Thu, 07 Apr 2011 12:33:37 GMT | By Editor Ade Irwansyah, tabloidbintang.com

'Ya Mustafa', dari Mesir ke Warkop Sampai Bollywood

Ini juga lagu parodi. Tapi, pertanyaannya, dari mana aslinya lagu itu berasal?


'Ya Mustafa', dari Mesir ke Warkop Sampai Bollywood

PENGGEMAR film Warkop pasti tahu lagu ini. “Mari berdansa, mari menyanyi/ berkumpul santai dan bergembira/ Jika uang ada, apa susahnya/ Anak bandar pun gandeng tangannya/ Ya Mustafa.. Ya Mustafa..”

Lagu itu muncul di film Warkop Mana Tahaaan… (1979), film pertama yang menandai kelompok komedi sekumpulan mahasiswa itu terjun ke layar lebar. Anda juga pasti tahu kisahnya, tentang anak-anak kos (Dono, Kasino, Indro, dan Nanu) tinggal di rumah tante Rahayu Effendi. Di tempat kos itu juga ada pembantu yang seksi, Elvy Sukaesih.

Kemudian, Elvy ternyata hamil. Dono dan kawan-kawan dituduh menghamili, tapi ternyata yang bikin Elvy bunting adalah… Kusno Sudjarwadi.

Sambil kuliah, Dono dan kawan-kawannya nyambi kerja macam-macam. Di antaranya jadi penyanyi. Nah, saat manggung itu kelompok yang waktu itu masih bernama Warkop Prambors (mengekor ke radio tempat mereka punya acara lawak) itu lagu “Ya Mustafa” dinyanyikan.

Liriknya kocak khas Warkop. “Kali Asin Surabaya/Gue tengsin taunye dia jande..”

Dalam catatan pengamat musik Denny Sakrie di buku Warkop: Main-main Jadi Bukan Main (2010), popularitas Warkop sebagai pemusik dimulai saat mereka tampil di acara TVRI, satu-satunya TV nasional saat itu, pada 1978.

Saat itu Warkop jadi perbincangan nasional dan bikin masyarakat ngeh dengan musik humor. Kuartet pelawak ini dianggap sebagai penggagas rusak-merusak lagu beratmosfer humor alias musik parodi. Padahal, musik parodi humor sudah muncul oleh Bing Slamet di akhir era 1950-an.

Warkop “selalu mengobrak-abrik lagu-lagu populer dengan mengganti lirik dengan jenaka atau bermain musik yang kuat unsur komedinya,” tulis Denny. Ia lalu memberi contoh, lagu The Beatles “Come Together” diubah jadi lagu dangdut menggelikan.

Nah, begitu pula lagu “Ya Mustafa”. Ini juga lagu parodi. Tapi, pertanyaannya, dari mana aslinya lagu itu berasal?

Jawabannya ternyata tak sederhana. “Ya Mustafa” adalah lagu yang punya sejarah panjang. Asal-usulnya bahkan tak jelas. Ada yang mengatakan lagu ini sudah muncul sejak kekaisaran Islam Ottoman di Turki. Lagunya berisi curahan hati seorang wanita yang tinggal di sebuah puri yang cemburu pada suaminya dan meminta sang suami datang memenuhi hasrat cintanya.

“Ya Mustafa” kemudian menjadi semacam lagu rakyat yang nadanya melanglang buana dengan lirik berbeda-beda dari berbagai bahasa. Kekaisaran Islam sebelum abad ke-20 yang pengaruhnya sampai ke Eropa membuat nada lagu ini familiar tidak hanya di Timur Tengah, tapi juga di wilayah Mediterania, ke Yunani, wilayah Kaukasus, Balkan, bahkan Rusia.

Lagu ini kemudian populer pada 1950-an dan 1960-an di Mesir. Lirik “Ya Mustafa” era itu menampilkan 3 bahasa sekaligus: Arab, Prancis, dan Italia. Refrain lagunya berbunyi, "Chérie je t'aime, chérie je t'adore, como la salsa del pomodoro" (Sayang, aku cinta padamu, sayang, aku memujamu, sayang, seperti saus tomat).

Atmosfir Mesir yang kosmopolitan era itu (terutama di wilayah Alexandria [Iskandariyah]) dengan beragam suku bangsa dan agama tinggal bersama (Arab, Prancis, Yahudi, Italia, hingga Yunani) dengan damai membuat lagu ini mengadopsi beragam bahasa.

Situs Wikipedia mencatat, salah satu penyanyi awal yang melantunkan lagu ini dan merekamnya adalah penyanyi Turki-Prancis Dario Moreno.

Lagu ini kemudian juga jadi tenar di seluruh Eropa saat penyanyi Mesir kelahiran Palestina Bob Azzam merilisnya di Prancis. Versi Azzam ini juga tenar sampai ke Inggris dan berada di tangga lagu selama 14 minggu. Di Spanyol, lagunya bahkan sampai ke puncak tangga lagu meraih jawara.

Popularitas “Ya Mustafa” rupanya sampai juga ke tanah air. Warkop lantas memungutnya dan jadi lagu parodi jenaka asyik.

Hingga bertahun-tahun, “Ya Mustafa” malah tak berhenti dilantunkan. Bollywood juga memungutnya lewat film Aatish (1994). Kita menyaksikan Raveena Tandon bergoyang India dengan gaya penari perut khas Timur Tengah.

Pada akhirnya, perjalanan lagu “Ya Mustafa” melintasi sekat negara, agama, dan suku bangsa adalah bukti kalau musik adalah bahasa universal. Titik.

(ade/ade)

{youtube}dzd9uDFZ1rk{/youtube}

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    14 %
    Tetap menjadi motivator
    427 respon
  2.  
    23 %
    Berhenti menjadi artis
    697 respon
  3.  
    52 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    1.523 respon
  4.  
    11 %
    Pindah ke luar negeri
    340 respon

Total Respon: 2.987
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft