
MASYARAKAT Bali mengeluhkan konten sinetron Kisah Sembilan Wali (Indosiar) yang dinilai tidak menghormati SARA, dan cenderung melecehkan umat Hindu.
Hal ini membuat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali melayangkan teguran pada Indosiar terkait sinetron produksi Gentabuana Paramita itu.
"KPID Bali menerima laporan dan pengaduan masyarakat terhadap sinetron Kisah Sembilan Wali," kata Komang Suarsana, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali. Sinetron itu mengisahkan konflik antara Islam dan Hindu yang digambarkan dalam adegan masuknya tokoh Wali Songo dalam Kerajaan Majapahit. Walaupun cerita sejarah, seharusnya tetap mempertimbangkan bahwa tayangan yang bernilai konflik sangat dilarang oleh perundang-undangan dan pedoman perilaku penyiaran,” jelasnya pada wartawan.
"Teguran pertama tidak ditanggapi. Kami mengeluarkan teguran kedua sekaligus minta tayangan Sembilan Wali dihentikan," lanjutnya.
Menurut Suarsana, KPID Bali akan bertemu pihak Indosiar dengan difasilitasi KPI Pusat pada hari ini, Selasa (7/8) di Jakarta.
Sinetron Kisah Sembilan Wali sampai saat ini masih tayang di Indosiar setiap hari pukul 18.00 WIB.
(ray/gur)
Berita Lainnya
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Tanggapan Jokowi Soal BLSM
- Banjir Besar di India
- Pemain PSMS: Kemana Lagi Kami Harus Mengadu?
- Kostum Tenis Seksi Pippa Middleton
- 10 Tanda Hubungan Anda Adalah "Pelarian"
- Sumber Energi Yang Eksotik
- Selebriti yang Meraih Gelar Pendidikan
- Mencintai Buah Hati dari Balik Jeruji
- Yang Menakjubkan dari BMW X6
- Kemegahan Masjid Agung Sheikh Zayed
- Daging Babi Dapat Sebabkan Alzheimer
- Game-game Kejutan di E3
- 50 Pemain Terbaik di Eropa
- Orang Ajaib di Dalam Lift
Iklan
poling hiburan
- Lihat
- Bagikan












