Mon, 14 May 2012 17:54:26 GMT | By Editor Ade Irwansyah, tabloidbintang.com

“Desperate Housewives” Tamat! Yuk, Mengingatnya Kembali

Mengapa kita jatuh hati pada serial Desperate Housewives?


“Desperate Housewives” Tamat! Yuk, Mengingatnya Kembali

“WELCOME to Wisteria Lane.” Tak mengira kita takkan lagi mendengar narasi Mary Alice Young di Desperate Housewives.

Pada Minggu (13/5) malam waktu setempat atau Senin (14/5) pagi waktu sini, Desperate Housewives (DH) mengakhiri masa tayangnya di stasiun TV.

Saat pertama tayang di stasiun TV ABC pada 3 Oktober 2004 hanya sedikit yang meramalkan serial itu bakal bertahan lama. Nyatanya, serialnya mampu bertahan hingga 8 musim tayang dengan jumlah 180 epsode yang diakhiri 2 episode final.

DH menyorot kehidupan 4 wanita yang sudah (pernah) berumah tangga di wilayah suburban nan asri tepatnya di jalan Wisteria Lane. Ada Susan Mayer (Teri Hacther) menjanda setelah ditinggal suami yang kabur dengan sekretarisnya. Ia tinggal dengan anak gadisnya, Julie (Andrea Bowen).

Lynette Scavo (Felicity Huffman) yang pernah nyaris mengepalai perusahaan, kini, menjadi ibu rumah tangga yang kewalahan mengurusi 4 anak balita yang semuanya laki-laki.

Ada juga Bree Van De Kamp (Marcia Cross) yang jadi panutan tetangga-tetangganya. Ia contoh perempuan yang memiliki semua ketrampilan yang dibutuhkan untuk jadi istri dan ibu ideal. Pintar memasak, jago menjahit, beres-beres rumah sampai memperbaiki sofa. Sayang, suami dan 2 anaknya justru mengabaikannya. Rex (Steven Culp), suaminya memilih meninggalkannya.

Ada juga Gabriella Solis (Eva Longoria), mantan model yang memilih menikah dengan pria kaya raya, Carlos (Ricardo Antonio Chavira).

Jalinan cerita dipandu voice over yang disuarakan oleh Mary Alice (Brenda Strong), tetangga mereka yang mati bunuh diri. Dari Mary-lah, kita tahu betapa beragamnya pandangan masyarakat terhadap peran perempuan sebagai istri dan ibu.

Ambil contoh Lynette yang sukses mengurusi puluhan karyawan, tapi kewalahan menangani kebandelan anak-anaknya, terutama si kembar. Bree mestinya bahagia, tapi ia malah sulit dipahami keluarganya sendiri.

Sedang Gabrielle punya segalanya, kecuali perhatian dan kasih sayang dari suami. Makanya, ia mengalihkan perhatian pada si tukang kebun yang masih brondong (masih sekolah dan di bawah umur), John (Jesse Metcalfe).

Posisi Susan yang janda juga sulit. Untung, anaknya mendukung agar Susan mau berkencan lagi. Dan kebetulan ada tetangga baru yang ganteng, Mike Delfino (James Denton) yang berprofesi sebagai tukang ledeng. DH makin seru lantaran ada Mrs. Huber (Christine Estabrook) yang penggosip, Edie Brit (Nicolette Sheridan) yang jadi perempuan penggoda dan Mike yang jadi pusat perhatian.

Apalagi kreatornya, Marc Cherry, menyelipkan misteri di dalamnya. Ingat di episode awal yang menunjukkan suami Mary yang menggali kolam renang di tengah malam? Apa isi kotak yang diangkut Paul (Mark Moses) dari sana? Lalu misteriusnya identitas Mike yang ternyata menyimpan senjata dan peta Wisteria Lane.

Serial ini memenuhi rasa penasaran yang terus menggelitik, memaksa Anda mengikuti terus kelanjutan ceritanya.

Tak banyak yang mengira cerita sederhana dari kehidupan rumah tangga yang diramu dengan bumbu kemisteriusan ini, laku keras. Mungkin tak banyak yang menyadari, ternyata perempuan sedemikian putus asanya mencoba memenuhi tuntutan peran sebagai istri maupun ibu yang baik bagi keluarganya.

"Kita pikir, menjalani hidup dengan cara tertentu bisa membuat kita bahagia. Misalnya saja Gabrielle yang menikah dengan Carlos. Ternyata ia tidak sebahagia dugaan orang,"tutur Eva Longoria. "Jadi hati-hati dengan apa yang kita harapkan. Begitu Anda mendapatkannya, belum tentu bisa membuat Anda bahagia." Ini dibenarkan Cherry. "Memang mengenai pilihan yang kita buat dalam hidup. Setelah Anda menentukan dan masih belum bahagia, lalu apa yang bakal Anda lakukan selanjutnya?"

Marc Cherry bukanlah nama yang asing di percaturan industri televisi. Ia pernah terlibat dalam tim yang membuat skenario seri televisi Golden Girls yang dulu pernah berjaya. Usai kesuksesan itu, Cherry sempat menganggur. Bahkan nyaris bangkrut setelah agennya dituduh menggelapkan uang kliennya, termasuk milik Cherry. Berkat agen barunya, Cherry bisa bangkit lewat skenario DH yang terinspirasi dari kehidupan yang dijalani ibunya.

"Saya ingat ketika melihat seorang suami meninggalkan rumah sambil menenteng koper. Orangtua saya bilang, saya tidak boleh menanyakan apa yang sebenarnya terjadi," kata Cherry yang dibesarkan di Southern California dan Oklahoma. Di DH, perumahannya mentereng dan rumah tangganya kelihatan baik-baik saja.

Namun di balik itu, banyak hal terjadi. Padahal ketika menawarkan skenario miliknya, Cherry seakan melawan arus, di antara sekian banyak seri televisi yang berlatar profesi polisi, dokter atau pengacara.

"Mark Cherry menulis skenario yang brilian!" puji Huffman. "DH punya tone yang baru. Tayangan drama, tapi ada unsur komedi, sarat dengan realitas hidup, lucu, seksi, ajaib, gado-gado deh. Makanya bagus."

***

Sayang memang stasiun TV kita tak lengkap menayangkan serial ini. Anda harus berlangganan TV berbayar (pay TV) atau bila ingin lebih murah beli DVD bajakannya.

Banyak yang terjadi selama 8 musim. Berikut apa yang terjadi pada tokoh utama kita:

Susan Mayer.Lynette Scavo.Gabriella Solis.Bree van de Kamp.

Buat saya, selain serialnya memang selalu mengundang rasa penasaran, narasi Mary Alice yang dibawakan Brenda Strong terasa sangat pas dan memberi keunikan tersendiri pada serialnya. Suara Strong begitu khas.

Di bawah ada video bagaimana Strong membawakan narasinya. Tonton, deh.

{youtube}C8STnlwe71g{/youtube}

Sebagian artikel ini pernah dimuat BINTANG INDONESIA, No.744, TH-XV, Minggu Keempat Juli 2005.

(ade/ade)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apakah Camelia Malik dan Harry Capri Pantas Bercerai?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    56 %
    Ya
    10.990 respon
  2.  
    44 %
    Tidak
    8.899 respon

Total Respon: 20.294
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft