Sat, 10 Mar 2012 19:07:12 GMT | By Editor Wida Kriswanti, tabloidbintang.com

Wishnutama: Dalam Waktu Dekat, Televisi Akan Berubah

Dalam waktu dekat, kata Wishnutama, televisi akan berubah. Seperti apa?


Wishnutama: Dalam Waktu Dekat, Televisi Akan Berubah

Bagaimana masa depan Industri televisi? Berikut pandangan Wishnutama (40), Presiden Direktur yang membawahi 2 TV swasta nasional, Trans TV dan Trans 7.

“Televisi itu, kan berkaitan erat dengan perkembangan teknologi. Dalam waktu dekat, televisi akan berubah,” Wishnutama mengawali perbincangan sambil mulai memantik korek. Lebih jauh Mas Tama -- sapaan akrabnya -- memaparkan, dalam perkembangan teknologi sekarang, salah satunya yang terbesar adalah free to air digital television. Stasiun televisi nantinya bisa menampung lebih dari 12 bahkan sampai 16 pilihan saluran. Begitu juga dengan jaringan televisi kabel yang sudah banyak digunakan orang. Ditambah televisi lewat internet, YouTube, dan lain-lain yang sudah marak.

“Bahkan siapa pun bisa membuat televisi lewat internet. Tinggal unggah di dunia maya, beri nama Televisiku, misalnya, bisa. Jadi persaingan sudah sangat keras,” simpul Tama, lulusan komunikasi di Universitas Mount Ida, Boston, AS.

Bersamaan dengan itu, tantangan yang dihadapi pun bergeser. Bukan lagi soal perizinan dan semacamnya, melainkan konten.

“Siapa yang mampu membuat acara yang baik, kontennya bisa diterima atau disukai, itu yang akan survive,” jelas Tama. Hanya saja ada satu hal yang mengganggunya. Tentang lembaga peratingan sekarang yang belum menjangkau “televisi-televisi tidak biasa” itu.

“AGB Nielsen seharusnya bisa juga mengukur penonton di luar "televisi biasa". Jika perusahaan rating tidak bisa menjangkaunya, cepat atau lambat akan tidak sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya,” papar pria yang bernama panjang Wishnutama Kusubandio.

Tama memberi contoh kasus yang dialaminya sendiri. TV seolah dipaksa membuat program yang sesuai dengan people's meter ala Nielsen.

“Kadang membuat kami frustrasi juga. Ada, lho pilihan yang lebih baik. Misalnya, Nilai Kehidupan yang menurut kami sangat baik. Tapi, boro-boro ratingnya bagus. Lain halnya saat kami membuat acara yang “enggak jelas”, berating tinggi. Ya, itu juga yang (sering) membuat kami bingung,” tutur Tama apa adanya.

Mengilas balik tujuan awal orang-orang yang bekerja sama dengannya, Tama memastikan, impian mereka selalu ideal.

“Kenapa masuk ke sini? Karena di sini tidak ada sinetron. Tidak suka sinetron dan ingin membuat yang positif, kata mereka. Tapi, bagaimana pun kami adalah PT yang tujuannya mencari keuntungan. Ada tanggung jawab juga membuat semua karyawan sejahtera,” tukasnya.

Jangan pernah melawan perkembangan teknologi, tapi ikuti. Tama menegaskan hal itu berkali-kali.

“Karena kalau kita menolak teknologi, justru akan kehilangan pilihan atau kesempatan mengembangkan bisnis ini,” kata Tama, yang sebelumnya bekerja di Indosiar. Artinya, para pelaku bisnis televisi harus berpikiran terbuka dan mau menerima hal-hal baru.

“Jangan merasa sudah pintar. Di atas orang pintar akan ada orang yang lebih pintar,” imbuh Tama yang berulang tahun setiap 4 Mei.

Seperti telah diketahui, situs berita Detik.com kini berada dalam satu grup dengan Trans Corp.

“Ini salah satu upaya kami memperluas atau menghantarkan konten lewat internet. Sudah ada aplikasi My Trans di App Store Android. Aplikasi nomor satu di Indonesia sejauh ini; sekitar 500 ribu orang sudah mengunduh. Artinya, per aplikasi saja orang sudah bisa melihat kami kapan dan di mana saja. Mau streaming, VOD (video on demand), semua acara yang bagus-bagus ada di sana,” ungkap Tama bangga.

“Di situ kita juga bisa lihat program Trans Corp yang lama. Sebut saja apa yang diingat, ada,” lanjutnya.

Tama optimistis dengan perkembangan ini. Karena traffic pengunjung laman internet bisa diukur.

“Sejauh ini lumayan. Tapi, pemasang iklan masih belum berselera. Masih butuh proses, masih butuh pemahaman,” ujar Tama.

Namun, apa pun bentuknya nanti televisi, akan selalu kembali lagi ke masalah konten yang disuguhkan. Televisi di internet atau menjadi layanan di telepon seluler, tetap yang dinantikan atau dicari penonton adalah isinya.

“Sekarang kami baru sampai pada tahap memberi kesempatan bagi orang-orang untuk menonton di mana saja dan kapan saja. Itu tujuannya,” jelasnya sambil memerinci kanal-kanal baru yang akan diisi konten-konten menarik.

(wida/yb)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Siapa selebriti yang cantik dalam berhijab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    12 %
    Marshanda
    887 respon
  2.  
    1 %
    Eddies Adelia
    158 respon
  3.  
    12 %
    Lyra Virna
    854 respon
  4.  
    42 %
    Dewi Sandra
    3.006 respon
  5.  
    9 %
    Rizty Tagor
    626 respon
  6.  
    11 %
    Oki Setiana
    765 respon
  7.  
    13 %
    Nuri Maulida
    923 respon

Total Respon: 7.219
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft