
Ramadan 7 tahun lalu, Anindyo Baskoro (24) didapuk jadi panitia acara buka puasa bersama SMA Al-Izhar. Dua di antara pengisi acara adalah alumni: Astono Andoko (25) dan Rayi Putra (24). Adik kelas bertemu kakak kelas.
“Kami mengobrol, menemukan kecocokan dan keinginan untuk rekaman. Akhirnya, saya diajak ke rumah Asta, menjajal bikin lagu dan rekaman,” ungkap Nino ketika berkunjung ke kantor Bintang. Bikin-bikin lagu di kamar Asta, sementara proses rekaman berlangsung di studio.
Kamar Asta menjadi semacam basecamp, tempat ide-ide liar bertemu. Ada tiga alat yang harus ada di kamar Asta: komputer, televisi, dan PlayStation. “Asta gemar mengumpulkan hardware untuk rekaman. Hampir seluruh lagu di album pertama, diciptakan di kamar Asta,” beri tahu Nino.Tidak hanya dekat lantaran satu almamater, rumah Rayi, Asta, dan Nino pun berdekatan. Nino dan Asta malah satu RT (rukun tetangga). Sebelum bertetangga dengan kedua rekannya, Asta pernah tinggal di London, Inggris, setengah tahun.
“Saya lahir di London lalu menetap setengah tahun di sana. Setelah itu balik ke Indonesia. Dulu tinggal di Lebak Bulus lalu bergeser ke Kemang. Masa kecil saya agak kurang menyenangkan karena sering terkena asma. Sebulan sekali bisa kena asma. Sangat parah, sesak napas,” kenang Asta.
Tidak lama setelah pindah tempat tinggal, Asta berkenalan dengan gitar. Alat musik petik pertamanya dibeli di Pasar Blok A sekitar 200 ribu rupiah. Ia berguru pada satpam rumahnya, Pak Slamet -- kini almarhum. Setiap malam, Asta menimba ilmu dari Slamet. Asta kecil diajari kunci-kunci C, G, dan beberapa pakem dasar resonansi.
Gitar juga pernah dilirik Rayi ketika duduk di bangku SD. Orang tua Rayi mengarahkan anaknya ke beberapa kursus musik sejak dini. “Main piano beberapa bulan, bosan. Dikenalkan dengan gitar, awalnya suka, sih tapi saya merasa jiwa saya enggak di situ. Pilihan akhirnya jatuh kepada drum. Saya memainkan alat musik ini sampai SMA,” Rayi menukas.
Musikalitas Rayi terasah sejak SD. Memasuki SMP, Rayi tergabung dalam band Outbox. Hobi bermusiknya mengerucut pada keseriusan, ketika menerima tugas seni musik berkelompok di sekolah. Rayi satu tim dengan Asta. Mereka membuat lagu untuk dipresentasikan. Tidak lama setelah itu, Rayi-Asta membentuk band FRD (Funk Rap Disco-red).
Di luar kecintaannya kepada drum, Rayi juga melirik renang, sepak bola, bisbol, dan basket. Tidak pernah ikut timnas, sekadar hobi. Di arena bisbol, Rayi-Nino pernah berpapasan. Bedanya, Nino menekuni cabang olah raga ini hingga masuk seleksi timnas.
“Waktu itu kelas 3 SMA. Pada pertandingan tahun pertama, saya dan tim juara terakhir. Tahun kedua dan ketiga, kami juara pertama. Lalu saya ikut seleksi timnas, lolos tapi berhenti di tengah jalan karena fokus ke RAN. Itu pilihan yang saya buat,” imbuh Nino, yang sejak SMA dikenal pencinta seni garis keras. Sangat yakin bahwa seni, khususnya seni rupa, menjadi masa depannya kelak. Pandangan ini berubah. Kelas 3 SMA, Nino “membelot” ke seni musik.
“Saya, kok merasa, biar cepat dapat cewek, harus jadi musisi, hahaha,” begitu Nino berpendapat. Sejak TK, Nino mengakrabi seni rupa dan seni musik. Ketika naik ke kelas 3 SMA, siswa diminta memilih seni rupa atau seni musik. Kala itu, Nino yakin memilih seni rupa.Siswa-siswa seni rupa diuji dengan menggelar pameran. Sementara murid seni musik diuji di atas panggung. “Melihat anak-anak musik manggung, kok keren banget. Jadi siswa musik, tuh kalau bawa gitar, biar kata belum dimainkan, mereka terlihat keren!” serunya. Pada akhirnya, Nino bermigrasi ke kelas musik. Tidak lama setelah menempati kelas baru, Rayi dan Asta datang ke sekolah.
Mereka diundang di acara buka puasa bersama. Pada momen inilah, cikal bakal RAN ditanam. “Dan untuk merekam lagu harus ada yang nyanyi. Asta main gitar, disuruh nyanyi enggak mau. Rayi fokus ke drum, bikin beat lagu, dan ngerap. Jadi, siapa yang harus menyanyi?” tanya Nino di sebuah studio, tujuh tahun silam. Pertanyaan ini terjawab ketika khalayak tersihir album RAN For Your Life, Friday, Hope, and the next album.
(wyn/yb)
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Evolusi Miley Cyrus!
- Para Pemeran Hunger Games Catching Fire
- Balon Udara Jatuh di Turki
- Presiden Tunjuk Chatib Basri Jadi Menkeu
- Momen-momen Terbaik Musim Ini
- Perjalanan Xbox 2001-2013
- Selebriti yang Menerbitkan Buku Masak
- Negoisasi Politik dalam Segelas Bir
- Terrafugia TF-X, Mobil yang Bisa Terbang
- Manipulasi Foto Sejak Dulu Kala
- Kembang Kol dan Kentang, Sayuran Sehat Terlupakan
- Eksklusif: Sehari di Korea Utara
- Pengungsi Palestina Yang Terlupakan
- Berlomba Membangun Menara Manusia
- Pedrosa Akhirnya Taklukkan Le Mans
Iklan
poling hiburan
- Lihat
- Bagikan
campur sari












