
KISAH petualangan sekelompok anak-anak bahu membahu memberantas kejahatan tetaplah menjadi tontonan yang menarik.
Saat film Indonesia bangkit lagi tahun 2000, lahir Petualangan Sherina (2000) yang menyodorkan tema anak-anak melawan penjahat. Kala itu orang mengacu pada aksi Macaulay Culkin di Home Alone yang sendirian mempecudangi penjahat yang menyatroni rumahnya. Tak disangka tradisi film bertema ini bukan khas Hollywood, melainkan sudah ada dalam sinema kita sejak 1950-an..
Lewat sentuhan tangan dingin sutradara Harry Dagoe Soeharyadi, anggapan film anak-anak dengan karakter asli bangsa Indonesia yang cenderung membosankan, boleh jadi berbeda.
Mengetengahkan cerita tentang sosok Guntur (Adam Xavier), yang oleh teman-temannya dijuluki sebagai Jendral Kancil, memimpin operasi penyerbuan untuk membasmi para preman yang kerap merampas barang-barang milik teman-temannya di SD Lentera Hati.
Usaha Guntur berhasil. Gerombolan preman yang beranggotakan Jimmmy “The Upstair”, Peppy, dan Malao berhasil ditumpas dan setelah itu, Guntur pun dijatuhi vonis skorsing dari Ibu Sinaga (Mpok Atiek) dan Pak Purwanto karena dianggap memimpin tawuran melawan para preman.
Bagaimana sikap Guntur, apakah ia akan berhenti menolong teman-temannya dengan tak lagi memberikan perlawanan terhadap preman-preman yang berbuat jahat di sekitar sekolahnya?
***
Versi cerita Jendral Kancil The Movie berbeda dengan cerita aslinya yang diputar pada tahun 1958. Kala itu, bintang utama film tersebut adalah Ahmad Albar, yang dalam film garapan Harry Dagoe berperan sebagai kakek Guntur.
Akan tetapi, ide dasar film tersebut pada intinya sama. Memberi pemahaman dan pembelajaran terhadap figur anak yang memiliki sikap yang pantas dicontoh oleh teman-temannya. Pintar di dalam kelas dan cerdik di luar sekolah, adalah tipikal dari sosok Jendral Kancil.
Menariknya, Harry Dagoe menyisipkan banyak unsur menghibur di film ini. Semisal, saat Guntur naksir pada anak baru di sekolahnya, Ratu Pelangi (Ersya Aurelia). Di situ, terlihat jelas polah jenaka anak-anak yang sedang mengalami momen 'cinta monyet'.
Belum lagi, kelucuan demi kelucuan yang diperlihatkan oleh teman-teman Guntur. Di sekolah, Guntur memiliki banyak teman yang punya karakter berbeda. Ada yang baik, menjengkelkan dan ada pula teman sekelas Guntur yang bersaing dengannya untuk mendapatkan hati Ratu Pelangi.
Untuk ukuran film anak-anak, Harry Dagoe terbilang sukses menghadirkan cerita yang tidak menjemukan. Meski sempat flat di awal cerita, namun penonton bisa menikmati keseluruhan cerita film dengan humor dan adegan-adegan yang memperlihatkan kelucuan Guntur dkk.
(gie/ade)
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Bayern dan Dortmund Siap Berpesta
- Anggota Polda Metro Jaya Bunuh Diri
- 10 Hotel Ramah Lingkungan Terbaik
- Selebriti Bergaun Ketat
- Lego Terbesar di Dunia
- Kontes Kecantikan Penyandang Cacat
- Berita Menarik dalam Gambar Pekan Ini
- Kemolekan Zhang Yuqi
- Pajero Sport Edisi Khusus Diluncurkan
- PSSI Sambut Rencana City Akuisisi Klub Indonesia
- Hiruk Pikuk Pengumuman Kelulusan SMA
- Anjing Ini Menjilati Gigi Singa
- Wallpaper Pantai-pantai Indah
Iklan
poling hiburan
- Lihat
- Bagikan
campur sari













