
Mulai Senin (3/9) kemarin, Putra Nababan (38) resmi berkantor di Metro TV. Ini menjawab isu hengkangnya Putra dari RCTI di akun Twitter pada akhir Agustus.
Proses pamit news anchor kelahiran 28 Juli ini sangat panjang. “Kalau Anda keluar dari perusahaan karena konflik, itu mudah. Kalau tidak punya konflik lalu tiba-tiba pindah, susah. Saya harus menjaga perasaan banyak pihak. Putus hubungan karena bertengkar itu mudah. Kalau tidak ada apa-apa lalu ingin putus baik-baik, itu sulit,†aku Putra Rabu (5/9) di Kedoya, Jakarta.
Wacana pindah ke Kedoya sudah muncul sejak November 2011. Istri, orang pertama yang diajak diskusi soal pindah kerja. Metro TV sebenarnya bukan rumah baru. Putra mengawali karier layar kaca lewat kanal Metro TV. Tiga setengah tahun ia belajar di sana. Sementara RCTI membesarkan namanya 8,5 tahun terakhir.
Bersama RCTI, Putra empat kali menggenggam piala Panasonic Gobel Awards. Tampak luar, karier Putra sebagai jurnalis sudah komplet. Kuat dugaan, kepergian Putra dari Kebon Jeruk karena tak ingin terjebak zona nyaman. Piala tak membuat putra Panda Nababan sakau.
“Jangan nagih. Meraih piala bukan kewajiban tahunan. Sekali menerima piala patut disyukuri. Begitu pula ketika mendapat piala berikutnya. Kalau itu dipandang sebagai anugerah, kita tidak akan terobsesi untuk terus memburu. Di mata saya RCTI memiliki program berita yang andal. Di Metro TV, saya mendapat tantangan baru yang memenuhi passion saya lebih banyak,†papar suami Mira Sirait.
Metro TV kanal berita. Jantungnya ialah berita. Urat nadinya adalah reporter. Berbeda karakter dengan RCTI. Putra tidak bermaksud membandingkan. Baginya, tempat yang lama adalah bagian yang membentuknya sesukses sekarang. Meski begitu, pilihan Putra melepas Seputar Indonesia menyisakan isu panas. Beberapa bulan sebelum angkat koper, ia dikabarkan bersitegang dengan Arief Suditomo. Kembali ke kantor lama merupakan klimaks sekaligus sikap Putra. Benarkah?
“Begini, soal head to head dengan Arief Suditomo, bisa saya jelaskan. Dia sahabat, guru, serta mentor saya. Arief orang yang rela mundur selangkah supaya temannya bisa maju dua langkah. Coba, carilah orang seperti Arief di kantor lain. Adakah orang sebaik dia?†Putra membantah.
Lagi ia menukas, “Memangnya saya dapat Panasonic Award bukan karena Arief? Memangnya saya bisa menyiar Seputar Indonesia bukan karena Arief? Memangnya saya jadi bintang news program bukan karena Arief? Saya 8,5 tahun menjadi orang nomor dua dari Arief dan itu membanggakan.â€
Putra tak menampik posisinya kerap membayangi Arief semasa di RCTI. Ketika Arief menjabat Manajer Produksi, Putra duduk di kursi Produser Eksekutif. Ketika Arief naik pangkat menjadi Wakil Pemimpin Redaksi, Putra menggantikan posisi lamanya sebagai Manajer Produksi.
Puncaknya, ketika Arief dipercaya sebagai Pemimpin Redaksi, Putra menyusul sebagai wakil. “Ya, 3,5 tahun terakhir saya diberi kesempatan memimpin redaksi. Arief tidak pernah mencurigai saya. Saya memang tidak berbuat aneh-aneh. Saya menjalankan kepercayaan. Pengorbanan Arief amat besar. Isu saya kecewa atau perang dengan Arief itu tidak benar,†tandas Putra.
(wyn/adm)
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Bayern dan Dortmund Siap Berpesta
- Anggota Polda Metro Jaya Bunuh Diri
- 10 Hotel Ramah Lingkungan Terbaik
- Selebriti Bergaun Ketat
- Lego Terbesar di Dunia
- Kontes Kecantikan Penyandang Cacat
- Berita Menarik dalam Gambar Pekan Ini
- Kemolekan Zhang Yuqi
- Pajero Sport Edisi Khusus Diluncurkan
- PSSI Sambut Rencana City Akuisisi Klub Indonesia
- Hiruk Pikuk Pengumuman Kelulusan SMA
- Anjing Ini Menjilati Gigi Singa
- Wallpaper Pantai-pantai Indah
Iklan
poling hiburan
- Lihat
- Bagikan
campur sari









![[Sinopsis] "Tobatnya Sang Koruptor", FTV "Hidayah" Sefti Sanustika - Vitalia Sesha [Sinopsis] "Tobatnya Sang Koruptor", FTV "Hidayah" Sefti Sanustika - Vitalia Sesha](http://sin.stb.s-msn.com/i/9E/4D724FADF49BC11CA236051B399A3_h85_w116_m4_q80_cMSoUwqQV.jpg)


