Tue, 05 Jun 2012 14:49:32 GMT | By Editor Ade Irwansyah, tabloidbintang.com

Mengenang Eduard Khil (1934-2012), Si Pelantun "Trololo"

Jika Anda begitu akrab dengan Internet pada 2010 silam, sekali waktu Anda mungkin pernah mendengar namanya disebut atau Anda ikut “diracuni” oleh nama itu. Saya termasuk yang kena racun Khil.


Mengenang Eduard Khil (© 1934-2012)

ANDA masih ingat, atau justru belum tahu siapa itu Eduard Khil?

Kabar duka datang dari kantor berita Rusia RIA Novosti, Senin (4/6) kemarin. Khil meninggal di St. Petersburg di usia 77 tahun. Sebelum meninggal, ia dilarikan ke rumah sakit akibat diserang stroke.

Siapa Khil, kenapa berita kematiannya menjadi kabar dunia, dimuat situs majalah Time hingga Huffington Post?

Jika Anda begitu akrab dengan Internet pada 2010 silam, sekali waktu Anda mungkin pernah mendengar namanya disebut atau Anda ikut “diracuni” oleh nama itu. Saya termasuk yang kena racun Khil.

Awalnya adalah video lama yang dibuat tahun 1976, saat Rusia masih berwujud Uni Soviet dan Komunis berkuasa tegak dan digdaya di negeri itu. Khil melantunkan lagu di sebuah acara TV. Lagu itu aslinya ditulis Arkady Ostrovsky yang bila judul Rusia-nya di-Inggris-kan menjadi “I Am So Happy to Finally Back Home”dan bila di-Indonesia-kan jadi: Saya begitu bahagia akhirnya kembali ke rumah.

Lagu itu menjadi heboh karena dilantunkan dengan cara tak biasa. Lagu itu tak punya syair selain “trololo”-“trololo” saja. Nah, begitu video itu ditemukan oleh “orang Barat modern” di dunia maya, videonya segera menjadi virus alias viral, menyebar ke mana-mana, ditonton banyak orang, dan pada gilirannya teracuni melodi dan syair-nya (kalau “trololo” itu dianggap sebuah syair, ya).

Begitu populernya video You Tube Khil melantunkan “Trololo” sampai-sampai majalah Time di akhir tahun 2010 menempatkannya di urutan 2 video viral tahun itu sambil mengawali ulasannya dengan sebuah peringatan: “Sebelum menontonnya, berhati-hatilah—nada aneh ini akan nyangkut di kepala Anda seharian penuh.” Kenapa lagu “Trololo” begitu asyik ditengok dan meracuni orang?

Sebetulnya, sih, karena kegenitan kita saja memandang sesuatu yang aneh itu asyik. Dan lagunya memang aneh-aneh asyik.

Bagi kita yang hidup di dunia yang relatif bebas berkat sistem demokrasi yang kita anut, Khil melantunkan “Trololo” menawarkan eksotika negeri Tirai Besi yang terasa asing. Yang paling menarik saat menonton video Khil adalah waktu melihat ekspresi wjahnya yang dingin tapi sok asyik, seperti melihat agen KGB yang aslinya kejam dan dingin tapi dipaksa melucu di depan hadirin. Alhasil, wajahnya malah terlihat creepy, menakutkan. Ifan Adriansyah Ismail, seorang penulis di situs RumahFilm, menggambarkan dengan tepat ekspresi Khil di catatan Facebook-nya sebagai “manekin yang sedang bernyanyi.”

Lalu, tengok pula, di negeri otoriter Uni Soviet yang dingin, tertutup, penuh disiplin, militeristik begitu, ada alunan nada yang begitu didengar ternyata asyik juga.

Nyatanya, seperti dicatat Ifan, di Rusia sana memang ada gaya bernyanyi bertrololo ria yang disebut “vokaliz”, yaitu bernyanyi/bersenandung tanpa syair. Kalau yang disebut acapella itu menyanyi tanpa alat musik, vokaliz ini menyanyi tanpa syair. Mirip “scatting” begitulah, semacam ber-“syubidubidu” tanpa lirik.

Asal tahu saja, keputusan “bertrololo” ria tak datang begitu saja. Aslinya, lagu itu berlirik. Dan seperti judulnya, lagunya mengisahkan seorang pria berkuda, macam cowboy, yang melintasi padang rumput menuju pulang, membayangkan istrinya di rumah sedang merajut. Tapi pemerintah Soviet menganggap lirik lagu itu kebarat-baratan.

Tak jelas memang apa pemerintah Soviet mensensor lagu itu, yang jelas, Khil kemudian dibolehkan melantunkan melodinya dan mengganti syairnya dengan “trololo”-“trololo” alias ber-vokaliz ria.

Pemerintah Uni Soviet pasti tak pernah membayangkan 34 tahun setelah rekaman di TV itu, lagunya bisa menjadi virus di dunia Barat—bahkan seluruh dunia. Anda yang belum teracuni, dijamin bakal keracunan usai menonton videonya.

Selamat jalan, "Kamerad" Khil. Lagu dan gaya bernyanyimu abadi.

{youtube}oavMtUWDBTM{/youtube}

(ade/ade)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apakah Camelia Malik dan Harry Capri Pantas Bercerai?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    56 %
    Ya
    10.920 respon
  2.  
    44 %
    Tidak
    8.747 respon

Total Respon: 20.072
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft