Sat, 08 Dec 2012 19:10:23 GMT | By Editor Wayan Diananto, tabloidbintang.com

Catatan Dari Lokasi Syuting Film “Bidadari-Bidadari Surga”

Sony Gaokasak memulai debutnya di bidang penyutradaraan lewat Tentang Cinta (2007), yang dibintangi Fedi Nuril, Sheila Marcia, dan Vino G Bastian.


Catatan Dari Lokasi Syuting Film “Bidadari-Bidadari Surga”

Sony Gaokasak memulai debutnya di bidang penyutradaraan lewat Tentang Cinta (2007), yang dibintangi Fedi Nuril, Sheila Marcia, dan Vino G Bastian.

Kala itu, penikmat film Indonesia belum familier dengan sutradara kelahiran Kerinci, Jambi ini. Apalagi setelah Tentang Cinta, ia seolah silam dan baru kembali lewat Hafalan Shalat Delisa (HSD) yang ditonton 642 ribu orang lebih.

Bulan ini, Sony kembali lewat film terbarunya, Bidadari-Bidadari Surga (BBS). Seperti HSD, BBS diadaptasi dari novel Tere Liye. Novel ini telah dicetak 12 kali, menjadi bestseller. Sony masih bekerja sama dengan produser jaminan mutu Chand Parwez Servia dari Starvision Plus.

Parwez punya alasan khusus, mengapa BBS harus difilmkan. Ketika desain produksi film ini dibahas, beberapa pertimbangan muncul. Salah satunya, gaya tutur novel yang maju mundur. Sangat filmis! Ketika kita membaca, kita seakan melihat visualisasinya. Itulah kekuatan sebuah novel.

“Imajinasi visual itu seakan tanpa kendala. Berbeda dengan visual nyata dalam sebuah produksi film. Berangkat dari niat menjadikan novel ini film yang bisa ditonton khalayak luas agar bisa meresapi nilai positif di dalamnya, kami sepakat film ini kita klaim sebagai adaptasi novel. Tanpa mengurangi aura cerita, akhirnya skenario ditulis secara linear,” terang Parwez.

Naskah adaptasi itu kemudian dikerjakan Sony bersama Dewa Raka. Dalam pandangan Sony, kisah Laisa dalam BBS memiliki kurun waktu lebih panjang daripada HSD. HSD menggariskan kisah Delisa beberapa hari menjelang tsunami, terjadinya tsunami, dan pascatsunami. BBS merangkum masa Laisa ketika muda, menjadi perawan tua, sampai menjelang ajal.

“Penulisan naskah tuntas sepuluh hari menjelang syuting. Kemudian saya menjalani syuting 18 hari mulai 18 Oktober sampai 7 November. Lokasinya, di Pengalengan, perkebunan stroberi, Bogor, Bandung, dan Jakarta,” Sony menerangkan.

Yang menarik, sebagian pemain film ini mengingatkan kita pada formasi pemain HSD yang sukses meremas emosi penonton. Karakter Laisa dipercayakan kepada Nirina Zubir. Mike Lewis yang dulu menjabat prajurit Smith, kini memerankan Gougsky dari Rusia. Ada pula si cantik Delisa, Chantiq Schagerl, yang beralih peran sebagai Yashinta.

“Laisa karakter wanita yang kurang cantik secara fisik. Gendut, hitam, pendek. Kurang menarik di mata laki-laki. Untuk menghidupkan sosok Laisa, saya sengaja menunggu Nirina selesai melahirkan. Lima bulan setelah melahirkan anak kedua, dalam kondisi masih gemuk, Nirina balik ke lokasi syuting. Kulitnya dihitamkan, tambut dibuat lebih ikal. Nirina sangat total!” demikian Sony terkesan.

Sementara Nino Fernandez dan Mike Lewis terpilih dengan pertimbangan, Sony telah beberapa kali melihat kinerja dua aktor ini. Sony pernah mengarahkan Nino dalam FTV Terima Kasih Cinta. Mike juga sering diarahkan Sony dalam FTV. Salah satu FTV mereka, Beauty And The Beast malah sedang digarap ulang dalam format “the series”.

Dalam siaran pers, Nino berbagi romantika syuting BBS. Ini salah satu syuting yang sarat suka duka. “Dukanya karena tidak ada reading, saya dituntut cepat mendekat ke pemain lain agar mendapat bond kuat antara adik kakak. Sukanya, pemain dan kru BBS luar biasa. Saya langsung terima pada saat Mas Sony mengajak. Dia salah satu sutradara panutan saya!” seru Nino.

Sony menyebut Laisa tokoh kunci sekaligus inspirator film ini. Ia dan kelima adiknya tinggal di Lembah Lahambay. Sebagai anak tertua, Laisa menghidupi keluarga dengan menyadap karet di hutan, memunguti kayu, menganyam topi pesanan, dan membuka ladang stroberi yang kemudian berkembang pesat. Fisiknya yang kurang menarik membuatnya dijauhi lawan jenis.

Salah satu adiknya, Dalimunte menikah, mendahului Laisa. Dalimunte yang merasa bersalah, mencarikan jodoh meski tidak ada laki-laki yang sudi meminang Laisa. Suatu ketika, kawan Dalimunte, Dharma bersedia menikahi Laisa. “Di sini konflik muncul. Dharma ternyata sudah beristri tapi istrinya mandul. Agar mendapat keturunan, si istri merelakan Dharma menikah lagi,” Sony menukas.

Menjelang hari pernikahan, terbit kabar gembira istri Dharma berbadan dua. Laisa pun harus rela mengubur cita-citanya bersanding di pelaminan. Ujian buat Laisa tidak berhenti sampai di situ. Saksikan keteguhan batin Laisa mulai 6 Desember mendatang hanya di bioskop!

(wyn/adm)

Iklan

poling hiburan

Siapa selebriti yang cantik dalam berhijab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    12 %
    Marshanda
    706 respon
  2.  
    2 %
    Eddies Adelia
    124 respon
  3.  
    12 %
    Lyra Virna
    709 respon
  4.  
    42 %
    Dewi Sandra
    2.463 respon
  5.  
    8 %
    Rizty Tagor
    497 respon
  6.  
    11 %
    Oki Setiana
    636 respon
  7.  
    13 %
    Nuri Maulida
    752 respon

Total Respon: 5.887
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft