari adalah jiwa. Beragam aktifitas pernah ia lakukan. Namun rupanya hatinya tertambat dengan tarian. Jadilah menari nyawa baginya. "Energi yang dikeluarkan dari sebuah tarian sangat luar biasa, begitu memikat dan membuatku menyadari kebesaran Tuhan. Semenjak itu menari sudah menjadi bagian dari keseharianku," ujar Sanya yang sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan advertising.

Beragam tarian, dari balet hingga tradisional pernah ia mainkan di penjuru dunia. Di Tunisia, misalnya, Sanya mendapat peran penting dalam pertunjukan tari bersama group tari dari Universitas Indonesia.

"Kami bahkan jarang bersosialiasi karena pulang kuliah/kerja langsung latihan nari sampai tengah malam, pulang tidur dan besok pagi melakukan ritual yang sama," ujar alumni Universitas Indonesia ini dengan penuh senyum.

Saat aku bertanya sampai kapan akan menari. Ia hanya menjawab, "sampai aku sudah tidak bernyawa lagi."

Santirta M

Iklan
0Komentar

poling hiburan

Apakah Camelia Malik dan Harry Capri Pantas Bercerai?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    56 %
    Ya
    11.012 respon
  2.  
    44 %
    Tidak
    8.965 respon

Total Respon: 20.382
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Galeri Foto Lainnya

video

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft