Sat, 04 Aug 2012 09:53:50 GMT | By Editor Endang Jamhari, tabloidbintang.com

Dik Doank Sempat Disangka Tak Waras Saat Merintis Kandank Jurank Doank

Pada tahun 2002 lingkungan rumah Dik Doank di daerah Jurangmangu, Ciputat, Tangerang, begitu gersang


Dik Doank Sempat Disangka Tak Waras Saat Merintis Kandank Jurank Doank

Pada tahun 2002, saat Bintang menyambangi rumah Dik Doank (43), di daerah Jurangmangu, Ciputat, Tangerang, depan rumahnya begitu gersang.

Yang ada hanya ilalang. Tapi 10 tahun kemudian, saat Bintang kembali mengunjungi rumah Dik Doank, kesan gersang dan tandus berubah menjadi teduh dan sejuk. Dik Doank telah menyulap lahan yang gersang dan tandus menjadi lahan hijau yang dipenuhi pohon hijau dan rindang.

Suami dari Myrna Yuanita ini tidak hanya cinta lingkungan, tetapi juga peduli terhadap anak-anak yang kurang mampu. Maka, pria yang merayakan ulang tahun setiap 15 September ini mengubah lahan itu menjadi sarana bagi anak-anak dan remaja untuk lebih mendekatkan diri pada alam.

Bersamaan itu juga didirikan Kandank Jurank Dik Doank pada 2004. Kandank Jurank Dik Doank cikal bakal berdirinya Yayasan Dik Doank. Dari yayasan ini, ayah dari tiga anak ini mulai mengajar anak-anak kurang mampu, yang sulit untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Sesungguhnya Kandank Jurank Doank ini lahir dari keprihatinan saya terhadap kerusakan alam yang makin parah dan keterpurukan nasib pendidikan sebagian anak-anak. Anak-anak yang seharus mendapat pendidikan layak, malah terlantar,” aku Dik Doank.

Sejatinya, mendirikan Kandank Jurank Doank bukan pekerjaan mudah. Dik memulai semuanya dengan uang pribadi. Dari mulai membersihkan ilalang dan menggantinya dengan 1 pohon atau 2 pohon. Semua dilakukan Dik secara bertahap. Sadar, upayanya akan sia-sia, Dik mulai merangkul warga sekitar. Bukan pekerjaan mudah mengajak mereka. Dik lebih banyak dicuekin.

”Saat saya menceritakan keinginan saya untuk menyelematkan lingkungan. Banyak yang menertawakan saya. Tapi saat itu, saya sudah terbiasa jika ada yang menganggap saya tidak waras,” urai Dik. Dik tidak peduli setiap minggu pagi Dik keliling kampung untuk memberi penyuluhan dan disksui pada warga terhadap lingkungan hidup.

”Saya hanya mengajak mereka menanam pohon. Karena dengan menanam pohon tidak hanya bisa mencegah longsor dan banjir tapi juga bisa memberikan udara yang sejuk dan sehat untuk kita semua,” ucapnya.     

(ej/adm)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apakah Camelia Malik dan Harry Capri Pantas Bercerai?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    56 %
    Ya
    10.963 respon
  2.  
    44 %
    Tidak
    8.845 respon

Total Respon: 20.213
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...

Berita Selebriti

lanjut...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft