Thu, 03 May 2012 18:48:49 GMT | By Editor Panditio Rayendra, tabloidbintang.com

10 Film Bollywood yang “Abadi” di TV Nasional

Berikut kami tuliskan 10 film India yang meski sudah diputar berulang kali dan berusia belasan tahun masih kerap tayang di TV nasional.


10 Film Bollywood yang “Abadi” di TV Nasional

SAJIAN film India atau Bollywood hampir selalu bisa ditemui di TV Nasional.

Harus diakui, film-film yang sudah berusia belasan tahun justru lebih berpotensi mengumpulkan banyak penonton dibandingkan film produksi 5 tahun terakhir.

April 2012, stasiun TV MNCTV kembali memutar untuk kesekian kali film-film India jadul macam Kuch Kuch Hota Hai (1998), Mohabbatein (2000), dan Kabhi Khushi Kabhie Gham (2001) di slot siang hari. Hebatnya, meski telah berulang kali menghiasi layar kaca, judul-judul tersebut masih mampu meraup rating tinggi.

Sementara beberapa film baru, seperti Ra. One, yang tayang di SCTV kurang dari 6 bulan setelah rilis di negaranya, ratingnya malah tak terlalu istimewa (tapi juga tidak bisa dibilang jelek). Padahal, selain baru, film yang dibintangi Shahrukh Khan dan Kareena Kapoor itu juga istimewa karena disebut-sebut sebagai trendsetter film 3 dimensi di India. Masih perlu pembuktian apakah film-film macam My Name Is Khan, Ra. One, 3 Idiots, Paa, dan Milenge Milenge bisa “abadi” di layar kaca seperti pendahulunya.

Meski hampir semua TV pernah menayangkan film India, tak bisa dipungkiri imej sebagai penayang TV India lekat menempel pada MNCTV. Ketika namanya masih TPI (Televisi Pendidikan Indonesia), orang sampai sering memelesetkannya menjadi Televisi Pilem India.

Di era awal 90-an, TPI yang memperkenalkan masyarakat Indonesia pada serial India macam Mahabharata dan Ramayana. Juga film-film Bollywood jadul yang dibintangi Govinda atau Sridevi. TV lain seperti RCTI dan SCTV mengikuti jejak TPI dengan menayangkan film lepas Bollywood di slot pagi atau siang hari.

Indosiar menaikkan derajat film India dengan memboyongnya ke slot primetime, pada tahun 1999 atau awal 2000-an. Setiap hari Sabtu pukul 19.30, Indosiar menayangkan premier (pertama tayang di TV Indonesia) film Bollywood. Kuch Kuch Hota Hai, Mann, Mohabbatein, Kabhi Khushi Kabhie Gham, pertama tayang di slot ini.

Stasiun TV lain tak mau kalah. Setiap Jumat malam, RCTI mengisi slot primetime dengan Layar Emas Bollywood. Salah satu judul yang tayang perdana di sini adalah Dil Hai Tumhaara.

SCTV pun tak ketinggalan. Setiap Rabu malam, Gala Bollywood menyajikan judul-judul baru. Film Mujhse Dosti Karoge menyama pemirsa TV Indonesia di slot ini.

Saat ini demam Bollywood di layar TV nasional memang tidak segencar dulu. Hanya MNCTV dan SCTV yang dalam setahun terakhir masih aktif menayangkan film India.

Berikut kami tuliskan 10 film India yang meski sudah diputar berulang kali dan berusia belasan tahun masih kerap tayang di TV nasional. Daftar ini bukan hendak menunjukkan kualitas, namun lebih pada eksistensi film-film yang meski sudah belasan tahun tetap berjaya di layar kaca.

10. Koi Mil GayaKoi Mil Gaya (2003) ini kerap disebut-sebut sebagai film fiksi ilmiah Bollywood pertama yang lantas dibuat menjadi trilogi. Film ini memasangkan Hrithik Roshan dan Preity Zinta, serta aktris senior Rekha. Kisahnya tentang seorang pemuda (Hrithik) keterbelakangan mental yang kerap menjadi bulan-bulanan temannya. Sampai suatu hari, ia bertemu alien yang mengubahnya menjadi kuat, cerdas, dan populer di kalangan teman-temannya. Tak hanya tayang beberapa kali, cerita film ini juga sudah pernah disadur oleh beberapa sinetron.

9. MannDrama percintaan dimainkan dengan apik oleh Aamir Khan dan Manisha Koirala. Dev Karan (Aamir) dan Priya (Manisha) sebenarnya sudah memiliki calon istri/suami. Namun saat Priya dan Dev Karan bertemu di sebuah cruise, keduanya jatuh cinta. Ketika Dev Karan dan Priya sudah meninggalkan pasangan masing-masing, Priya mengalami kecelakaan yang menyebabkannya diamputasi dan tak berani menemui Dev Karan. Di sinilah cinta keduanya kembali diuji. Selain cerita yang mengharu biru, pemirsa pasti ingat salah satu soundtrack film produksi 1999 yang berjudul “Tinak Tin Tana”. Lagu ini sempat disebut-sebut menyadur lagu pop Melayu “Yang Sedang-Sedang Saja” yang dipopulerkan Iwan.

8. Dil SeAwalnya film produksi tahun 1998 ini tak terlalu populer di layar kaca Indonesia. Setelah Norman Kamaru dengan seragam briptunya mengunggah joget lipsync Chaiyya-Chaiyya, salah satu soundtracknya ke Youtube, masyarakat Indonesia jadi penasaran. MNCTV pun menayangkan di slot primetime tahun lalu. Dil Se bercerita tentang seorang reporter bernama Amar (Shahrukh Khan) yang mendapat tugas mewawancara Meghna (Manisha Koirala), anggota kelompok teroris yang bermarkas di India bagian utara. Meghna diam-diam tertarik pada Amar. Merasa nyawanya terancam oleh kelompok teroris, Amar pulang ke Delhi dan dijodohkan orangtuanya dengan Preeti (Preity Zinta). Amar tak tahu Meghna menyusulnya ke Delhi.

7. Chori Chori Chupke ChupkeKehidupan pasangan dari kalangan atas Raj (Salman Khan) dan Priya (Rani Mukherjee) awalnya terlihat sempurna. Sampai suatu hari, Priya keguguran dan dinyatakan tak bisa hamil lagi. Mereka sepakat mencari ibu pengganti, Madhu (Preity Zinta). Konflik dimulai. Dari Priya yang tidak tahu bahwa Madhu seorang pelacur, Madhu yang diam-diam jatuh cinta pada Raj, sampai Madhu yang mengurungkan niat untuk menyerahkan bayi yang dikandungnya pada Raj-Priya. Di India, film ini disebut sebagai film pertama mengangkat isu ibu pengganti yang dianggap tabu. Beberapa adegan di film produksi 2001 ini juga dituduh menjiplak Pretty Woman. Muncul pula beberapa sinetron yang bercerita soal ibu pengganti yang diduga menyadur film ini.

6. Kaho Naa Pyaar HaiFilm ini meraih gelar film terbaik versi Filmfare Awards dan International Indian Film Academy (IIFA) Awards. Kaho Naa Pyaar Hai juga sukses menjadi film yang paling banyak ditonton di India pada tahun 2000. Bercerita soal Rohit (Hrithik Roshan) montir yang bertransformasi jadi penyanyi terkenal. Jelang konsernya, Rohit menyaksikan pembunuhan. Ia pun jatuh ke jurang saat berusaha melarikan diri dari kejaran si pembunuh. Sonia (Amisha Patel), kekasih Rohit, syok dengan kepergian Rohit yang tragis. Ayahnya mengirimnya ke Selandia Baru untuk bertemu sepupunya, dengan tujuan melupakan Rohit. Di sana, Sonia bertemu Raj (Hrithik Roshan), pria yang sangat mirip dengan Rohit. Film produksi 2000 ini masih bisa menempati posisi 10 besar acara TV yang paling banyak ditonton ketika tayang di MNCTV tahun lalu. Chemistry Hrithik-Amisha di sini memang ciamik.

5. Mujhse Dosti KarogeDibintangi 3 artis terkenal. Raj (Hrithik Roshan), Pooja (Rani Mukherjee) dan Tina (Kareena Kapood) adalah sahabat sejak kecil. Namun saat remaja, Raj pindah ke London mengikuti ayahnya bekerja. Raj membuat Tina berjanji berkomunikasi via e-mail setiap hari. Tina yang sibuk lupa akan janjinya. Selalu Pooja yang membalas e-mail Raj, memakai akun e-mail Tina. Raj menyukai Tina, sementara Pooja menyukai Raj. Bagaimana kesudahannya? Selain cerita yang komersil, lagu-lagunya pun cukup populer di sini, khususnya “Mujhse Dosti Karoge” dan “Oh My Darling”. Akhir April 2012, ketika tayang ulang siang hari, ratingnya pun mampu menembus 20 persen.

4. Dil Hai TumhaaraShalu (Preity Zinta) merasa tak pernah mendapat kasih sayang Saritaji (Rekha), ibunya. Saritaji hanya menyayangi Nimmi (Mahima Chaudhry), kakak Shalu. Saritaji membenci Shalu karena gadis tomboy itu bukan anak kandungnya. Shalu adalah anak almarhum suami Saritaji dengan selingkuhannya. Konflik muncul tatkala Shalu dan Nimmi sama-sama menyukai Dev (Arjun Rampal), pemuda lulusan universitas Amerika Serikat. Dev lebih menyukai Shalu, tapi tentu saja Saritaji mewanti-wanti Shalu agar meninggalkan Dev demi Nimmi. Film berlinang airmata ini juga menjadi senjata andalan pendongkrak rating. Saat tayang ulang di siang hari, akhir April 2012, sharenya mampu menembus 25 persen dan masuk 15 besar. Padahal sudah pernah tayang berulang kali.

3. MohabbateinFilm yang dibintangi mega bintang Bollywood. Amitabh Bachchan, Shahrukh Khan, dan Aishwarya Rai dipertemukan dalam film produksi tahun 2000 ini. Bercerita soal kehidupan di universitas Gurukal, yang dikelola Narayn Shankar (Amitabh Bachchan). Narayn sangat berharap mahasiswanya disiplin, menjunjung tinggi tradisi dan terhormat. Ia melarang mahasiswa di kampusnya berpacaran. Yang ketahuan pacaran, akan dikeluarkan. Berbeda dengan Narayn, dosen musik Raj Aryan (Shahrukh Khan) malah sangat mengagungkan cinta. Ia bahkan mendukung mahasiswanya yang jatuh cinta. Tentu hal ini menjadi pertentangan antara Narayn-Raj. Sampai terungkap bahwa Raj dulu juga mahasiswa Gurukal yang jatuh cinta pada Megha (Aishwarya Rai), anak Narayn satu-satunya. Narayn lalu men-drop out Raj. Peristiwa ini membuat Megha bunuh diri.

2. Kabhi Khushi Kabhie GhamCerita yang menyentuh, dengan pemain mega bintang dari berbagai generasi. Film produksi 2001 ini berhasil menyatukan Amitabh Bachchan, Shahrukh Khan, Kajol, Hrithik Roshan, dan Kareena Kapoor. Rahul (Shahrukh Khan), anak adopsi sebuah keluarga berada memilih menikahi Anjali (Kajol), perempuan dari kelas menengah. Yash (Amitabh Bachchan), ayah angkatnya, tega mengusir Rahul. Nandini (Jaya Bachchan) melepas kepergian putranya dengan berlinang airmata. Sepuluh tahun berlalu, Rohan (Hrithik Roshan), anak kandung Yash-Nandini telah dewasa. Dari penyelidikannya, Rohan tahu bahwa Rahul dan Anjali kini tinggal di London. Pemuda ini bertekad menyatukan kembali keluarganya yang tercerai berai. Meski durasinya panjang, 211 menit, penonton TV kita seolah tak pernah bosan disuguhi cerita ini. Malah, banyak yang protes jika stasiun TV memotong adegan-adegan tertentu saking panjangnya durasi.

1. Kuch Kuch Hota HaiKuch Kuch Hota Hai bisa dibilang mendobrak pakem film India yang sebelumnya eksis. Bukan drama perebutan harta, bukan mistis, bukan juga film polisi baik Vs. penjahat seperti film-film Bollywood yang mengisi layar kaca TV nasional setiap pagi. Segmen awal Kuch Kuch Hota Hai mengisahkan cinta segitiga antara Anjali (Kajol), Rahul (Shahrukh Khan), dan Tina (Rani Mukherjee) di bangku kuliah. Gaya berpakaian dan suasana kampus dibuat sangat kebarat-baratan. Alurnya pun bergulir manis, bisa dibilang tak ada antagonis dalam film ini. Pada tahun 1999, Kuch Kuch Hota Hai berhasil mendapat 8 penghargaan dalam ajang Filmfare Awards.

(ray/ade)

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    15 %
    Tetap menjadi motivator
    271 respon
  2.  
    25 %
    Berhenti menjadi artis
    438 respon
  3.  
    49 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    882 respon
  4.  
    11 %
    Pindah ke luar negeri
    192 respon

Total Respon: 1.783
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft