Thu, 03 Nov 2011 21:47:04 GMT | By Editor Ade Irwansyah, tabloidbintang.com

Real Steel, Kala Tinju Diganti Robot (Kisah Manusia Tetap Paling Memikat)

Menonton film ini seperti meihat apa yang saya impikan waktu kecil dulu jadi kenyataan.


Real Steel, Kala Tinju Diganti Robot (© Kisah Manusia Tetap Paling Memikat)

YANG paling saya ingat adalah perasaan penuh semangat dan suasana hati yang sangat baik usai menonton film ini, Real Steel.

Sebuah perasaan enak yang didapat usai nonton sebuah film feel-good movie.

Perasaan yang sudah lama tak saya rasakan. Saya ingat merasakan hal semacam ini usai menonton film-film macam Rocky atau Karate Kid. Film-film jenis itu membuat penontonnya terbawa emosi, ikut bertempik sorak saat sang jagoan memenangkan pertarungan.

Film ini mengandaikan di masa depan yang tak lama lagi, tinju robot digantikan manusia. “Orang ingin menonton duel sejati tanpa aturan yang penuh kekerasan,” kata seorang tokoh di film ini menceritakan bagaimana tinju manusia punah.

Mungkinkah itu bakal kejadian? Sejak zaman baheula manusia suka melihat tontonan duel sesamanya. Di zaman Romawi kuno ada tontonan gladiator saat manusia saling bunuh atau melawan hewan buas. Manusia sudah mengenal tinju sejak ribuan tahun silam. Mungkin, tinju termasuk olahraga paling awal, mengingat kecenderungan manusia untuk saling baku pukul antar sesama.

Masak sih melihat mesin tak bernyawa saling merusak diri lebih asyik ketimbang kengerian melihat duel manusia berdaging saling baku hantam tanpa belas kasihan? Kalau robot rusak, tinggal dibuang. Manusia punya nyawa yang amat berharga. Andai sang tokoh memberi alasan di masa depan orang lebih menghargai nyawa masing-masing dan olahraga kekerasan diserahkan pada robot, buat saya lebih masuk akal.

Walau penjelasannya konyol dan kurang memberi reka-percaya (make-believe), saya tak bilang filmnya buruk. Saya menikmati setiap menit dari Real Steel. Jangan sampai kecerewetan saya membicarakan cacat kecil asal muasal tinju robot di atas bikin Anda ogah nonton. Sungguh, itu cuma cacat kecil.

Tinju robot adalah impian setiap anak-anak. Saat kecil, kita memainkan robot mainan kita saling bertarung. Nah, film arahan Shawn Levy (Night at the Museum) ini mewujudkan mimpi itu. Menonton film ini seperti meihat apa yang saya impikan waktu kecil dulu jadi kenyataan.

***

Kisah tinju robot pastilah menjanjikan pameran efek khusus. Tentu. Namun, Real Steel mengoreksi kesalahan yang dilakukan trilogi Transformers (terutama film kedua dan ketiga). Kita beruntung hanya melihat nama Steven Spielberg sebagai eksekutif produser dan tak melihat nama Jerry Bruckheimer ataupun Michael Bay. Di tangan Bruckheimer atau Bay film ini pasti punya efek khusus lebih dahsyat. Pertarungan tinju robot pasti bakal lebih spektakuler.

Namun, apa artinya efek dahsyat bila kemudian filmnya tak mengikat emosi penontonnya. Transformers gagal setelah sineasnya memberi porsi berlebih pada robot untuk mengisi layar, saling serang, saling hantam. Transformers gagal karena manusia dipinggirkan.

Real Steel mengambil pelajaran dari kegagalan Transformers. Bukan aksi tinju robot yang ingin dijual Real Steel. Melainkan para manusia di belakang robot-robot yang saling bertinju.

Ya, yang paling memikat di Real Steel adalah kisah para manusianya. Kita bertemu Charlie (Hugh Jackman), mantan petinju yang beralih jadi pengendali robot tinju demi menyambung hidup. Kesempatan Charlie untuk meraup uang dari tinju robot hilang saat dua robotnya jadi rongsokan karena kalah bertanding (satu lawan banteng, satu lagi lawan sesama robot).

Persoalan makin pelik ketika Charlie ternyata punya anak yang tak pernah ia urus, Max (Dakota Goyo). Enteng saja bagi Charlie untuk menyerahkan sang bocah pada bibinya dan ia malah dapat uang dari memberi hak asuhnya. Namun, bibi Max berencana berlibur ke Eropa selama musim panas, membuat Charlie harus mengasuhnya dahulu.

Dari sini kita menemukan kisah pasang surut hubungan ayah dan anak. Max menemukan robot jadul yang kemudian dinamainya Atom. Nah, Atom ini lantas dijadikan robot petinju yang mengalahkan lawan-lawan di ring tinju.

Terasa sekali chemistry ayah dan anak antara Jackman dan Goyo yang membuat kita jatuh cinta sampai-sampai kita lupa film ini juga punya aktris lain, bintang Lost Evangeline Lily, yang jadi kekasih Jackman.

Jackman mampu berperan baik sebagai pria yang nyaris jadi pecundang sekaligus naluri seorang ayah yang lama-lama timbul dari dirinya. Sedang Goyo berakting maksimal (lihat ia berteriak melengking menantang lawannya!) dan mempunyai kharisma seorang bintang cilik. Menontonnya, mengingatkan saya pada sosok Justin Bieber saat masih imut (bukan versi sekarang yang bermesraan kemana-mana denga Selena Gomez).

Maka, Real Steel sejatinya adalah film dengan pengembangan para karakter yang baik. Kita diajak menyelami karakter-karakter di film ini, hanyut terbawa emosi dengan mereka, dan pada akhirnya jatuh cinta serta ikut bersorak saat mereka meraih kemenangan.

Memang, film ini punya formula Hollywood banget. Tapi yang Hollywood banget bukan berarti buruk. Atom sang robot tinju menjadi underdog hero yang kita cintai. Melihatnya bertanding meraih kemenangan sama asyiknya seperti melihat Rocky menang melawan musuh-musuhnya. Ah, duel robot tak pernah seasyik film ini sebelumnya. Sungguh.***

NB: O ya, film ini menyisakan misteri unik yang membuat kita bertanya-tanya apa Atom robot istimewa yang hidup, bisa merasa selayaknya manusia saat Max berucap, “Rahasiamu aman padaku.” Saat melihat matanya, kita ingin melihatnya berkedip sebagai tanda ia istimewa. Untuk melihat 10 Film Robot Terbaik versi kami silakan lihat di sini. (FYI: daftar ini dibuat sebelum Real Steel rilis)

(ade/ade)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Siapa selebriti yang cantik dalam berhijab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    12 %
    Marshanda
    842 respon
  2.  
    2 %
    Eddies Adelia
    151 respon
  3.  
    12 %
    Lyra Virna
    822 respon
  4.  
    41 %
    Dewi Sandra
    2.851 respon
  5.  
    9 %
    Rizty Tagor
    598 respon
  6.  
    11 %
    Oki Setiana
    739 respon
  7.  
    13 %
    Nuri Maulida
    869 respon

Total Respon: 6.872
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft