
Artis Indonesia: 'Youtube' Jangan Jadi Fasilitator Penistaan Agama
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sejumlah artis Indonesia mengecam peredaran dan penayangan film yang menghina dan menodai agama tertentu. Karena, film semacam itu dinilai mengancam perdamaian dunia.
"Kekerasan dan korban muncul di berbagai penjuru dunia sehingga insan perfilman tidak bisa tinggal diam dan merasa terpanggil untuk menyuarakan isi hati untuk perdamaian," kata Pendiri dan Direktur Duta Besar Perdamaian Internasional (IPA), Damien Dematra, dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa.
Hadir dalam acara itu sejumlah artis antara lain Dewi Perssik, Ari Wibowo, Vonny Sumlang serta Erna Santoso.
Para artis juga sepakat bahwa membuat film adalah hak setiap orang.
Namun, hak tersebut jangan sampai dipergunakan untuk melecehkan agama orang lain. Karena, film seharusnya menjadi sarana hiburan dan perdamaian. Film bukan menjadi alat propaganda dan provokasi untuk mengadu domba.
Dalam keterangan pers tersebut, Damien dan sejumlah artis meminta Google dan Youtube segera menghapus film penodaan agama 'Innocence of Muslims' dari jaringan mereka. Sehingga, mereka tidak menjadi fasilisator tidak langsung untuk penodaan agama.
Berita Lainnya
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Tanggapan Jokowi Soal BLSM
- Kostum Tenis Seksi Pippa Middleton
- Banjir Besar di India
- Pemain PSMS: Kemana Lagi Kami Harus Mengadu?
- Selebriti yang Meraih Gelar Pendidikan
- 10 Tanda Hubungan Anda Adalah "Pelarian"
- Sumber Energi Yang Eksotik
- Mencintai Buah Hati dari Balik Jeruji
- Yang Menakjubkan dari BMW X6
- Kemegahan Masjid Agung Sheikh Zayed
- Daging Babi Dapat Sebabkan Alzheimer
- Game-game Kejutan di E3
- 50 Pemain Terbaik di Eropa
- Orang Ajaib di Dalam Lift
Iklan
poling hiburan
- Lihat
- Bagikan
berita film


















