Wed, 15 May 2013 15:52:45 GMT | By Editor Panditio Rayendra, tabloidbintang.com

"Masih Adakah Cinta Kita": Kanker dan Selingkuh yang Serba Jumping

Tak jelas apa fokus film ini. Kalau hendak mengangkat perjuangan penderita kanker, rasanya MACK lebih banyak mengurusi tabiat buruk tokoh utama prianya.


"Masih Adakah Cinta Kita": Kanker dan Selingkuh yang Serba Jumping

ADA perbedaan yang cukup mencolok dalam mengukur sukses serial TV dan film bioskop dari sisi kuantitas. Mengukur sukses film bioskop secara komersial, berdasarkan penjualan tiket.

Andai penonton tidak suka lalu meninggalkan studio sebelum film selesai, produser tidak rugi karena penonton sudah membeli tiket.

Sementara program TV, jauh lebih ketat. Ada 11 stasiun TV yang bersiaran secara nasional di Indonesia. Jika pemirsa tidak suka dengan acara TV, ya tinggal ganti channel.

Bagaimana cara agar penonton tidak mengubah saluran? Perlu alur yang cepat dan tajam agar penonton tak diberi kesempatan menyentuh remote.

Mungkin, bagi Anda yang mengerti teknis dan menjunjung tinggi logika, menganggap sinetron stripping atau FTV beralur cepat sebagai adegan "jumping". Padahal jika ditilik dari rating, drama lokal yang alurnya cepat inilah yang lebih banyak ditonton.

Menjadi masalah ketika formula sukses drama TV diboyong ke layar lebar. Seperti yang terjadi di film Masih Adakah Cinta Kita (MACK).

**

Film yang disutradarai Emil G. Hampp ini bercerita tentang Bunga (Nadia Vega), seorang ibu dan istri yang divonis kanker payudara. Gilang (Frans Nickolas), suami Bunga, sebelum dan setelah istrinya mengidap kanker, hobi bermain perempuan.

Ketika masih sehat, Bunga cuek meski tahu suaminya meniduri banyak wanita. Namun setelah positif kanker, Bunga berubah. Dia merasa sakit hati mengetahui perselingkuhan Gilang dengan Cindy (Baby Margaretha).

Gilang digambarkan tidak tegas. Sebagai suami, Gilang merawat sang istri yang sakit dengan sepenuh hati. Namun sebagai laki-laki normal Gilang punya hasrat berhubungan seks, yang jelas tidak bisa ia dapat dari Bunga.

**

Sejak awal, MACK tidak memberi ruang untuk memperkenalkan latar belakang tokoh-tokohnya. Tak dijelaskan mengapa Bunga bisa menerima Gilang yang terang-terangan mengakui hobinya main perempuan. Kurang dari 10 menit, Bunga sudah divonis menderita tumor payudara, yang dengan cepat berkembang jadi kanker.

Tak jelas apa fokus film ini. Kalau hendak mengangkat perjuangan penderita kanker, rasanya MACK lebih banyak mengurusi tabiat buruk Gilang. Bahkan film ini bergulir dengan iringan narasi dari Gilang, bukan Bunga.

Cerita cinta segitiga Bunga-Gilang-Cindy terasa lebih mendominasi. Sementara penderitaan Bunga digambarkan sebatas keluar masuk rumah sakit, muntah-muntah, dan menangis kesakitan (plus kepala botak yang warnanya berbeda dengan kulit wajah).

Alur MACK ngebut bak roller coaster. Pergantian dari adegan satu ke adegan lain, konflik satu ke konflik lain, terlihat lompat-lompat. Bahkan sering kali tak nyambung adegan sebelum dan sesudahnya. Well, kalau formula ini diterapkan di FTV Pintu Taubat, mungkin bisa meraih share 18. Tapi di layar lebar?

Skenario MACK yang lemah (dalam opening dan closing credit title, kami gagal menemukan nama penulis skenario, kalau menurut situs filmindonesia.or.id, penulis MACK adalah Raymond LD) dan editing yang kasar makin terasa mengganggu dengan scoring yang gedombrengan. Beberapa ilustrasi musik heboh yang dimaksudkan meningkatkan sisi dramatis, malah membuat MACK tampak seperti film horor. Apalagi tempat tinggal Gilang-Bunga sama dengan rumah yang ditempati Shandy Aulia dan Tasya Kamila di film Rumah Kentang. Hiiii...

**

PETIR MENYAMBAR MOMENT

Bunga mendatangi Cindy. Bunga merelakan Cindy bersama Gilang setelah dia meninggal, sekaligus meminta Cindy merawat anaknya. Cindy mau menikahi Gilang, tapi tak mau dapat warisan anak.

Usai Bunga pulang, Cindy ngomong sendiri; "Haduh.. Dialog dia (Bunga) sudah kayak telenovela aja!"

Mendengar dialog Cindy, kami hanya: -____-

(ray/gur)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    15 %
    Tetap menjadi motivator
    290 respon
  2.  
    24 %
    Berhenti menjadi artis
    462 respon
  3.  
    50 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    949 respon
  4.  
    11 %
    Pindah ke luar negeri
    209 respon

Total Respon: 1.910
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft