Sat, 04 Feb 2012 16:12:52 GMT | By Editor Wida Kriswanti, tabloidbintang.com

Tendangan Si Madun: Sinetron Sepak Bola yang Dibintangi Atlet Sepak Bola

sinetron tendangan si madun dibintangi atlet sepakbola sungguhan


Tendangan Si Madun: Sinetron Sepak Bola yang Dibintangi Atlet Sepak Bola

SUTRADARA muda Syaiful Drajat (33) kembali menunjukkan taringn. Setelah sukses mencetak hit Islam KTP dan Sampeyan Muslim?, kakak kandung Tebe ini mempersembahkan Tendangan Si Madun (TM).

Nuansa religi Islami khas Syaiful masih terasa kental pada sinetron produksi MD Entertainment ini. Perbedaannya, TM juga mengedepankan unsur olah raga. “Ini mengawinkan dua bidang yang besar. Satu agama, satu sepak bola. Sesuatu yang kalau digabungkan, bisa dahsyat,” salah satu sutradara, Paulus Pui, menjelaskan.

Paulus mengamati sinetron-sinetron tentang sepak bola yang pernah ada. Dalam pandangannya, kebanyakan justru gagal pada bagian eksekusi adegan pertandingan bolanya. “Karena memang tidak mudah,” ujar Paulus. Menyiasati dramatisasi adegan sepak bola, ada ketakutan malah jadi seperti permainan bola biasa.

“Dalam prosesnya kami terus mencari format yang pas dengan mencari banyak referensi. Hal yang penting, karena bagian bolanya bisa mencapai 70 persen di setiap episode,” sambungnya.

Salah satu trik yang pada akhirnya menjadi solusi jitu dan kelebihan pada TM, menggunakan barisan pemain yang asli pesepak bola! Anak-anak dari sekolah sepak bola dan kids soccer (kelompok sepak bola atraksi-red) direkrut. Pemeran utamanya bahkan tidak tanggung-tanggung.

Yusuf Mahardika, Kapten timnas U-14! “Ini ide yang berkembang. Pada awalnya kami mencari pemain biasa. Tapi, karena dalam prosesnya ini menjadi sinetron bola, kami membutuhkan pemain-pemain yang benar-benar bisa bermain sepak bola,” terang Paulus. Cuma setelah itu tantangannya berbalik. Yaitu bagaimana mengarahkan para pesepak bola muda ini untuk berakting drama. Sambil terkekeh Paulus mengaku, suaranya serak sebagai buah “kerja keras”-nya. “Banyak teriak-teriak. Mengerjakan satu kalimat saja bisa 7 sampai 12 kali take. Hahaha,” ingat Paulus.

Untung, pemeran utamanya, Yusuf, tidak mentah banget di dunia akting. Selain sepak bola, kegiatannya juga bermain sinetron. Salah satunya kolosal Satria Piningit. Waaah, oke tuh! Karakter Madun digambarkan sebagai anak laki-laki yang punya mimpi menjadi pesepak bola dunia. Tapi, dia mendapat tentangan dari ayahnya, Syafei (Asrul Dahlan), yang lebih menghendakinya mendalami agama dan menjadi ustaz, karena khawatir anaknya akan lebih mengutamakan hobi ketimbang agama.

Hal berbeda dialami Yusuf (12). Siswa SMPN 70 Jakarta ini sudah menunjukkan tanda-tanda menyukai sepak bola di usianya yang baru 3 tahun. Ayahnya, Lingga, justru mendukung. “Sekitar kelas 3 SD aku dimasukkan ke SSB (Sekolah Sepak Bola),” kenang Yusuf yang kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1999. Tentang kecintaannya terhadap sepak bola, Yusuf, anak kedua dari empat bersaudara yang semuanya laki-laki, singkat menggambarkan. “Kalau lihat bola, ya pengin saja memainkan.”

Kebetulan, ayahnya juga pemain bola. “Tapi, tidak memaksakan anak-anak (bermain sepak bola) dan harus mencapai (target) apa,” kata Johnkian Lingga yang menemani putranya di lokasi syuting.

“Mengetahui anak-anak suka olahraga itu saja sudah bagus. Berarti akan jaga kesehatan dan tidak merokok,” imbuhnya. Namun, Yusuf yang mengidolakan Lionel Messi -- karena sama-sama menendang dengan kaki kiri -- punya harapan tingg. Seperti Madun, dia ingin suatu saat bisa menjadi pesepak bola dunia. Karenanya Yusuf belajar serius di SSB. “Banyak pengetahuan yang aku dapat. Dan di SSB, luar negeri. Terakhir ke Singapura dan kami semua mendapat sertifikat. Senang sekali,” tutur Yusuf, yang sedang meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan mengambil kursus di LIA.

Lho, kok sekarang malah main sinetron stripping? Ternyata TM sebuah pengecualian bagi Yusuf yang pernah mengalami cedera retak di kaki.

“Kan di sini juga main bola. Dan pemain yang lainnya di sini juga teman-temanku di SSB. Aku juga yang ajak mereka main di sini. Jadi seperti pindah latihan di lokasi (syuting),” Yusuf yang kini banyak memiliki penggemar beralasan. Satu hal saja yang kadang membuatnya kesal sendiri. Untuk adegan sepak bola, sering kali Yusuf dan kawan-kawan malah bermain betulan.

“Kami main, nih. Tapi, sutradaranya bilang, tim yang ini harus kalah. Kalah disengaja jadinya. Enggak enak banget rasanya harus pura-pura begitu,” celotehnya polos.

Kalau di pertandingan sungguhan, sih jangan mau kalah, ya!

(wida/yb)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    14 %
    Tetap menjadi motivator
    619 respon
  2.  
    23 %
    Berhenti menjadi artis
    1.041 respon
  3.  
    52 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    2.349 respon
  4.  
    11 %
    Pindah ke luar negeri
    547 respon

Total Respon: 4.556
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft