Sun, 19 Feb 2012 12:32:15 GMT | By Editor Wayan Diananto, tabloidbintang.com

Maudy Ayunda: Siasat Keluar dari Kerangkeng Keterbatasan

Bintang film Malaikat Tanpa Sayap maudy ayunda merilis album panggil aku


Maudy Ayunda: Siasat Keluar dari Kerangkeng Keterbatasan

Bintang Malaikat Tanpa Sayap Maudy Ayunda (17) merilis album Panggil Aku akhir tahun lalu. Ia tahu betul, pilihan lirik lagunya agak terbatas.

Ia merekrut musisi berjiwa muda. Pilihan pertama, Tohpati. “Di album pertama, Mas Tohpati bukan penulis lagu. Dia mengaransemen materi album ini. Yang lainnya, Andi Rianto, Irwan Simanjuntak, dan Alam Urbach. Produsernya, ditangani label, Trinity Optima,” terang Maudy, di kediamannya di Kemang, Jakarta Selatan.

Beruntung, ibunda Maudy berteman dengan Tohpati semasa kuliah. Meski demikian, Maudy tidak ingin bergantung sepenuhnya pada seniornya. Maudy memiliki visi jauh ke depan. Tidak ingin hanya dicap sebagai penyanyi, tapi juga musisi. Ia belajar menulis lagu dan lirik. “Kali pertama menulis lagu, saya mengabari Mas Tohpati,” akunya. Lagu pertama, “Unlove Me”. Meski urung muncul di album debut, Maudy merasa selangkah lebih maju sebagai newcomer.

Bakat menciptakan lagu muncul karena dilingkungi para penggila musik. “Papa bermain gitar, saya menyanyi. Kami nge-jam di rumah. Saya kali pertama mencipta lagu ketika berumur 12 tahun. Waktu itu saya dibelikan gitar, lalu belajar otodidak,” kenang pemeran Zakiah Nurmala dalam Sang Pemimpi.Kembali ke album, mencari lagu yang sesuai usia butuh waktu. Hampir setahun. “Saya berpikir ke depan. Setelah ini akan ada album kedua, ketiga, dan seterusnya. Karenanya, saya memilah lirik, jangan sampai kisah yang diusung terlalu tua. Banyak lagu yang disodorkan ketika menggarap album. Sayangnya, beberapa harus ditolak karena faktor lirik,” terangnya blakblakan.

Yang ingin ditonjolkan di album Panggil Aku adalah unsur muda, yang bisa terhubung dengan remaja seusia. “Tiba-Tiba Cinta Datang” sangat mewakili cinta pertama remaja usia belasan. Termasuk ketika memilih singel kedua, Maudy sangat picky.“Bemby Noor, saya suka sekali lagu-lagu buatannya. Saya melacak Kak Bemby Noor lalu meneleponnya. Saya minta lagu kepadanya, lalu merekomendasikannya kepada label,” Maudy menukas. Lobi Maudy kepada Bemby menghasilkan satu tembang, “Aku Atau Temanmu”, yang dijadikan singel kedua. Bulan ini Maudy dan tim manajemen mulai mengerjakan video klipnya.

“Aku Atau Temanmu” memiliki lirik unik. “Tentang keberanian remaja putri memberi pilihan kepada pacar. Dia bilang: mau pilih aku atau teman-temanmu. Aransemennya chic, mellow, tapi tidak terkesan cengeng. Lebih mellow dibanding singel pertama,” Maudy mengulas singel kedua.Tidak ingin menceritakan cinta yang terlalu dalam, bukan berarti Maudy enggan berbicara soal patah hati. Ada juga lirik pertengkaran. Tapi, musabab pertengkaran bukan karena perselingkuhan tingkat tinggi. Coba perhatikan “I Love You Tapi Bohong” di track keempat.

Selingkuh yang dimaksud, sebatas lirik ke kanan dan kiri. “Konflik yang seumuran dengan saya. Cewek seusia saya tentu pernah mengalami patah hati. Misalnya, cowok yang kita incar ternyata menyukai cewek lain,” ucapnya lalu tertawa. Pemikiran materi tidak hanya sebatas konten lirik, tapi juga komposisi lagu dalam satu album. Lagu bertempo upbeat ada tiga, slow empat, dan medium tiga nomor. “Jujur, untuk album pertama, saya puas karena proses penggarapannya saya cermati dari tahap ke tahap,” Maudy tersenyum.

(wyn/yb)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    15 %
    Tetap menjadi motivator
    288 respon
  2.  
    24 %
    Berhenti menjadi artis
    458 respon
  3.  
    50 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    940 respon
  4.  
    11 %
    Pindah ke luar negeri
    206 respon

Total Respon: 1.892
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft