
JAKARTA - Legenda jazz fusion asal Jepang, Casiopea tampil menawan di depan penggemar Indonesia. Grup yang diawaki Issei Noro (gitar), Yoshihiro Naruse (bas), Kiyomi Otaka (drum), dan personel baru seorang wanita bernama Akira Jimbo (keyboard) tampil luar biasa di Skeeno Hall, Gandaria City, Jakarta Selatan, tadi malam.
Tak disangka kedatangan Casiopea dengan tema konser Casiopea 3rd mendapat sambutan cukup meriah oleh warga Indonesia, walau beberapa penonton ada juga warga asing.
Band yang berdiri pada 1976 tampil keempat kalinya di Jakarta. Mereka pertama kali ke Indonesia pada 1984, saat itu memang masa keemasan Casiopea di berbagai negara di dunia. Selanjutnya Casiopea tampil dua kali di gelaran JakJazz.
Pengamat musik Bens Leo yang diundang khusus di konser Casiopea mengatakan, pengaruh Casiopea terhadap musisi Indonesia begitu kuat di era 80-an. Beberapa grup band yang terinspirasi dari musik Casiopea, kata Bens Leo, di antaranya: Kahitna, Emerald, dan Karimata.
Lagi menurut Bens, Casiopea sangat menarik didengarkan musiknya karena kuat pada musik instrumental tanpa vokal, namun tetap bisa dinamis."Itulah kelebihan Casiopea dibandingkan band lain,"katanya.
Bens juga merasa takjub dengan penonton yang datang banyak dari kalangan anak muda usia remaja."Begitu banyak remaja Indonesia suka dengan boyband girlband, sekarang disuguhi musik yang membutuhkan skill sangat baik," katanya.
Casiopea tampil begitu Indonesia, tak terlihat mereka adalah band asal Jepang karena vokalis selalu berusaha bicara dengan bahasa Indonesia selain bahasa Inggris.
Penampilan mereka bak sebuah mantra penuh sihir, apalagi gitaris Issei Noro yang dijadikan front man begitu merdu memainkan melodi yang harmonis.
Sukses membuka penampilan dengan lagu "Dazzling","Eyes Of The Mind","Set Sail", dan "Golden Waves", Issei Noro menyapa penonton dengan bahasa Indonesia,"Selamat malam, kami Casiopea datang dari Jepang untuk Anda. Kami cukup lama tak main di sini, kami kembali dengan anggota baru," ucapnya. Penonton pun menyambut gembira ucapan Issei Noro.
Setelah membawakan nomor instrumental "Monino Line" dan "Space Road", kembali Issei Noro menyapa penggemar,"Terima kasih, apakah kalian senang?"," Iya" kata penonton."Bagus, kami juga" timpal Noro seperti sudah tak asing melafalkan bahasa Indonesia.
Aksi sang basis, Yoshihiro Naruse bikin heboh saat dia memainkan solo bas sambil mengelilingi bangku penonton hingga ke belakang. Penampilan yang intim itu bikin meriah ruang Skeeno Hall.
Begitu juga aksi solo drummer Kiyomi Otaka, walau tak muda lagi permainannya begitu cepat dengan aksi akrobatik yang bikin penonton tercengang.
Bens Leo menilai Casiopea adalah grup band yang memiliki album terbanyak di dunia. Bayangkan saja satu tahun bisa dua kali rilis album.
"Albumnya lebih dari 35, ditambah kompilasi jadi 48 album," kata Bens.
Berikut repertoar Casiopea:
Dazzling
Eyes of The Mind
Set Sail
Golden Waves
Domino Line
Space Road
Twilight Solitude (Issei Noro dan Akira Jimbo)
Hoshi Zora
Kiyomi Otaka mainkan drum solo
Mid Manhattan
Akappachi Sim
Yoshihiro Naruse mainkan bas solo
Cry With Terra
Galactic Funk
Fight Man
Asayake
Tokimeki
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- DPRD DKI Ancam Gulingkan Jokowi
- Lagu-Lagu Musim Panas Favorit
- Meski Kalah, Tim Indonesia Tetap Dipuji
- Memahami Hak Perempuan dalam Islam
- Perjalanan Bayern dan BVB Menuju Wembley
- Tebak Tatto Selebriti
- Panduan Lengkap Xbox One
- 10 Aturan Tidak Resmi Saat Karaoke
- Keliling Havana dengan Bel Air 1956
- Pameran Mesin Judi Asia
- Terapi Kuda Di Meksiko
- Aksi Tendangan Bola Anak Kecil ke Gawang
- Wallpaper Pantai-pantai Indah
Iklan
poling hiburan
- Lihat
- Bagikan













