Fri, 14 Dec 2012 14:51:25 GMT | By Editor Panditio Rayendra, tabloidbintang.com

9 Sinetron yang Pindah Tayang Ke TV Lain

Berikut kami kumpulkan 7 sinetron yang sempat pindah tayang dari satu TV ke TV lain.


9 Sinetron yang Pindah Tayang Ke TV Lain

DI Indonesia, sebagian besar tayangan drama atau sinetron dibuat oleh rumah produksi. Bukan stasiun TV.

Karena sistem ini, maka sangat mungkin sebuah judul sinetron sukses yang dulu tayang di TV A, tiba-tiba lanjutannya pindah tayang ke TV B.

Sebetulnya, hal seperti ini tak hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika Serikat, serial Buffy The Vampire Slayer (1997) 5 musim pertamanya tayang di saluran The WB. Tapi mulai tahun 2001, atau season 6, serial yang dibintangi Sarah Michelle Gellar ini pindah ke saluran UPN.

Di Indonesia, ada banyak faktor yang menyebabkan sinetron pindah "rumah." Paling umum pindah "baik-baik," biasanya pihak stasiun TV merasa rating sinetron itu statis, lalu rumah produksi menawarkan pada stasiun TV lain, dan TV tersebut bersedia menayangkan kelanjutannya. Faktor lain, perpindahan satu sinetron dari TV A ke TV B bisa juga menandai pexah kongsi antara sebuah PH dengan stasiun TV--walau tentu, alasan pecah kongsi ini tak pernah dikonfirmasi baik oleh PH maupun stasiun TV

Berikut kami kumpulkan 9 sinetron yang sempat pindah tayang dari satu TV ke TV lain.

CINTA FITRITak bisa dipungkiri Cinta Fitri (CF)menjadi ikon bagi SCTV selama 3,5 tahun. Sinetron ini bahkan berhasil mematahkan dominasi RCTI dalam Panasonic Awards, di mana CF, Teuku Wisnu, dan Shireen Sungkar memborong piala di Panasonic Awards 2009. Namun di tahun 2011, season 7 sinetron produksi MD Entertainment ini malah tayang di Indosiar. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah MD dan SCTV pecah kongsi? Perpisahan ini terjadi saat Harsiwi Achmad baru 2 bulan menjabat sebagai Direktur Program dan Produksi, menggantikan Budi Sutjiawan. Tahun 2007, MD juga ‘pergi’ dari RCTI ketika stasiun TV swasta pertama di Indonesia itu dipimpin oleh Harsiwi. “Enggak ada (pecah kongsi). Hubungan dengan MD baik-baik saja, aman-aman saja. TV itu kan prinsipnya memaksimalkan jumlah penonton. Apalagi di prime time, tentunya dibutuhkan program yang kompetitif. SCTV memperlakukan semua rumah produksi sama. Kalau kebetulan pengganti (kedua sinetron MD) bukan dari MD, karena MD belum ada penggantinya saja. Jadi sementara diganti rumah produksi lain. Kalau MD ada produk barunya, tidak menutup kemungkinan kembali lagi. CF masih ada peluang besar (kembali). Dengan cerita yang lebih menarik,” bantah Harsiwi kepada tabloid ini, Desember 2010. Nyatanya setelah kepergian Cinta Fitri tak ada sinetron MD yang tayang di SCTV, sampai hari ini. Performa CF season 7 juga tak sebagus yang dulu. Entah faktor TV penayang, cerita, atau memang penonton sudah jenuh.

TAXISinetron Taxi, dibintangi Chicco Jerikho dan Nana Mirdad, ‘tamat’ di SCTV bersamaan dengan Cinta Fitri. Awalnya sinetron produksi MD Entertainment ini meraih rating yang tinggi, sempat menduduki nomor 1. Tapi belakangan terlempar dari 5 besar. Harsiwi Achmad, Direktur Program dan Produksi SCTV (sebelumnya Direktur Program RCTI-red) menyebutkan bahwa kisaran share yang dipegang Taksi hanya sekitar 12 persen. “Jadi kami berhentikan,” jelas Siwi kala itu. Faktanya Taxi tidak berhenti, hanya pindah rumah. Minggu 28 November 2010 berakhir di SCTV, muncul Taxi season 2 per 29 November 2010 di Indosiar. “Daripada mencari yang baru, sinetron Taxi pun sudah pasti statusnya (tidak tayang lagi di SCTV), mengapa tidak? Lagi pula hal semacam itu bukan hal baru. Dulu kami pernah menayangkan Hikmah 3 yang sebelumnya tayang di RCTI,” jelas Triandy Pratama yang waktu itu masih menjabat sebagai Direktur Program Indosiar. Sama seperti Cinta Fitri, Taxi season 2 juga kurang bergaung. Cerita pun berubah total. Taxi (Caroline Olivia) yang awalnya bayi biasa, diceritakan punya kekuatan khusus, termasuk bisa bicara dengan hewan. Tapi perombakan cerita ini tak berhasil memperbaiki performanya.

HIKMAHSinetron yang dibintangi Tamara Bleszynski, Teuku Ryan, dan Gunawan ini meraih sukses besar pada musim pertama dan musim kedua, Ramadhan tahun 2004 dan 2005. Namun entah mengapa pada 2006 RCTI tak menayangkan Hikmah 3 dan memilih Taqwa, sinetron produksi SinemArt untuk mengisi slot pendamping buka puasa. Hikmah 3 pun pindah ke Indosiar. Selain pemain lama, hadir Nia Ramadhani yang memperkuat jajaran pemain. Namun Hikmah 3 gagal mengulang sukses 2 musim sebelumnya. PUTRI DUYUNGAyu Azhari pernah berperan sebagai Intana, putri duyung cantik yang ditemukan oleh Domba (Zainal Abidin Domba). Airmata Intana yang bisa berubah jadi berlian, membuat ia menjadi target penculikan orang-orang jahat. TapI Intana dan Domba selalu saja ada akal untuk kabur dari penjahat yang hendak menangkapnya. Meraih sukses ketika tayang di SCTV tahun 1999, sinetron produksi Soraya Intercine Films ini kemudian dilanjutkan oleh Indosiar dengan tajuk Putri Duyung 2 pada tahun 2004. Hasilnya sih adem ayem saja. SI DOEL ANAK SEKOLAHANJaman sinetron mingguan Berjaya, rasanya tak ada yang bisa mengalahkan kedigdayaan sinetron Si Doel Anak Sekolahan (SDAS). Selama 6 musim, sinetron produksi Karnos Film ini menjadi penghasil rating bagi RCTI. Selain rating bagus, konten SDAS yang dinilai positif juga membuat sinetron ini mendapat banyak pujian. Tahun 2005, hadir Si Doel Anak Gedongan (SDAG), kelanjutan SDAS, di Indosiar. Sambutan penonton tak sehangat yang dulu. Bukan semata-mata faktor TV, karena tahun 2005 Indosiar masih menjadi 3 besar stasiun TV yang paling banyak ditonton. SDAG berkisah soal Doel yang kini sudah kaya, tinggal di rumah mewah. Konfliknya seputar rumah tangga Doel-Sarah dan Zaenab-Henry, membuat penonton beranggapan tak ada bedanya SDAG dengan sinetron lain. METROPOLISKehadiran Metropolis di tahun 2002 mau tak mau dibandingkan dengan Sex and the City (SATC). Ceritanya sama-sama mengangkat kehidupan 4 wanita lajang yang tinggal di kota besar, dengan segala problematika hidupnya. Tentu tidak sevulgar SATC. Konflik percintaan dan keluarga lebih banyak diekspos sinetron produksi Multivision Plus Ini. Tahun 2003, RCTI merasa sinetron yang dibintangi Jihan Fahira, Vira Yuniar, Natalie Margaretha, Teuku Ryan dan Hikmal Abrar ini ratingnya stagnan. Metropolis pun diberhentikan. Multivision berhasil menjual sinetron ini ke Trans TV di tahun yang sama. Namun karena saat itu Trans TV masih tergolong TV baru dengan jangkauan terbatas, rating Metropolis 2 tidak setinggi saat di RCTI. SI YOYOTren pesinetron tampan memerankan karakter idiot dimulai oleh Anjasmara dalam Wah Cantiknya (SCTV), yang kemudian berlanjut Wah Cantiknya 2, dan Si Cecep. RCTI tak ketinggalan menggandeng MD Entertainment, membuat Si Yoyo (2003) yang dibintangi Teuku Ryan. Meski awalnya dibuat untuk menandingi sinetron SCTV, Si Yoyo ikut pindah ke SCTV per November 2005. Temanya pun berubah. Si Yoyo kini sudah ‘sembuh’, tidak bertingkah seperti anak-anak lagi. Ia menjadi relijius dan punya spiritual. Setiap episode pun diwarnai konflik dan tokoh yang berbeda, seperti Rahasia Illahi atau Pintu Hidayah. Yoyo biasanya hanya muncul di awal dan akhir tayangan, layaknya pengantar cerita. Dengan perombakan seperti ini, Si Yoyo 3 sempat merasakan berada di 10 besar selama beberapa minggu. CINTA INDAHCinta Indah (2007) mengisi slot SCTV pukul 21.00 saat Cinta Fitri break, menantikan season 2. Sinetron yang dibintangi Sandra Dewi, Anjasmara, dan Samuel Zylgwyn ternyata juga meraih respon yang memuaskan, mondar-mandir di top 10. Tapi tak jelas alasannya apa, SCTV tidak melanjutkan Cinta Indah 2 (2008). Sinetron produksi Multivision Plus ini akhirnya berlanjut ke Astro Aruna Malaysia, sebanyak 60 episode. Tidak tahu bagaimana rating sinetron ini di Malaysia. Yang pasti, dalam episode pamungkas Cinta Indah 2 masih banyak konflik yang belum selesai, dan tak pernah ada Cinta Indah 3. JINNY OH JINNYIni sinetron yang pindah tayang sampai ke 3 stasiun TV. Komedi situasi ini pertama menyapa pemirsa pada tahun 1997 di RCTI. Mengekor sukses Jin dan Jun atau Tuyul dan Mbak Yul, Jinny Oh Jinny juga mendapat respon positif. Melambungkan nama Indra L. Bruggman dan Diana Pungky. Setelah 4 tahun tayang, Indra Bruggman hengkang dan digantikan Ivan Ray. Tahun 2002, sinetron produksi Multivision Plus ini berakhir. Berakhir di RCTI, tahun 2003 muncul Jinny Lagi Jinny Lagi di SCTV. Masih diperkuat Diana, Ivan, Eko, dan Yusuf Surya. Tak terlalu sukses, tapi tak terlalu gagal. Selesai sampai di sini? Tidak. Tahun 2004, berlanjut ke Untung Ada Jinny yang kali ini tayang di antv.

(ray/ade)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    14 %
    Tetap menjadi motivator
    593 respon
  2.  
    23 %
    Berhenti menjadi artis
    985 respon
  3.  
    52 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    2.232 respon
  4.  
    11 %
    Pindah ke luar negeri
    519 respon

Total Respon: 4.329
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft