Thu, 12 Jan 2012 20:47:26 GMT | By Editor Wayan Diananto, tabloidbintang.com

Pulau Hantu 3, Andalkan Keberanian Pemain Wanita, Bukan Akting!

Apakah keberanian mereka memamerkan badan dan (maaf) payudara mampu menyelamatkan wajah PH3? Ternyata tidak.


Pulau Hantu 3, Andalkan Keberanian Pemain Wanita, Bukan Akting!

SEANDAINYA Anda piknik di pantai dan mengalami tragedi misalnya (maaf), orang yang Anda sayangi mangkat di sana, maukah Anda menjejakkan kaki lagi di pantai itu?

Nero (Abdurrachman Arif) dan Kimo (Ricky Komo), tokoh utama di Pulau Hantu 3 (PH3) bukan sosok yang mau belajar dari pengalaman.

Sudah dua kali berkunjung ke Pulau Madara. Dua kali pula teman-temannya dibantai hantu di belakang pulau. Bukannya menjauhi, cowok mata keranjang ini malah balik lagi ke Madara bersama Gaby (Grace Veronica) dan Octa (Fara Dhiba). Alasannya, mencari kerja di sana. Pemilik resor Madara berganti ke tangan Patigana (Boy Hamzah). Nero dan Kimo bekerja di sana di bawah pengawasan Monica (Shinta Bachir).

Kembali ke Madara, bertemu hantu yang sama, diteror dengan cara sama. Bedanya, muncul teror lain lantaran Patigana diam-diam menjalani ritual membangkitkan mayat istri. Satu-satu nyawa melayang. Santang (Aiko Sarwosri) dan Monca (Laras) tewas. Nero berupaya kabur untuk kali ketiga.

PH3 memecahkan rekor horor dengan guntingan sensor terbanyak dibanding PH atau PH2. Suara dan gambar yang patah mengurangi kenikmatan menonton. Terlepas dari kebijakan juru gunting Lembaga Sensor Film, Jose dan Benny seperti kebingungan mengakhiri kisahnya.

Jose lupa menjelaskan ritual apa yang dilakukan Patigana. Apa namanya, dari mana kepercayaan macam ini berasal, dan apa saja yang harus dilakukan berikut manfaatnya. Berbeda dari Kuntilanak (yang juga diproduksi MVP Pictures). Penjelasan kuntilanak sebagai wanita dengan kaki kuda, figur Sri Sukma, sekte Mangkujiwo, sampai Desa Ujung Seda sangat gamblang.

Penjelasan-penjelasan semacam ini yang kami rindukan. Penjelasan detail menolong penonton memahami cerita dan menyelamatkan muka film horor dari makian penonton. Apa yang dipaparkan PH3 kalah telak dibanding produksi MVP terdahulu. Jose berupaya menambal alur yang porak poranda itu dengan keberanian (bukan akting!) para pemain wanita.

Apakah keberanian mereka memamerkan badan dan (maaf) payudara mampu menyelamatkan wajah PH3? Ternyata tidak. Karena keberanian itu tidak sepenuhnya sampai ke mata dan hati penonton. Sebagian disandera dengan embel-embel kena sensor!

Pemain: Shinta Bachir, Abdurrachman Arif, Ricky Komo, Boy Hamzah, Grace VeronicaSutradara: Jose PoernomoPenulis: Benny Akhmad Basuni, Jose PoernomoProduser: Raam PunjabiProduksi: MVP PicturesDurasi: 85 menit

(wyn/ade)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    15 %
    Tetap menjadi motivator
    351 respon
  2.  
    24 %
    Berhenti menjadi artis
    571 respon
  3.  
    51 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    1.221 respon
  4.  
    10 %
    Pindah ke luar negeri
    267 respon

Total Respon: 2.410
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft