Tue, 20 Dec 2011 11:15:34 GMT | By Editor Ade Irwansyah, tabloidbintang.com

Menengok Lagi "Pendekar Pemanah Rajawali" Versi Felix Wong

Yuk, mengenang serial silat yang dibintangi Felix Wong dan Barbara Yung.


Menengok Lagi "Pendekar Pemanah Rajawali" Versi Felix Wong

SAAT ini Indosiar memutar versi anyar Legend of the Condor Heroes dengan memilih judul Indonesia, Pendekar Pemanah Rajawali. Masih ingatkah Anda dengan versi lawas Felix Wong?

Satu ciri sebuah cerita silat Mandarin, punya beberapa versi judul. Selain Pendekar Pemanah Rajawali, cerita silatnya sering juga diindonesiakan dengan judul Memanah Burung Rajawali maupun Legenda Pendekar Pemanah Rajawali. Terjemahanan Inggrisnya ada dua versi judul, Legend of the Condor Heroes dan sering juga ditulis The Brave Archer. Tapi semuanya sama, cerita silat karya Chin Yung (Jin Yong) alias Louis Cha dengan judul asli Sia Tiaw Eng Hiong.

Anda tentu mafhum, Sia Tiaw Eng Hiong adalah trilogi pertama yang melahirkan pendekar pedang legendaris Kwee Ceng (Guo Jing) dan Oey Yong (Huang Rong).

Bagian kedua berjudul Sin Tiaw Hiap Lu atau yang lebih akrab ditelinga dengan judul Inggris Return of the Condor Heroes. Dari cerita silat ini muncul pasangan cinta sejati Yo Ko dan Siaw Liong Lie. Rasanya, masih terkenang-kenang peran Andy Lau sebagai Yo Ko di serial ini.

Bagian ketiga adalah The Heaven Sword and The Dragon Sabre alias To Liong To alias Golok Pembunuh Naga. Di cerita ketiga lahir pendekar beken Thio Boe Kie dan Tio Beng.

Ketiganya punya kaitan, makanya sering disebut sebagai trilogi. Rasanya belum jadi pecinta serial silat bila belum melahap 3 kisah itu.

Nah, yang ingin kami kenang di sini adalah kisah pertama, Legend of the Condor Heroes (LCH). Louis Cha, sang penulis cerita, banyak menyajikan unsur sejarah di serialnya. Untuk LCH, Louis Cha mengambil setting pada zaman Dinasti Yuan (1271-1368). Genghis Khan, yang sering disebut dalam buku sejarah sebagai Sang Penakluk, adalah kaisar pertama dinasti itu, muncul di serial ini.

Masih seputar sejarah China kuno, sebelum berdirinya Dinasti Yuan, ada Dinasti Song (1127-1279). Pada masa ini terjadi perpecahan yang melahirkan 3 kerajaan baru: Liaw, Sia, danTsing (Kim). Suku Mongol akhirnya berhasil menaklukkan 3 kerajaan itu dan mendirikan Dinasti Yuan. Pada masa pemerintahan Dinasti Yuan, suku Han, suku asli bangsa China, ditindas habis. Hal ini membangkitkan semangat juang suku Han untuk menjatuhkan suku Mongol.

Kisah LCH kemudian tak bisa lepas dari semangat patriotik semacam itu. Karena hampir semua pendekar dalam cerita silat ini adalah keturunan suku Han.

Dari sejumlah versi LCH yang sudah dibuat, yang paling dikenang adalah versi produksi TVB Hong Kong keluaran 1983 yang dibintangi Felix Wong sebagai Kwee Ceng dan Barbara Yung sebagai Oey Yung. Pecinta cerita silat di Indonesia pertama menikmatinya dari kaset video VHS berjilid-jilid di tempat rental video. Serial ini mendapat penonton lebih luas setelah RCTI memutarnya pada 1992.

LCH versi Felix Wong disutradarai Wang Tian Lin. Dikutip tabloid ini edisi 94 Desember 1992, Wang berujar, "Saya mengerti kalau serial ini tidak dapat mengikuti persis apa yang ditulis Louis Cha. Tapi saya sudah cukup puas. Terutama dengan penampilan Barbara Yung sebagai Oey yong."

Tentu, serial TV pasti beda dengan cerita silat darimana kisahnya diangkat. Pasti ada penafsiran yang beda dari sineas saat mengangkat novel jadi film/serial TV. Yang jelas, Wang telah menunaikan tugasnya dengan baik. Buktinya, versi awal 1980-an yang dibuatnya yang paling dikenang dari seluruh versi LCH yang sudah dibuat.

Felix Wong dianggap sosok paling pas memerankan Kwee Ceng. Dengan sempurna, Felix menghidupkan tokoh Kwee Ceng, seorang pemuda alim, jujur, lugu, dan sedikit bodoh. Kwee Ceng sangat kontras dengan pasangannya, Oey Yong yang cerdas, cerdik, dan sedikit nakal. Menelusuri kisah roman Kwee Ceng yang lugu, penyabar, mudah takluk dengan wanita, dan Oey Yong yang cerdik, tak sabaran, kadang nakal, adalah keasyikan utama serial silat ini.

Saya paling ingat Kwee Ceng yang menghadapi dilema cinta antara Oey Yong dan seorang putri Mongol yang begitu mencintainya. Kwee Ceng akhirnya mengikuti kata hatinya, menerima cinta Oey Yong.

Tokoh Oey Yong yang cerdik juga sangat pas dimainkan Barbara Yung. Wajah dan tingkah Barbara berhasil menghidupkan tokoh Oey Yong hingga kita terkenang terus pada sosoknya. Padahal saat memerankan karakter yang penuh warna itu, Barbara terbilang pendatang baru di TV Hong Kong.

Sayang, tak seperti kisah cintanya di serial TV, di kehidupan nyata nasib Barbara berakhir tragis karena cinta.

Pada 14 Mei 1985, Barbara, saat itu berusia 26 tahun, ditemukan tewas di apartemennya, diduga bunuh diri menggunakan gas. Adalah aktor Kent Tong (Tang Chen Yen) yang diduga jadi penyebabnya. Kent Tong kekasih Barbara, tapi ketahuan selingkuh dengan aktris Sandra Ng (Wu Cin Ru).

Barbara Yung yang dibesarkan di Inggris dengan pendidikan Barat yang konservatif, sebetulnya sudah dianggap tak cocok berkecimpung di dunia hiburan Hong Kong yang kotor penuh perselingkuhan dan pengkhianatan. Ia rupanya tak kuat menerima cobaan dunia hiburan. Bakat aktingnya ikut pergi bersamanya.

Kita hanya bisa mengenangnya dari peran Oey Yong yang pernah dengan sempurna ia mainkan.

{youtube}ONPV9iCvmNw{/youtube}

Image credit: blog Clicksisca

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    14 %
    Tetap menjadi motivator
    374 respon
  2.  
    23 %
    Berhenti menjadi artis
    607 respon
  3.  
    52 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    1.324 respon
  4.  
    11 %
    Pindah ke luar negeri
    287 respon

Total Respon: 2.592
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft