Sun, 23 Oct 2011 08:22:02 GMT | By Editor Ade Irwansyah, tabloidbintang.com

Hubungan Yuni Shara & Raffi Ahmad Goncang Gara-gara Candaan di DahSyat, Apa Sudah Kelewatan?

MENURUT wartawan kami, iya. Berikut ini penjelasannya.


Hubungan Yuni Shara & Raffi Ahmad Goncang Gara-gara Candaan di DahSyat, Apa Sudah Kelewatan?

MENURUT wartawan kami, iya. Berikut ini penjelasannya.

Lewat wawancara di sebuah acara infotainment, Minggu (23/10) pagi, Yuni Shara mengatakan salah satu penyebab hubungannya dengan Raffi Ahmad retak adalah karena candaan di acara musik dahSyat RCTI.

Raffi menjadi host tetap acara itu bersama Olga Syahputra dan host cewek yang berganti-ganti, Olla Ramlan, Jessica Iskandar, Ayu Dewi, dan sesekali Luna Maya. (Luna dulu jadi host tetap, tapi setelah kasus video mesum diberhentikan dan kini mulai kembali ke dahSyat)

Yuni merasa candaan di dahSyat soal dirinya pada Raffi oleh sesama host acara itu sudah kelewatan. “Mungkin teman-teman Raffi tidak pernah memikirkannya, tapi itu menyakiti saya,” kata Yuni. “Saya juga punya keluarga.” Yuni mengaku, ia dan Raffi sering ribut gara-gara candaan host dahSyat padanya.

Hal ini mengundang tanya, memangnya candaan di acara itu pada host sudah kelewatan, hingga objek yang jadi bahan olok-olok sampai ribut bahkan mengancam hubungan kasih mereka?

Wah, jika sampai begitu, menurut saya sih memang sudah kelewatan. Tapi, yang perlu dikaji lebih jauh lebih dahulu adalah ini: mengapa acara musik malah lebih sering jadi ajang saling olok, mengumbar rahasia pribadi para host-nya?Apa menjual panggung musik dan video klip saja tidak cukup?

Nyatanya, memang tidak cukup sekadar menjual aksi panggung musisi atau memutar video klip. Acara musik di TV sejatinya meminjam format siaran radio. Ada penyiar yang bicara di sela alunan musik. Seperti dikatakan seorang kawan di rubrik ini saat mengulas soal radio, “Penyiar sebagai ujung tombak punya peran vital ... Saya kadang mendengarkan radio dangdut, dan sering pindah saluran saat tiba giliran penyiar bicara. Seagresif apapun mengikuti perkembangan teknologi komunikasi, akan sia-sia kalau tak didukung program dan penyiar yang asyik.”

Seorang petinggi radio swasta pernah mengatakan saat saya belajar mata kuliah radio di perguruan tinggi. Katanya, yang dijual di radio sebetulnya bukan lagu, melainkan penyiar. Karena radio lebih punya sifat personal, penyiar seolah menjadi teman mengobrol bagi pendengarnya.

TV kemudian meminjam format ini. Presenter berfungsi menjadi kawan dari pemirsanya. Pada tahun 1990-an, misalnya, TV mengadopsi format acara radio bulat-bulat. Generasi yang tumbuh di era 1990-an pasti masih terkenang acara musik BMI (Bursa Musik Indonesia) di Anteve (kini ANTV) dengan Dado Farus, yang aslinya penyiar radio, mengantarkan video klip; atau juga Delta (Deretan Lagu Terbaik) di RCTI dengan format serupa. Bahkan, pernah pula, siaran radio Prambors sore hari yang dipandu Angga dan Irfan tak cuma bisa didengar di radio tapi juga tayang di TV—waktu itu tayang di Anteve, tapi umur acara ini sebentar.

Menginjak akhir 2000-an, saat musik pop kembali mendominasi, TV memaknainya lewat membuat acara musik. Maka, lahirlah Inbox (SCTV), dahSyat (RCTI), Klik (ANTV), Hip-hip Hura (SCTV), dan macam-macam lagi.

Di tengah persaingan antar acara musik, setiap program dituntut tampil beda untuk mengungguli acara yang lain. Nah, dahSyat mengambil ciri para host-nya berfungsi lebih dekat pada pemirsanya dengan saling umbar rahasia pribadi dan saling olok di antara mereka.

Ini memang membuat host dan pemirsa seolah tak berjarak. Kita seperti sedang melihat teman-teman kita saling olok di antara mereka dan kita ikut menertawainya. Padahal, sepatutnya kita mafhum, sekarang kitaa hidup di zaman yang disebut Goenawan Mohamad sebagai “zaman kemasan”. Seperti makanan kalengan, segala sesuatu sudah dikemas hingga tak jelas lagi bentuk aslinya. Sejatinya, saling olok dan canda hanyalah sebuah kemasan.

***

Maka, kita melihat berbagai materi olok-olok antar host dahSyat. Saat Luna masih di acara itu, ia jadi bahan olok-olok soal hubungan asmaranya dengan Ariel. Selepas Luna, sasaran tembak adalah Raffi yang menjalin cinta dengan Yuni Shara, wanita yang umurnya jauh lebih tua darinya. Olla Ramlan jadi bahan olok-olok soal kasus cerainya dan dikesankan Olla masih merindu mantan suaminya; sedang Ayu Dewi diolok-olok soal hubungan asamaranya yang kandas dengan Zumi Zola padahal sudah tunagan dan sebulan lagi menikah. Kalau Olga? Ah, sekarang ia “menjual” kabar punya hubungan asmara dengan Jessica Iskandar.

Atas nama demi meraih rating tinggi, para host dahSyat harus rela kehidupan pribadi mereka jadi bahan candaan dan olok-olok. Hal ini dianggap cara mudah agar host terasa lebih dekat pada pemirsanya. Mengolok-olok sesama host dipercaya bakal mengundang tawa pemirsa. Memang sih, lucu. Tapi apa para host itu, ataupun pengelola acaranya, tak pernah mempertimbangkan perasaan orang yang diolok-olok?

Mengacu ke Yuni Shara, saya bisa memahami bila ia keberatan terus-terusan diolok-olok soal hubungannya dengan Raffi. Kita tahu, hubungan cinta Yuni dan Raffi terbilang tak lazim. Selain Raffi yang jauh lebih muda, status janda Yuni dengan 2 anak menambah beban psikologis pada hubungan cinta mereka. Tak dapat dipungkiri, status janda masih mendapat stigma miring di masyarakat kita.

Patut disayangkan bila kemudian para pengolok tak memikirkan perasaan Raffi dan Yuni. Apalagi bila tujuannya semata demi rating dan unggul dari acara lain. Apa tak ada cara lain yang lebih elegan?

Selama puluhan tahun MTV bertahan tanpa VJ-nya saling olok. Bukankah format acara musik yang kita lihat di MTV pada 1990-an dulu tetap asyik tanpa Nadya Hutagalung, Sarah Sechan, Jamie Aditya, saling mengolok satu sama lain.

Ah, I want my MTV (or, at least, sort of)....

(ade/ade)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    15 %
    Tetap menjadi motivator
    360 respon
  2.  
    24 %
    Berhenti menjadi artis
    582 respon
  3.  
    51 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    1.260 respon
  4.  
    10 %
    Pindah ke luar negeri
    271 respon

Total Respon: 2.473
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft