Mon, 12 Dec 2011 00:07:27 GMT | By Editor Ade Irwansyah, tabloidbintang.com

Arthur Christmas, Siapa Layak Jadi Sinterklas?

Kisah Natal yang luar biasa.


Arthur Christmas, Siapa Layak Jadi Sinterklas?

BAGAIMANA Sinterklas bisa mengirim semua hadiah ke seluruh anak-anak di dunia pada malam Natal?

Dengan jumlah penduduk bumi yang sudah melampaui 7 miliar, pertanyaan itu menarik untuk dijawab.

Film ini, Arthur Christmas menjawabnya.

Tapi jujur ya, saat pertama mendengar judulnya saya mengira filmnya sekadar film keluarga bertema Natal yang rutin. Bukankah di dunia ini sudah terlalu banyak dongeng Sinterklas? Saya bertanya dalam hati. Mengapa Hollywood masih tertarik membuat yang rutin begini? Tanya saya lagi.

Saya sudah terlalu sering nonton film jenis ini. Judul "Arthur Christmas" rasanya terlalu biasa.

Nyatanya saya salah. Arthur Christmas bukanlah film tentang Natal biasa. Ini film luar biasa. Anda merayakan Natal atau tidak, film ini dijamin bakal menghibur.

Awalnya film ini memperlihatkan kesibukan Sinterklas mengirim hadiah-hadiah Natal pada anak-anak di seluruh dunia. Sinterklas bekerja dibantu ribuan kurcacinya yang memasukkan hadiah dengan cekatan ke setiap rumah selayaknya sebuah operasi militer rahasia. Sinterklas yang uzur—ini misinya yang ke-70—sebetulnya tak bekerja. Pekerjaan pengiriman hadiah dilakukan putranya, Steve (suaranya diisi Hugh Laurie). Dari ruang kendali di Kutub Utara, tempat Sinterklas tinggal, Steve mengendalikan pesawat raksasa yang bisa melesat cepat berpindah dari satu negeri ke negeri lain, mengatur para kurcaci mengirimkan hadiah ke setiap rumah. Pengiriman hadiah sudah tidak dilakukan lewat Sinterklas naik kereta ditarik para rusa terbang. That’s so five decades ago...

Teknologi canggih nan modern menggantikan tradisi mengirim hadiah lewat kereta. Sinterklas masih ikut misi mengirim hadiah. Tapi perannya lebih sebagai simbol. Steve yang metode pengiriman hadiahnya dengan pesawat modern telah teruji efektif mengidamkan jadi Sinterklas menggantikan ayahnya.

Tapi rupanya sang ayah masih ingin menjadi Sinterklas. Steve yang sudah menyiapkan pidato pengangkatan dan balon-balon segala, kecewa.

Selain Steve, Sinterklas punya anak lain, Arthur (suaranya diisi James McAvoy). Ia sosok kikuk dan sadar hanya bisa bikin ulah. Ia menerima dipekerjakan di bagian "tak penting": menjawab satu-satu surat yang masuk untuk Sinterklas. Tak seperti Steve, Arthur sadar diri ia tak pantas jadi Sinterklas berikutnya. Syahdan, saat misi pengiriman hadiah usai, Arthur mendapati ada satu hadiah belum terkirim. Ini kejadian pertama setelah bertahun-tahun. Hadiah untuk seorang bocah masih teronggok di Kutub Utara. Dalam beberapa jam, anak itu akan bangun dan tahu ia tak dapat hadiah Natal dari Sinterklas.

Steve seorang pragmatis. Sangat disayangkan hadiah bagi seorang anak tertinggal, tapi akan terlalu besar akibatnya bila mengirim hadiah bagi seorang anak saja dengan menghidupkan lagi mesin pesawat canggih yang baru saja terbang mengelilingi dunia. Pesawat canggihnya bisa rusak bila dipaksa terbang lagi.

Lagipula, katanya, secara statistik, misi pengiriman hadiah tahun ini tetaplah sebuah misi yang berhasil. Satu anak tertinggal hadiahnya secara statistik bukanlah hasil yang buruk. Sinterklas menurut pada Steve. Ia memilih pergi tidur. Tapi Arthur tidak, ia bertekad mengirim sendiri hadiah bagi si bocah. No child left behind, begitu prinsipnya.

Tapi mengirimnya naik apa?

Nah, di sini segala tetek bengek pengiriman hadiah oleh para kurcaci yang serba modern dan canggih di awal film dipertentangkan. Bersama kakeknya, Kakek Sinterklas, dan seorang kurcaci tukang bungkus kado, Steve pakai cara lama, naik kereta ditarik rusa terbang.

Selanjutnya film berisi petualangan Steve, Kakek Sinterklas, dan kurcaci mengelilingi bumi, tersesat di sana-sini (hingga ke Afrika dan tengah samudera).

Di sini, filmnya seolah berpesan, segala teknologi canggih tidak bisa dibanggakan bila ada seorang anak yang tak bahagia di hari Natal karena tak dapat hadiah. Arthur yang kikuk ternyata memiliki keluhuran budi yang tak lagi dimiliki Sinterklas yang sudah uzur, maupun Steve yang pragmatis. Bahkan Kakek Sinterklas pun punya misi terselubung ikut membantu Arthur. Di usianya yang sudah renta, ia ingin menunjukkan dirinya masih berguna dan segala kecanggihan teknologi cucunya sudah gagal (ia menyebut cucunya, "Tukang pos dengan pesawat luar angkasa.") Ia merasa cara terbaik mengirim hadiah yakni dengan cara lama.

Kisah perbenturan cara modern atau tradisional ini sejatinya adalah sub-plot bagi sebuah tema film ini sesungguhnya: keluarga.

Film produksi studio animasi Inggris Aardman Animations (Chicken Run, Wallace and Gromit) dan Sony Pictures Animation ini pada intinya mengisahkan drama keluarga Sinterklas. Ada si kakek yang merasa bosan dengan hidupnya setiap hari nonton TV, sang ayah yang masih merasa bisa bekerja dengan baik dan belum sip untuk pensiun, anak yang merasa bisa mengerjakan pekerjaan kebih baik dan ingin segera menggantikan ayahnya, serta sang adik yang tahu bukan putra kesayangan ayahnya namun memiliki kebaikan hati yang tak lagi dipunyai yang lainnya.

Segala drama keluarga ini kemudian berujung pada tanya, siapa yang layak menjadi Sinterklas berikutnya. Kita, penonton, sudah tahu jawabnya. Tapi, melihat seluruh keluarga Sinterklas akhirnya menyadari siapa yang pas menjadi pengirim hadiah saban malam Natal, mengundang kita menitikkan air mata haru gembira.

Film ini berhasil membuat saya tertawa dan menangis sekaligus. Jangan tertipu dengan judulnya seolah ini film Natal biasa. Lebih dari itu, buat saya, ini film Natal luar biasa.

(ade/ade)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Siapa selebriti yang cantik dalam berhijab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    12 %
    Marshanda
    665 respon
  2.  
    1 %
    Eddies Adelia
    113 respon
  3.  
    12 %
    Lyra Virna
    669 respon
  4.  
    42 %
    Dewi Sandra
    2.309 respon
  5.  
    9 %
    Rizty Tagor
    479 respon
  6.  
    11 %
    Oki Setiana
    607 respon
  7.  
    13 %
    Nuri Maulida
    715 respon

Total Respon: 5.557
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft