Sat, 29 Oct 2011 00:46:10 GMT | By Editor Panditio Rayendra, tabloidbintang.com

Kehormatan di Balik Kerudung, Film Religi dengan Gambar Nayato Banget

Gambar-gambar dalam film ini memang sangat Nayato Fionala, terutama ketika ia menggarap film-film drama romantis.


Kehormatan di Balik Kerudung, Film Religi dengan Gambar Nayato Banget

KISAH cinta berbumbu religi dan poligami, kembali diangkat oleh film Indonesia.

Bermula dari niatan Syahdu (Donita) untuk mengunjungi kakeknya di Pekalongan. Saat menunggu kereta, muncul Ifand Abdussalam (Andhika Pratama), yang mengaku sebagai wartawan, duduk di samping Syahdu. Keduanya berkenalan.

Setiba di rumah sang kakek (HS Abdullah Ali), Syahdu mendapati bahwa Ifand ternyata tinggal di desa yang sama. Benih-benih cinta muncul di antara mereka. Syahdu yang tidak terlalu mengerti Islam, dibimbing Ifand untuk belajar agama.

Keakraban keduanya mengundang resah warga. Di samping mencegah hal-hal yang tak diinginkan, beberapa warga perempuan menentang hubungan mereka karena ada Sofia (Ussy Sulistyawati), gadis yang telah lama memendam cinta pada Ifand.

Demi meredakan gunjingan warga, kakek meminta Syahdu pulang ke rumahnya. Musibah terjadi. Ibu Syahdu (Erlin Salintan) sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit. Syahdu tak punya uang Rp 30 juta untuk biaya pengobatan. Nazmi (Iwa Rasya), mantan pacar Syahdu yang masih mengharapkan Syahdu mau memberikan uang itu dengan syarat Syahdu harus mau jadi istrinya. Terdesak, Syahdu menerima pinangan Nazmi.

Setelah resmi menjadi suami-istri, dengan polosnya Syahdu mengatakan pada Nazmi bahwa ada pria lain mengisi hatinya. Nazmi langsung mengusir Syahdu.

Patah hati setelah Syahdu menikah, Ifand memutuskan menikahi Sofia. Secara perlahan, Ifand belajar mencintai Sofia. Keduanya hidup bahagia.

Sementara Syahdu yang telah menjanda, makin terpukul mengetahui Ifand sudah menikah dengan Sofia. Akibatnya, Syahdu sering melamun dan sakit-sakitan. Kondisinya terus memburuk.

Ratih (Nadya Almira), adik Syahdu, diam-diam mengirim surat kepada Ifand untuk menceritakan keadaan kakaknya. Atas saran Sofia, Ifand menjenguk Syahdu. Tak sekadar menjenguk, Sofia pun meminta Ifand untuk menikahi Syahdu. Namun apakah benar pernikahan adalah solusi yang terbaik?

***

Film ini diangkat dari novel karya Ma’mun Affany berjudul sama. Sutradaranya, Tya Subiakto Satrio. Meski ini film perdana yang disutradarainya, Tya bukan orang baru di dunia film. Ia adalah ilustrator musik sejumlah film religi, seperti Ayat-Ayat Cinta, Sang Pencerah, Doa yang Mengancam, Perempuan Berkalung Sorban.

Saat menyaksikan preview film ini, seorang rekan wartawan sempat nyeletuk, “Kok, gambarnya Nayato banget, ya?”

Saya setuju. Gambar-gambar dalam film ini memang sangat Nayato Fionala, terutama ketika ia menggarap film-film drama romantis.

Seperti dalam adegan tokoh berdialog di dalam rumah, dengan background hujan yang terlihat dari jendela rumah sedikit basah. Atau saat tokoh berdialog di bawah pohon, dengan secercah cahaya menembus dari sela-sela dedaunan dan menyinari wajah sang tokoh. Demikian juga dengan sebuah adegan di rumah sakit.

Apakah Tya meniru Nayato? Oh, ternyata tidak. Nama Nayato Fio Nuala ada di credit title, sebagai penata kamera.

Nama-nama yang kerap muncul di film Nayato pun juga nongol di credit title, seperti Freddy A Lingga dan Tiara Puspa Rani (partner Nayato di Affair, Pengantin Pantai Biru, dan Pelet Kuntilanak).

Untuk film bergenre drama, Kehormatan di Balik Kerudung bertabur dengan dialog puitis. Seperti salah satu kalimat Ifand; “Pertemuan pertama hanya menyisakan rasa penasaran dan pertemuan kedua hanya akan menyisakan rindu.”

Sayangnya, kemunculan dialog manis dan menyentuh itu terlalu sering. Akhirnya, makin ke belakang dialognya menjadi tidak istimewa. Seperti saat Syahdu minta pada Ifand agar tidak meninggalkannya meski telah beristri. Syahdu berkata rela jadi pembantu di rumah Ifand, agar bisa dekat dengannya.

Beberapa peristiwa juga ditampilkan secara tersamar. Kalau tidak perhatian, bisa-bisa Anda malah bingung. Saya sempat heran ketika Syahdu tiba-tiba kembali mengharapkan Ifand. Bukankah Syahdu masih istri sah Nazmi? Ternyata, saat konferensi pers film ini, Donita menjelaskan bahwa adegan Syahdu diusir Nazmi dari rumah, itu sekaligus menggambarkan perceraian Syahdu-Nazmi.

Donita bukan pertama kali bermain film layar lebar. Memang aktingnya belum sempurna, namun terus mengalami peningkatan. Secara keseluruhan, ekspresi muka, intonasi suara dan body language Donita berhasil menggambarkan suasana hati karakter Syahdu.

Sebelum film ini, Andhika-Donita bermain sebagai pemeran utama dalam film Lebaran 2011 Kejarlah Jodoh, Kau Kutangkap. Sedang Andhika-Ussy merupakan real-life couple, yang untuk pertama “menikah” di film ini. Seharusnya tanpa dialog puitis yang berlebihan, chemistry di antara ketiganya bisa terbangun cukup kuat.

(ray/ade)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    14 %
    Tetap menjadi motivator
    576 respon
  2.  
    23 %
    Berhenti menjadi artis
    950 respon
  3.  
    51 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    2.150 respon
  4.  
    12 %
    Pindah ke luar negeri
    505 respon

Total Respon: 4.181
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft