Thu, 06 Dec 2012 17:34:27 GMT | By Editor Panditio Rayendra, tabloidbintang.com

"Bidadari Bidadari Surga" dalam Diri Itik Buruk Rupa

Sejenis dengan Hafalan Shalat Delisa, Bidadari Bidadari Surga menyuguhkan cerita menyentuh yang berpotensi menguras airmata penonton.


"Bidadari Bidadari Surga" dalam Diri Itik Buruk Rupa

SATU lagi film Indonesia yang diangkat dari novel laris.

Bidadari Bidadari Surga (BBS), merupakan film produksi Starvision yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Tere Liye. Sebelumnya, rumah produksi ini juga memfilmkan novel Tere Liye berjudul Hafalan Shalat Delisa (HSD), dan menjadi film rilisan tahun 2011 terlaris ke-3.

Sejenis dengan HSD, BBS menyuguhkan cerita menyentuh yang berpotensi menguras airmata penonton.

***

Laisa (Nirina Zubir), sedari remaja sudah bertanggung jawab mengurusi ibu (Henidar Amroe) dan 4 adiknya. Tak ada masalah ketika harus mengurus Dalimunte, adik tertua, dan Yashinta, adik terkecilnya. Sementara 2 adik lainnya, Ikanuri dan Wibisana, selalu menentang perintah Laisa. Fisik Laisa yang tak seindah adik-adiknya, menjadi bahan ejekan Ikanuri. Namun ini tak membuat Laisa berhenti menyayangi dan melindungi 2 adiknya.

Kondisi perekonomian Laisa dan keluarga yang serba kekurangan, perlahan membaik semenjak Laisa dengan gigih mulai menanam stroberi. Tahun berganti, dari hanya sepetak-dua petak, keluarga Laisa memiliki kebun stroberi sendiri.

Belum mendapat jodoh di usia yang tak muda lagi sebenarnya tak terlalu dipikirkan Laisa. Ia merasa bersalah karena Dalimunte (Nino Fernandez) sempat menunda menikahi pujaan hatinya dengan alasan enggan melangkahi sang kakak.

Perjodohan untuk Laisa bukannya tidak pernah dilakukan. Selalu berujung sang calon yang mundur setelah melihat kondisi fisik Laisa.

Sampai suatu hari ada Dharma (Rizky Hanggono), teman Dalimunte yang berparas tampan, menyampaikan niatnya untuk menikahi Laisa. Tentu saja Laisa senang bukan main. Sampai terungkap fakta bahwa Dharma masih punya istri, Andini (Astri Nurdin), dan tujuannya menikahi Laisa semata-mata untuk mendapat keturunan. Kehamilan Andini jelang akad nikah dengan Laisa, menumbuhkan galau di hati Dharma.

***

Kalau HSD punya senjata latar bencana tsunami Aceh untuk meningkatkan kesan dramatis, BBS memaksa penonton simpati pada karakter Laisa. Melihat (maaf) penampilan fisik Laisa yang buruk rupa saja sudah mengundang simpati. Ia pendek, hitam, gemuk dan berambut keriting tak terawat. Sama sekali tak ada menariknya. Masih ditambah masalah di kakinya yang membuat Laisa kesulitan berjalan tegap layaknya orang normal.

Tantangan memerankan Laisa usia belasan sampai sekitar usia 40/50-an berhasil dicapai Nirina dengan baik. Terdapat perbedaan pada gestur tubuh dan intonasi bicara Laisa ketika remaja, sampai berada di usia matang. Mungkin akan lebih sempurna jika departemen makeup menuakan lagi wajah Nirina saat memerankan Laisa tua.

Kejutan yang diberikan sutradara Sony Gaokasak dalam film ini adalah adegan pembuka. Penonton diajak melihat Mamak Lainuri (Henidar Amroe) membacakan dongeng tentang manusia dan harimau pada Laisa dan adik-adiknya yang masih kecil.

Kalau adegan baca dongeng ditampilkan apa adanya, berpotensi menimbulkan kesan datar, atau malah bosan di awal film. Sony mengakalinya dengan visualisasi dongeng berupa animasi, membuat adegan ini lebih hidup.

Film yang skenarionya ditulis Sony dan Dewa Raka tidak mentah-mentah menyadur novelnya. Karakter Dharma dan Andien aslinya tak ada dalam novel. Demikian pula alur maju mundur dalam novel, diubah menjadi linear dalam film.

Meski sebuah adegan menunjukkan karakter-karakternya shalat, tak lantas membuat BBS menjadi film religi. Tak ada adegan menggurui berbumbu kutipan ayat. Pesan dan hikmahnya cukup disampaikan dari sosok Laisa.

Sebagai tokoh sentral, Laisa bukan wanita super. Ia tetap manusia biasa. Ada kalanya ia down, lemah, sedih, tak berdaya. Namun Laisa paling anti berbagi kesedihan pada keluarga, khususnya adik-adiknya. Sehancur apapun suasana hatinya, Laisa berusaha membahagiakan orang lain.

(ray/ade)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    15 %
    Tetap menjadi motivator
    278 respon
  2.  
    24 %
    Berhenti menjadi artis
    442 respon
  3.  
    50 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    904 respon
  4.  
    11 %
    Pindah ke luar negeri
    196 respon

Total Respon: 1.820
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft