Wed, 07 Dec 2011 01:18:00 GMT | By Editor Wayan Diananto, tabloidbintang.com

Lulu Tobing: "Hidup Dengan Gosip Itu Neraka"

SUDAH lima tahun tidak menyentuh lokasi syuting, Lulu Tobingkembali dengan proyek layar lebar yang diadopsi dari novel bestseller, Negeri Lima Menara.


Lulu Tobing: "Hidup Dengan Gosip Itu Neraka"

SUDAH lima tahun tidak menyentuh lokasi syuting, Lulu Tobing kembali dengan proyek layar lebar yang diadopsi dari novel bestseller, Negeri Lima Menara.

Lulu direkrut tetangganya sendiri, sutradara The Perfect House, Affandi Abdurachman. Keputusan kembali ke dunia akting dibuat sebelum Ramadan tiba.

Lulu sudah tidak tahu lagi bagaimana berakting. “Hari pertama syuting, saya memainkan scene emosional. Setelah take, Fandi bilang: sekarang kita ambil close up,” Lulu menyambung obrolan. Mendengar kata close up, Lulu syok. “Wajah saya ‘beku’ beberapa detik,” begitu Lulu menceritakan hari pertama syuting.

Honor Urutan Keenam

Pertanyaan kami, jurus apa yang dipakai Fandi sehingga Lulu akhirnya turun gunung. Dari data yang kami punya, setidaknya ada empat produser raksasa merayu Lulu agar kembali ke lokasi syuting. Rayuan empat produser itu gagal. “Saya tidak bisa. Saya sedang sibuk ini-itu,” begitu biasanya Lulu menampik ajakan akting. Tapi mengapa tiba-tiba kangen?

Dalam hati, Lulu ingin kembali ke lokasi syuting. Ingin berdiri di depan kamera, memerankan orang lain. Aktris kelahiran Cilacap, 21 November, ini bersedia tampil karena pesan moralnya cantik. Filmnya bisa ditonton lintas usia. Ia berhadapan dengan David Chalik dan Ikang Fawzi. Intinya, tidak semua artis bisa mendapat kesempatan sebagus ini.

“Syuting tiga hari. Pada hari pertama, saya seperti mesin diesel yang belum panas. Sialnya, pada hari ketiga, ketika sudah panas, ternyata itu hari terakhir syuting. Sedih sekali,” akunya. Meski hanya syuting tiga hari, persiapan Lulu tidak main-main. Ia belajar bahasa Minang dari pelatih akting, merekam percakapan orang Minang dengan recorder lalu didengarkan di rumah, dan mendengar radio-radio daerah Minang lewat streaming.

Sekadar kilas balik, Lulu mundur dari lokasi syuting sejak menikah pada 16 September 2006 dengan Danny Bimo Hendro Utomo atau Danny Rukmana. Muncul isu, mundurnya Lulu karena suami melarangnya bekerja. Siang itu, Lulu meluruskan pandangan orang soal prinsip pernikahan yang dianut Lulu dan suami.

“Pada dasarnya tidak ada larangan. Hanya menunggu waktu dan cerita yang tepat. Saya akting sejak usia 18 tahun. Ketika menikah, saya belajar hal-hal baru. Tapi, melakonkan orang lain di depan kamera, itu bikin kangen. Syuting identik dengan pulang malam. Untuk film ini, saya bukan pulang malam, tapi enggak pulang lima hari malah,” Lulu terus terang.

Ia melihat, lima tahun terakhir wajah industri hiburan Indonesia banyak berubah. Yang berubah tidak hanya sistem penayangan sinetron dan film lepas, tapi juga penyesuaian honor pemain. Kami jadi penasaran, berapa honor yang diterima Lulu untuk syuting tiga hari? “Hahaha…. Honor saya berapa, ya?” Lulu balik tanya. “Jujur, syuting kali ini sekadar melepas kangen. Honor saya tempatkan di urutan kelima atau enam.”

Gemar Traveling

Setelah menyelesaikan syuting, Lulu kembali ke kehidupan rumah tangga. Siapa bilang menjadi istri itu membosankan? Bintang Aku Ingin Menciummu Sekali Saja itu telah menemukan seni sebagai istri. Memasak misalnya, dulu ketika syuting Lulu tidak punya waktu bereksperimen di dapur. Sekarang, Lulu punya banyak waktu meracik menu.

Selain berkelana ke dapur, Lulu gemar berwisata. “Kalau ada waktu saya traveling ke mana pun saya mau. Suami mengerti, passion saya dari dulu traveling, mencoba tempat-tempat baru. Jadi, hal-hal yang dulu tidak bisa dijalani karena syuting, saya realisasikan sekarang,” lanjutnya.

Omong-omong soal wisata, Indonesia tengah jadi pusat perhatian dunia. Bali, Lombok, Raja Ampat, dan Belitung dibicarakan dunia Barat. Ketika syuting Aku Ingin Menciummu Sekali Saja, kru Garin Nugroho sempat menawari Lulu menyeberang ke Raja Ampat.

“Kehebohan soal Raja Ampat sudah saya dengar sejak lima tahun lalu. Raja Ampat indah dan masih perawan. Sayangnya, saya dikejar syuting di Ibu Kota. Akhirnya, mimpi ke Raja Ampat batal. Inilah asyiknya main film, bisa syuting sekalian traveling. Kalau bukan karena Mas Garin, saya enggak mungkin melihat Papua. Kalau bukan karena Fandi, enggak mungkin saya bisa piknik ke Maninjau,” ucap pemeran Indah dalam sinetron Tersanjung.

Kesibukan-kesibukan itu yang membuat Lulu tetap “hidup”. Pada dasarnya, Lulu tak bisa diam. Sayang, Lulu enggan berbagi soal kesibukan dan bisnis yang diretasnya. “Saya sibuk ini-itu,” tukasnya tanpa bersedia menjelaskan lebih jauh. Yang jelas, Lulu menyebut hidup sekarang adalah surga. Adem ayem, sepi gosip.

“Siapa bilang saya tidak kena gosip. Dulu ketika masih bekerja di lokasi syuting bukannya gosip tentang saya malang melintang? Bukannya saya takut bertemu media waktu itu? Itu risiko pekerjaan dan status. Setelah menikah, karena tidak ada pekerjaan yang mengharuskan saya ada di depan kamera, memang tidak ada gosip baru,” cetusnya semringah. Inilah kebahagiaan Lulu. Hidup tanpa gosip!

“Oh, saya menikmati sekali. Hidup dengan gosip itu neraka. Sekarang saya serasa di surga,” katanya sembari menorehkan senyum.

(wyn/gur)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Film apa yang kalian tunggu di awal 2014?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    27 %
    Captain America 2 - 4 April 2014
    1.518 respon
  2.  
    32 %
    Amazing Spider-Man 2 - 2 Mei 2014
    1.783 respon
  3.  
    13 %
    Godzilla - 16 Mei 2014
    700 respon
  4.  
    28 %
    X-Men: Days of Future Past - 23 Mei 2014
    1.573 respon

Total Respon: 5.574
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft