Tue, 28 Feb 2012 16:40:32 GMT | By Editor Panditio Rayendra, tabloidbintang.com

Si Tito dan Nayla, Didi Riyadi Menderita Keterbelakangan Mental

Dalam sinetron yang skenarionya ditulis oleh Nucke Rachma ini Didi tak lagi berperan sebagai pria yang gagah dan hadir bak pahlawan, namun menjadi pria kaya yang mengalami gangguan mental.


Si Tito dan Nayla, Didi Riyadi Menderita Keterbelakangan Mental

KETIKA rumah produksi lain berlomba-lomba memasang artis muda sebagai artis utama sinetron, Soraya Intercine Films masih setia dengan pemain-pemain lama. Dalam sinetron produksi terbarunya, Si Tito dan Nayla, Soraya memasangkan Titi Kamal dan Didi Riyadi.

Ini bukan pertama kali Titi dan Didi dipasangkan Soraya. Keduanya pernah beradu akting dalam sinetron Jiran (2009), dan Baghdad (2010), yang juga tayang di Indosiar.

Bedanya, dalam sinetron yang skenarionya ditulis oleh Nucke Rachma ini Didi tak lagi berperan sebagai pria yang gagah dan hadir bak pahlawan, namun menjadi pria kaya yang mengalami gangguan mental.

Sekilas mengingatkan pada Si Cecep atau Si Yoyo. Namun dalam sinetron yang disutradarai H. Ahmad Yusuf ini banyak tokoh antagonis haus harta yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

Tito (Didi Riyadi) adalah seorang lelaki kaya yang menderita keterbelakangan mental. Suatu hari, ia bertemu dengan Nayla (Titi Kamal), seorang gadis desa yang baik hati dan polos. Kedua orangtua Tito menyukai Nayla karena mereka merasa ketulusan Nayla dapat menyembuhkan dan membuat Tito bahagia. Akhirnya mereka berdua menikah, walaupun pernikahan tersebut bukanlah pernikahan normal, karena pengantin lelaki bersikap seperti anak kecil dan selalu mengajak istrinya main layaknya kanak-kanak.

Pernikahan Tito dan Nayla ini tidak mendapat restu dari ketiga saudari tiri Tito, yaitu Ellen (Asyifa Latief), Erni (Georgina), dan Yanti (Gina Fizriya) yang ingin menghancurkan keluarga ini karena merasa ibu kandung mereka bunuh diri akibat ayahnya (Adrian Maulana) menikah lagi.

Mereka berusaha mati-matian memisahkan Tito dan Nayla karena mereka juga tidak ingin berbagi harta dengan orang asing, dan karena mereka tidak ingin kehilangan kontrol atas Tito yang adalah anak kesayangan sang ayah. Apalagi kemudian sang ayah meninggal dan ternyata memberikan warisan yang sama jumlahnya kepada Nayla.

Semua cara yang dilakukan oleh Ellen, Erni dan Yanti ini selalu gagal oleh karena kepolosan Tito dan kebaikan Nayla. Ellen berpikir bahwa ia membutuhkan sekutu untuk memisahkan Tito dan Nayla.

Doa Ellen terjawab saat keluarga Nayla yang sirik padanya datang dari kampung; Lela dan anaknya yang bernama Euis. Mereka tidak menyukai Nayla namun ingin mengambil keuntungan dari keluarga Tito. Lela berencana memisahkan Tito dan Nayla agar Euis dapat maju menjadi istri dari Tito. Ellen pun mulai memperhatikan gerak gerik Lela dan Euis yang terus memberikan masalah pada Nayla.

Belum habis masalah Tito dan Nayla, seseorang yang bernama Badai muncul di rumah itu dan mengaku sebagai saudara Nayla. Dia adalah lelaki yang menyukai Nayla sejak dulu dan sempat dipenjara karena percobaan menculik Nayla di masa lalu untuk dikawinkan.

Kini semua orang ingin memisahkan Tito dan Nayla. Semuanya berpikir itu adalah hal yang mudah, karena si suami adalah laki-laki yang keterbelakangan mental, sementara si istri adalah gadis desa kampung yang tidak mengerti apa apa dan buta huruf. Tapi ternyata, ketulusan, kepolosan, dan kebaikan hati mereka berdua membuat mereka berdua tidak semudah itu untuk dapat dipisahkan.

Sinetron Si Tito dan Nayla hadir setiap Senin-Jumat pukul 19.00 WIB di Indosiar.

(ray/gur)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apakah Camelia Malik dan Harry Capri Pantas Bercerai?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    56 %
    Ya
    10.963 respon
  2.  
    44 %
    Tidak
    8.847 respon

Total Respon: 20.215
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft