
Album ketiga For All (2010) dengan lagu jagoan “Ya Sudahlah” yang berhasil meraih sukses, puncak kejayaan Bondan Prakoso & Fade 2 Black.
Lalu kenapa Bondan dan rekan-rekan justru memilih kembali seperti nol di album ke-4, Respect & Unity For All?
Kembali seperti nol dalam artian memosisikan diri seperti saat dulu Bondan Prakoso & Fade 2 Black (Titz, Santoz dan Lezzano) mengerjakan album pertama, Respect (2005). Saat berkarya tanpa terbebani industri, popularitas, penjualan dan sebagainya, kecuali membuat musik yang jujur.
“Di album kedua dengan “Kroncong Protol”-nya itu, bisa dibilang fifty-fifty (kompromi dengan pasar). Album ketiga lebih banyak lagi porsi jualannya. Album keempat, kami melakukan apa yang dilakukan saat album pertama. Apa yang ingin disampaikan, itu yang ditulis dan itu yang dibuat (musik). Ini jauh lebih bernilai dari apa pun,” ungkap Bondan yang masih menjabat produser di album yang resmi edar di pasaran Juni 2012.
Kemudian lahirlah album yang diberi judul Respect & Unity For All. Merupakan gabungan dari tiga judul album Bondan Prakoso & Fade 2 Black sebelumnya. Berisikan 10 tembang yang satu di antaranya merupakan lagu milik Fade 2 Black yang belum pernah edar. Keunikan album, karena dikerjakan saat industri musik Tanah Air digempur tren musik K-Pop yang ditandai dengan banyak bermunculannya boy dan girl band.
Diakui Titz c.s bahwa mereka tidak peduli situasi yang sedang terjadi di luaran. “ (saat mengerjakannya) Kami belok kanan, belok kiri, tidak lihat apa yang ada di depan,” ungkap Titz. “Sederhananya, kami menyebut album ini 'ugal-ugalan,” tegas Bondan.
Lagu “Tak Terkalahkan”, yang terdengar berbeda karena mengusung musik dance -- hasil obsesi Bondan saat masih lajang dan rajin nongkrong di kelab malam, telah beberapa bulan lebih awal dikeluarkan sebagai single. Sempat dijadikan lagu tema kejuaraan bulutangkis Thomas & Uber Cup 2012 bulan Mei lalu, tapi tidak cukup kuat mengangkat lagu ke permukaan.
“Sayang kita (Indonesia) kalah (di kejuaraan). Coba kalau menang, lagu kami pasti akan lebih besar, hahaha,” Bondan menukas. Dengan kenyataan tersebut, Bondan dan kawan-kawan menyadari tantangan yang lebih besar telah menanti. “Starting-nya saja, 'Wah, Bondan kok jadi begini?, 'Kok, beda dengan “Ya Sudahlah”?'. Otomatis ke sininya nafas juga semakin berat,” beber Bondan.
(wida/adm)
Berita Lainnya
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- DPR Setujui Kenaikan BBM
- Erin Brady Raih Gelar Miss USA 2013
- Radja Nainggolan Antusias Main di GBK
- Proses Pembuatan Cronut
- Mereka Pahlawan di Kehidupan Nyata
- Ricuh Penolakan BBM Dimana-mana
- Akhirnya Jupe Bebas
- Yesus Dalam Mural Jalanan
- 10 Pekerjaan yang Tidak Menyehatkan
- Gadget Terbaru dari E3
- Pucuk Gereja di Danau Desa Groun, Tyrol, Italia
- 4 Selebriti Pemilik Kaki Terindah
- Ford Mustang Termahal di Dunia
- Mengharukan, Menyelamatkan Ikan Buntal dari Kail
Iklan
poling hiburan
- Lihat
- Bagikan











