Wed, 17 Oct 2012 16:55:03 GMT | By Editor Panditio Rayendra, tabloidbintang.com

Tali Pocong Perawan 2: Tak Sekadar Adu Payudara Wiwid Gunawan-Nikita Mirzani-Kartika Putri

Secara umum film yang disutradarai Volkan Maida ini memiliki alur yang rapi dan konflik yang jelas.


Tali Pocong Perawan 2: Tak Sekadar Adu Payudara Wiwid Gunawan-Nikita Mirzani-Kartika Putri

TAK selamanya film horor berbalut sensasi dibuat asal-asalan.

Sudah banyak film horor yang dikenal dan dikenang orang bukan karena cerita atau kualitas, melainkan sensasinya. Kalau menyebut Arwah Goyang Karawang, tentu yang pertama diingat adalah cakar-cakaran Julia Perez-Dewi Perssik. Mendengar judul Mr. Bean Kesurupan Depe, yang berkesan justru heboh Rowan Atkinson palsunya.

Film Tali Pocong Perawan 2 (TPP 2) hadir bukan tanpa sensasi. Entah sengaja atau tidak, berdekatan dengan rilis film produksi MoviEight ini beredar video Kartika Putri, salah satu pemainnya, ganti baju di toilet umum. Pemberitaan tentang host tamu DahSyat ini pun bertebaran di media.

Terlepas dari sensasinya, TPP 2 dibuat dengan cukup baik. Film ini pure horor. Bukan horor-komedi.

Simak sinopsisnya dulu: Tania (Wiwid Gunawan), gadis tertutup yang hidup dalam tekanan sang ibu (Bella Esperance) yang membenci dirinya sejak kecil.

Di kantor, Tania adalah gadis pemalu yang sibuk memendam perasaan cintanya yang menggebu-gebu pada Jordy (Framly "L-Men"), atasannya. Dia hanya bisa menggigit jari dan bermimpi saat rekan kerjanya, Grace (Kartika Putri), lebih berani mendekati Jordy.

Suatu hari, Janet (Nikita Mirzani), tetangganya, memberikan ide pada Tania agar menggunakan tali pocong perawan untuk memikat Jordy. Tania nekad mengambil tali pocong itu dari lubang kubur seorang gadis perawan yang baru saja meninggal.

***

Jangan keburu ilfil dengan sensasinya. Memang, di film ini Wiwid, Kartika, dan Nikita, adu seksi dengan mengenakan pakaian berdada rendah, atau dress yang menunjukkan belahan dada (cleavage) dengan jelas. Tak lupa adegan mandi di mana payudara Wiwid ngintip.

Namun, secara umum film yang disutradarai Volkan Maida ini memiliki alur yang rapi dan konflik yang jelas. Setan dihadirkan di timing yang tepat, tidak membuat penonton capek. Tidak seperti horor PH tetangga yang kemunculan setannya mencapai puluhan kali tanpa penjelasan mengenai latar masing-masing karakter, TPP 2 mengajak penonton menyelami kelamnya kehidupan Tania.

Ia gadis dengan dandanan cupu, tinggal di rumah susun sempit bersama ibunya yang lumpuh dan pemarah, serta sangat membenci Tania. Satu adegan menunjukkan sang ibu menyembur bubur ke muka Tania. Acung jempol buat akting galak Bella Esperance.

Penderitaan Tania tak sampai di situ. Di kantor pun ia menghadapi banyak masalah. Pekerjaannya menawarkan kredit tanpa angunan (KTA) tak terlalu berhasil, karena penampilannya yang jadul. Ia selalu jadi bahan ejekan Grace, yang dengan keseksiannya sukses memikat banyak nasabah. Tak jarang Grace melakukan kekerasan fisik pada Tania.

Tak ada tempat mengadu, Tania diceritakan kerap menangis, bahkan melukai dirinya sendiri. Tumpukan nestapa yang menimpanya, membuat gadis berkacamata itu memilih jalan pintas. Setidaknya penonton mendapat informasi yang jelas latar belakang Tania terjerumus ke permainan mistik.

Transformasi Tania dari culun menjadi percaya diri dimunculkan dengan apik oleh Wiwin. Tidak cuma riasan, model rambut, dan gaya berpakaian yang berubah. Tania asli terlihat gelisah, gugup, dan sering menunduk. Sementara Tania pasca bermain tali pocong perawan, menjadi penuh percaya diri bak ratu.

Justru yang karakternya terlihat kurang penting adalah Janet. Selain memperkenalkan ‘khasiat’ tali pocong perawan, kiprahnya tak berarti apa-apa. Apa karakternya dibuat biar Nikita bisa bermain di sini? Entahlah. Meski tak dominan, Nikita cukup mencuri perhatiaan saat Janet kesurupan ala-ala adegan film The Exorcist.

***

Film yang skenarionya digarap Bono Sutisno ini tidak ada hubungannya dengan film pertama. Ceritanya sama-sama tentang cinta terpendam, yang berujung ritual mistik. Bedanya, TPP 1 berkisah tentang Nino (Ramon Y. Tungka) yang tergila-gila pada Virnie (Dewi Perssik). Di sini sebaliknya, tokoh perempuan yang mengejar laki-laki. Kesamaan lain, sosok dukun yang buka praktek online, yang memberikan petunjuk penggunaan tali pocong perawan.

Satu lagi, meski ada ritual-ritualnya, film ini tidak pakai embel-embel “kisah nyata” atau “jangan ditiru” seperti 2 film horor Indonesia yang saya tonton belum lama ini. Baguslah. Toh nyatanya jargon-jargon seperti itu tak lagi ampuh mengikat penonton.

Images credit: dok. MovieEight

(ray/ade)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Film apa yang kalian tunggu di awal 2014?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    28 %
    Captain America 2 - 4 April 2014
    1.343 respon
  2.  
    32 %
    Amazing Spider-Man 2 - 2 Mei 2014
    1.493 respon
  3.  
    12 %
    Godzilla - 16 Mei 2014
    593 respon
  4.  
    28 %
    X-Men: Days of Future Past - 23 Mei 2014
    1.365 respon

Total Respon: 4.794
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft