Tue, 27 Dec 2011 21:26:41 GMT | By Editor Ade Irwansyah, tabloidbintang.com

“Hafalan Shalat Delisa”, Air Mata dan Ketegaran di Tengah Bencana

Film yang membuat wartawan kami berurai air mata.


“Hafalan Shalat Delisa”, Air Mata dan Ketegaran di Tengah Bencana

PADA sebuah momen di film Hafalan Shalat Delisa ada adegan yang saya ingat.

Seorang tokohnya bicara begini: “Aku sendiri masih belum mengerti mengapa Allah memberi kita bencana ini?”

Yang bertanya seorang ustadz, orang yang sepatutnya dianggap lebih paham agama.

Pertanyaan itu ditimpali, “Kenapa tidak kau tanyakan pada Delisa. Dia kehilangan ibunya. Tiga saudarinya. Juga kehilangan sebelah kakinya. Tapi dia masih terus bermain bola.”

Sang ustadz tersenyum. "Ya, saya akan tanya pada Delisa."

***

Film ini, Hafalan Shalat Delisa, berfokus pada Delisa (Chantiq Schagerl). Gadis kecil berusia 7 tahun itu hanya punya satu kaki. Bencana tsunami yang melanda Aceh 26 Desember 2004 silam merenggut kaki kanannya. Selain itu, ia juga kehilangan ibunya dan tiga kakak perempuannya. Hanya ayahnya (Reza Rahadian), yang kembali ke Aceh, yang menjadi tumpuan hidup Delisa.

Dikisahkan, tepat sebelum tsunami melanda, Delisa tengah melakukan hafalan praktek shalat di sekolah. Ibunya (Nirina Zubir) berjanji menghadiahi kalung berinisial huruf “D” bila lolos tes hafalan shalat.

Hidup berdua dengan sang ayah, Delisa jarang mengeluh. Ia juga tak larut dalam kesedihan. Senyum selalu mengembang dari wajahnya. Ia tetap hangat, jahil, dan riang bermain. Bahkan, dengan satu kaki, Delisa tetap bermain bola.

Tak ayal, keceriaan Delisa menyebar ke orang-orang di sekitarnya. Para orang dewasa belajar dari ketabahan dan keceriaan Delisa hidup di daerah pasca bencana yang penuh keterbatasan.

Namun, Delisa pada akhirnya juga seorang anak kecil yang merindukan kehidupan yang lebih baik seperti sebelum bencana melanda. Ia sedih dan marah kenapa hanya dia yang hidup. Untuk beberapa kali, saya ikut merasakan kesedihan Delisa dan berurai air mata.

Tapi film karya Sony Gaokosak dari novel Tere Liye ini tak hendak mengumbar air mata. Kisah Delisa yang berusaha bangkit menjadi inspirasi bagi penonton.

Film ini mencoba tak terjebak jadi film drama yang menjual kesedihan. Makanya, Delisa dikisahkan begitu tegar walau nyaris semua kebahagiaannya terenggut. Simak misalnya, bagaimana Delisa memaknai kakinya yang tinggal satu. “Kaki Delisa terbawa air,” katanya sambil tersenyum.

Peran sentral Delisa berhasil dimainkan dengan baik oleh Chantiq. Sinema Indonesia telah menemukan satu lagi aktor cilik yang berbakat. Kalau Reza Rahadian rasanya tak perlu diragukan lagi kualitas aktingnya. Ia berhasil menghadirkan sosok ayah yang mendadak kehilangan segalanya dan di saat bersamaan harus menjadi ayah sekaligus ibu bagi putri satu-satunya yaqng tersisa. Tengok aktingnya saat menangis melihat rumahnya yang tersisa tinggal beberapa balok tiang atau marah-marah karena nasi goreng bikinannya tak seenak istrinya.

Nuansa realistis berusaha ditampilkan film produksi Starvision ini. Lewat teknologi animasi komputer, kedahsyatan tsunami saat gelombang besar melanda daratan desa pinggir pantai tempat Delisa tinggal dicoba dihadirkan.Kita juga melihat helikopter bersliweran dan kapal induk militer Amerika. Walau olahan animasinya masih sedikit kasar, tapi bolehlah untuk menunjukkan sineas film ini berniat serius menghidupkan kisah dari bencana tsunami.

Di luar kelemahan kecil itu, Hafalan Shalat Delisa berhasil menyuguhkan tontonan yang baik, dan siapa tahu, seperti saya, membuat Anda berurai air mata pula.

(ade/ade)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    14 %
    Tetap menjadi motivator
    622 respon
  2.  
    23 %
    Berhenti menjadi artis
    1.047 respon
  3.  
    52 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    2.357 respon
  4.  
    11 %
    Pindah ke luar negeri
    550 respon

Total Respon: 4.576
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft