Sun, 20 Nov 2011 22:57:04 GMT | By Editor Ade Irwansyah, tabloidbintang.com

“Twilight: Breaking Dawn Part I”, Ujian Perkawinan Vampir-Manusia

Kata wartawan kami, yang bukan penggemar Twilight, filmnya tak buruk-buruk amat.


“Twilight: Breaking Dawn Part I”, Ujian Perkawinan Vampir-Manusia

“THEY say the first year is the hardest--Mereka bilang tahun pertama yang paling sulit.”

Kalimat itu diucapkan Edward Cullen (Robert Pattinson) kepada istrinya, Bella Swan (Kristen Stewart). Perkawinan mereka tengah mendapat ujian berat.

Saya lalu saling pandang dengan teman nonton saya, kawan sekantor, seorang ibu satu anak. “Emang tahun pertama sulit, ya?” tanya saya. “Nggak, deh.”

“Iya, tahun pertama malah asyik kan karena pengantin baru.”

Saya pernah dengar ungkapan lima tahun pertama perkawinan penuh ujian. Tapi, tahun pertama?

Ah, mungkin karena Edward dan Bella bukan pasangan yang lazim. Yang pria vampir, yang wanita manusia biasa. Dalam dunia vampir, waktu berjalan begitu cepat—secepat kilat gerakan Edward.

The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 1 dimulai dengan keputusan Bella, berusia 18 tahun, menikahi Edward, vampir yang usianya 105 tahun—tapi tentu terlihat selalu remaja. Film lalu menyajikan saat jelang pernikahan Edward masih memberi kesempatan bila Bella mau mundur. Selanjutnya, Edward menceritakan masa lalunya yang kelam membunuh penjahat. Bella meyakinkannya kalau ia tetap mencintai Edward. Momen ini diisi ungkapan cinta klise. Saya tak tahan.

“Memang ngobrolnya mesti begitu, ya?” tanya saya pada teman nonton saya yang sudah melahap habis semua bukunya dan film-filmnya. (Maaf, membaca buku pertamanya saja saya tak tahan. Filmnya pun saya hanya nonton yang pertama.)

“Di novelnya emang begitu.”

Oh, OK. Berarti materi dari mana filmnya berasal memang bermasalah. Saya sering mendengar kalau Stephenie Meyer menulis novelnya terlalu bertele-tele. Novelnya seharusnya bisa dipangkas setengahnya.

Syahdan, sampailah kita pada pernikahan Bella dan Edward—setelah sempat dikecoh mimpi Bella pernikahannya penuh darah. Sutradaranya, Bill Condon sepertinya menyiapkan betul momen pernikahan ini. Terutama gaun yang dikenakan Bella. Kamera menyorot detil gaun Bella mulai dari ujung kaki, punggungnya, lengan, hingga hiasan kepala. Wajah Bella diperlihatkan penuh cemas hingga ia perlu berkata pada ayahnya, “Pegang aku, jangan sampai aku terjatuh.”

Ketika melihat wajah Edward dan saat semakin mendekat, wajah Bella berubah menjadi sumringah bahagia. Keduanya lalu saling bertukar janji pernikahan dan berciuman serasa dunia milik berdua, betulan milik berdua.

Kemudian sampailah kita pada momen bulan madu pengantin baru. Edward mengajak Bella ke sebuah pulau di lepas pantai Brasil. Bagi saya yang bukan penggemar Twilight, momen saat bulan madu adalah momen menyenangkan karena melihat Stewart dan Pattinson berciuman melulu. Kita melihat Bella gugup saat hendak bugil untuk suaminya. Sayang filmnya tidak cukup menjelaskan mengapa, misalnya, saat seorang vampir bercinta, ranjang sampai porak poranda. (Teman saya yang menjelaskannya.)

Menikah dengan vampir ternyata tak gampang. Edward sudah menahan diri untuk tak bercinta. Tapi, Bella ingin merasakan kehidupan cinta selayaknya suami istri. Hingga akhirnya Bella hamil.

Semua orang panik. Bulan madu dipercepat. Bella harus kembali ke rumah Edward. Nah,mulai dari sini cerita makin lamban. Kita melihat keluarga Edward lebih banyak mematung diri, berkumpul mengelilingi Bella ketimbang membantunya. Semua orang lantas lebih asyik berdebat menyebut janin yang dikandung Bella sebagai “fetus”, “baby”, “thing”, atau “him” seperti yang dirasakan Bella.

Ada pula plot tentang kawanan serigala jejadian yang merasa, dengan Bella hamil bayi vampir, yang kemudian dia pasti meninggal karena bayinya menghisap darahnya dari dalam, merasa kelompok vampir sudah melanggar kesepakatan hidup damai. Kawanan serigala berniat menyerbu keluarga vampir Cullen.

Serigala jejadian yang mencintai Bella, Jacob (Taylor Lautner) berada pada posisi dilematis. Ia akhirnya memutuskan bersama keluarga Cullen dan Bella.

Dalam hitungan minggu tubuh Bella kurus persis Yahudi di kamp konsentrasi Nazi. Nutrisi bayinya adalah darah segar persediaan keluarga Cullen yang diminum Bella dari gelas. Tak lama, sampailah kita pada momen Bella harus melahirkan. Kawan yang sudah membaca novelnya mengatakan adegan Bella melahirkan digambarkan begitu detil dan penuh darah. Yang saya saksikan di layar adalah kilatan gambar-gambar yang bergerak cepat.

***

Saat mengetahui kisah terakhir Harry Potter, buku ketujuh, dibagi dalam 2 film, saya merasa itu cara Hollywood memanjangkan franchise kesayangan mereka, demi meraih untung lebih banyak. Ketika menonton filmnya, pikiran itu sirna. Kisah terakhir Harry Potter akan rusak bila dipadatkan hannya jadi satu film.

Perasaan itu tak ada saat menyaksikan Film ini. Breaking Dawn seharusnya lebih pas hanya jadi satu film. Karena apa yang diceritakan di film pertama ini seharusnya cukup diceritakan dalam 50 menit. Namun tidak. Seperti novelnya, filmnya juga ingin bertele-tele.

Dari sini saya berpikir, segala drama yang menguras emosi dari buku terakhir sudah tersaji di film pertama (pernikahan, bulan madu, hamil, melahirkan, dan jadi vampir). Apa yang tersisa pada film keempat nanti selain pertempuran dahsyat? Apa nanti juga akan dibuat bertele-tele kembali?

Biarlah, saya simpan saja kecemasan itu hingga filmnya hadir tahun depan.

Namun, harus saya akui, Breaking Dawn Part 1 tak buruk-buruk amat. Atau, setidaknya, tidak seburuk yang saya kira. Memang dialog cintanya klise, tapi konon novelnya juga begitu.

Saya menikmati saat-saat Bella “berubah wujud” jadi begitu kurus saat hamil. Pada beberapa momen yang seharusnya emosional, karena kekonyolannya, seperti saat Bella cantik kembali, saya dan penonton lain tertawa.

Hal ini menguatkan kesan kalau Twilight ini tipe film yang buruk tapi asyik ditonton alias so bad it's good. Bagi non penggemar Twilight, buat Anda yang harus menemani pacar atau istri menonton, inilah cara terbaik menikmati film ini. Nikmati saja segala kekonyolan filmnya. Tertawalah, bila perlu. ***

NB: Jangan keluar bioskop saat credit title film usai. Ada bagian yang jadi petunjuk Breaking Dawn Part 2.

(ade/ade)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    14 %
    Tetap menjadi motivator
    386 respon
  2.  
    24 %
    Berhenti menjadi artis
    628 respon
  3.  
    51 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    1.355 respon
  4.  
    11 %
    Pindah ke luar negeri
    296 respon

Total Respon: 2.665
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft