Sat, 25 Feb 2012 13:01:45 GMT | By Editor Wida Kriswanti, tabloidbintang.com

Yusuf "Si Madun" Mahardika: Impiannya Tetap Jadi Pesepak bola

yusuf mahardika si madun dalam sinetron tendangan si madun


Yusuf "Si Madun" Mahardika: Impiannya Tetap Jadi Pesepak bola

Sinetron Tendangan Si Madun (TM) menjadikan Yusuf Mahardika (12) seorang bintang baru di dunia hiburan.

Di sinetron stripping MNCTV berating nomor satu itu, Yusuf memainkan peran Madun, bocah laki-laki baik hati yang jago bermain bola. Kombinasi yang pas membuat Yusuf disukai banyak orang. Mulai dari balita hingga anak-anak SD. Ayahnya, Johnkian Lingga, merasakan sendiri bagaimana rumahnya setiap hari dikerubungi anak-anak yang mengelu-elukan putranya. “Rumah kami, kan di gang. Suka banyak yang tungguin Yusuf lewat. Apa lagi di luar gang ada SD juga,” beber Lingga tanpa bermaksud bangga.

Situasi yang lumayan mengganggu Yusuf yang juga masih bocah. Masih butuh banyak istirahat di luar jadwal syuting dan sekolah di SMPN 70 Jakarta. Namun, Lingga mengajarinya agar tetap ramah dan rendah hati. Yusuf mematuhi pesan sang ayah. Sibuk di lokasi, namun tetap membuka diri untuk penggemar yang datang.

Yusuf bercerita, pernah ada satu keluarga dari Riau yang datang ke lokasi. “Katanya lagi liburan di Jakarta, terus ke sini. Pada minta foto bareng,” urai Yusuf, kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1999. Situasi yang sungguh berbeda ketika dulu hanya berprofesi sebagai atlet sepak bola. Sibuk, tapi tidak sampai dikejar-kejar penggemar. Ya, Yusuf betulan pesepak bola, lho! Dia salah satu siswa di SSB ASIOP APACINTI yang bermarkas di Senayan, Jakarta. Yusuf pernah ikut memperkuat tim di laga friendly match dengan Malaysia dan Singapura kategori U-14.

Lantas, mengapa sampai menjadi pesinetron? Jujur Lingga mengakui, terjunnya Yusuf ke sinetron salah satunya untuk membantu perekonomian keluarga. “Kami keluarga besar. Ada empat anak laki-laki dan sebentar lagi lahir anak bungsu. Yusuf di sini (sinetron) untuk membantu keluarga juga. Tapi, anaknya memang mau (main sinetron). Jadi kami tidak memaksa,” ungkap Lingga. “Di sini kayak latihan (sepak bola). Pemain yang lain juga teman-teman aku di SSB. Latihan jadi seperti pindah ke sini,” aku Yusuf.

Kalau mau dirunut ke belakang, Yusuf tercemplung ke dunia sinetron karena sepak bola. Di SSB tempatnya berlatih, sering ada kasting dari agensi yang membutuhkan talent di bidang olah raga sepak bola. Kepiawaiannya mengolah si kulit bundar dan didukung wajah ganteng hasil perpaduan ayah Medan dan ibu Bugis-Jawa membuatnya mudah mencuri perhatian. Beberapa job iklan yang berkaitan dengan sepak bola didapat penyuka mata pelajaran Bahasa ini. Sampai ada tawaran bermain sinetron dari sebuah agensi.

Sinetron pertama hasilnya bisa dibilang tidak cukup memuaskan. Yusuf tidak begitu senang akting kalau tidak ada hubungannya dengan sepak bola. Berikutnya ada ajakan bermain di sinetron Dua Dewi. Yusuf menerima dengan suka cita karena perannya berkaitan dengan sepak bola. “Cuma tiga episode, tapi Yusuf senang,” Lingga memberi kesaksian. Setelah itu Yusuf tahu pekerjaan mana yang akan diterima. Seperti saat memutuskan menerima tawaran di TM yang memang sinetron tentang sepak bola.

Sukses besar di sinetron, Yusuf tetap menempatkan hasrat utamanya di sepak bola. “Aku suka sepak bola dari dulu. Jadi rasanya, kalau enggak main bola enggak enak,” kata Yusuf saat kami jumpai di lokasi syuting TM beberapa waktu lalu.

Sejak usia tiga tahun, bakat alami Yusuf di sepak bola sudah terendus sang ayah. Masuk usia sekolah dasar, Yusuf dimasukan ke SSB (Sekolah Sepak Bola). Sempat berpindah sana-sini, sampai akhirnya menetap sebagai siswa di ASIOP APACINTI, SSB yang cukup terkemuka di Indonesia. “Aku suka main sinetron, tapi impian aku jadi pemain sepak bola,” tegas Yusuf yang mengidolakan Lionel Messi karena sama-sama menendang dengan kaki kiri.

Jadi, target ke depan bagi Yusuf menjadi pesepak bola profesional. Anggaplah main sinetron sebagai perintang waktu sampai nanti usianya menginjak 14 tahun (usia profesional). Uang main sinetron bisa ditabung, pergaulan di dunia akting dijadikan pengalaman berharga. Lingga pun mendukung penuh bila karier Yusuf memang benar di sepak bola. “Yusuf mendapat referensi dari Sutan Harhara untuk bisa masuk diklat sepak bola profesional di Bandung. Insya Allah, nanti ke sana,” ujar Lingga, kini dengan rasa bangga.

Kalau benar nanti masuk timnas, sepertinya Yusuf akan lebih diidolakan.

(wida/yb)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    15 %
    Tetap menjadi motivator
    285 respon
  2.  
    24 %
    Berhenti menjadi artis
    452 respon
  3.  
    50 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    931 respon
  4.  
    11 %
    Pindah ke luar negeri
    205 respon

Total Respon: 1.873
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft