
SEBAGIAN dari Anda mungkin masih asing dengan sosok suster gepeng.
Popularitasnya memang kalah dibandingkan suster ngesot. Kecuali jika Anda pernah bermukim di Surabaya dan sekitarnya. Penampakan suster gepeng ini terjadi di sebuah mal Surabaya, yang dibangun di tanah bekas rumah sakit. Informasi ini juga ditulis dalam press release yang dibagikan K2K Productions pada wartawan.
Meski memakai embel-embel berdasarkan kisah nyata, faktanya Bangkitnya Suster Gepeng (BSG) tidak berpatokan pada urban legend tersebut. Melenceng sangat jauh, malah. AWAS SPOILER ALERT! (yaelah, kayak film apa aja.)
***
BSG berkisah tentang Keiko Larasati Hirosuke (Aelke Mariska) yang diteror setan. Tak hanya Kei, orang-orang di sekitarnya seperti Dodo (Andreano Phillip), kekasihnya, serta temannya Hendri (Shiddiq Kamidi) dan Sita (Baby Margaretha) yang berpacaran, juga mengalami peristiwa tak lazim.
Selain penampakan, setan juga meneror melalui radio. Kepada Kei, setan yang siaran di radio ini bilang kalau peristiwa aneh yang dialaminya akibat perbuatan Sato Hirosuke, kakek Kei yang tinggal di Jepang.
Kakek Kei bercerita peristiwa yang dialaminya pada tahun 1945 di Karawang, jelang kemerdekaan Indonesia. Saat masih menjadi tentara Jepang, Sato muda (Alfian) terluka ditolong oleh perawat Larasati (Roro Fitria) yang mengenakan pakaian suster berdada rendah.
Keduanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Sato berjanji akan kabur bersama Larasati. Nyatanya Sato tak menepati janjinya. Malah, Sato diam saja saat komandannya menjepitkan Larasati di sela-sela pintu lift hingga mati gepeng.
***
Bangkitnya Suster Gepeng disutradarai oleh "K. Team" dan skenarionya ditulis "Jane Yosijoko". Membaca nama penulis dan sutradara saja sudah geli.
Banyak sekali hal lain yang membuat saya tertawa sepanjang film. Bukan karena lucu, ya. Lawakan yang ada di film ini kalah lucu dibandingkan Pesbukers.
Menonton BSG, Anda seperti buy 1 get 3 film horor Jepang KW. Ada adegan suster gepeng keluar dari layar TV (pinjam adegan The Ring)! Lalu ada tangan setan muncul dari rambut saat keramas, kemudian anak kecil pucat berlari-lari mirip Toshio (sudah menonton The Grudge?) Tak ketinggalan, sosok setan yang secara invisible nemplok di bahu Dodo (Shutter).
Adegan-adegan tidak logis pun bertebaran. Waktu Sita tenggelam di kolam renang vila, Kei mencoba menolong dengan mengambil pedang lalu menjulurkan ke kolam renang. Masuk akal?
Penampakan rumah sakit yang dari tahun 1945 sampai 2012 tak banyak berubah, kecuali papannya sedikit miring dan ada sarang laba-laba. Kostum suster dengan belahan dada rendah, plus mengenakan pakaian dalam yang kata teman saya “ini kan bra model tahun 2012”, makin membuat saya cekikikan di dalam bioskop.
Penulis dan sutradara gagal menjelaskan identitas beberapa karakter. Misal, ada Jenny Cortez yang wara-wiri di rumah Kei dengan dress berdada rendah, tapi tak diterangkan siapa. Baru pada credit title saya tahu, bahwa Jenny berperan sebagai “Sekretaris Ayah Keiko”.
Ada lagi yang mengusik benak saya, adegan ledakan yang spektakuler yang katanya digarap di Hong Kong itu. Kok bentuk bangunannya tidak sesuai dengan tahun 1945, bahkan tidak Indonesia sekali. Apa jangan-jangan nyomot dari film lain?
Juga saat adegan Larasati dijepitkan ke lift, terlihat kawat-kawat penyangga lift modern sekali. “Kok kayak Total Recall?” bilang rekan saya.
Belum lagi klip yang menggambarkan suasana Jepang yang gemerlap, saat Kei menelepon kakeknya, entah diambil dari mana. Masih mending On The Spot Trans 7 menyantumkan tulisan "Courtesy of Youtube".
Setan susternya pun kurang terlihat sebagai suster, dan tak konsisten. Kadang seperti sundel bolong, kadang seperti Sadako.
Film ini mengobral dialog gombal pada bagian kisah cinta Sato muda dan Larasati. Entah mengapa film horor dengan latar jaman kemerdekaan harus susah payah menampilkan dialog seperti ini.
Mencari adegan seks? Jangan terlalu banyak berharap. Mungkin produser sudah tahu kalau terlalu hot, malah ditebas gunting tajam LSF. Paling Anda bisa melihat Baby Margaretha dengan bikini super seksi sedang mengoles sekujur tubuhnya dengan sunblock di kolam renang.
Penampakan cameo Ozzy Syahputra yang hanya beberapa menit tak jelas sebagai apa dan maunya apa. Seram tidak, lucupun tidak. Adegan pembataian pun, seperti kipas angin terbang yang melibas seorang karakter, sudah kerap digunakan Nayato.
Jadi apa bagusnya BSG? Well, meski masih ada, jumlah adegan jumping dalam film ini berkurang dibandingkan film-film K2K sebelumnya. Itu saja sedikit plusnya, dibanding segala minus yang banyak di atas.
(ray/ade)
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Bayern dan Dortmund Siap Berpesta
- Anggota Polda Metro Jaya Bunuh Diri
- 10 Hotel Ramah Lingkungan Terbaik
- Selebriti Bergaun Ketat
- Lego Terbesar di Dunia
- Kontes Kecantikan Penyandang Cacat
- Berita Menarik dalam Gambar Pekan Ini
- Kemolekan Zhang Yuqi
- Pajero Sport Edisi Khusus Diluncurkan
- PSSI Sambut Rencana City Akuisisi Klub Indonesia
- Hiruk Pikuk Pengumuman Kelulusan SMA
- Anjing Ini Menjilati Gigi Singa
- Wallpaper Pantai-pantai Indah
Iklan
poling hiburan
- Lihat
- Bagikan
campur sari









![[Sinopsis] "Tobatnya Sang Koruptor", FTV "Hidayah" Sefti Sanustika - Vitalia Sesha [Sinopsis] "Tobatnya Sang Koruptor", FTV "Hidayah" Sefti Sanustika - Vitalia Sesha](http://sin.stb.s-msn.com/i/9E/4D724FADF49BC11CA236051B399A3_h85_w116_m4_q80_cMSoUwqQV.jpg)


