Mon, 12 Sep 2011 19:20:30 GMT | By Editor Vallesca Souisa, tabloidbintang.com

Sonya Fatmala, Cinta Kuda dan Kelinci Membuatnya Semakin Terkenal

MINGGU (14/8) menjadi akhir perjalanan sinetron Antara Cinta dan Dusta (ACDD-Indosiar). Tidak hanya penggemar setianya yang merasa kehilangan chemistry Kudaci (Kuda dan Kelinci-red). Para pemainnya yang telanjur akrab pun ikut sedih, karena ACDD tutup buku di episode ke-203.


Sonya Fatmala, Cinta Kuda dan Kelinci Membuatnya Semakin Terkenal

MINGGU (14/8) menjadi akhir perjalanan sinetron Antara Cinta dan Dusta (ACDD-Indosiar). Tidak hanya penggemar setianya yang merasa kehilangan chemistry Kudaci (Kuda dan Kelinci-red). Para pemainnya yang telanjur akrab pun ikut sedih, karena ACDD tutup buku di episode ke-203.

Ekspresi ini terlihat kala Chelsea Olvia, Evan Sanders, dan Sonya Fatmala (pemeran Diandra-red) saat Ramadhan lalu berbuka puasa bersama di kantor MD Entertainment, produsen ACDD. Seolah mereka memanfaatkan momen itu sebagai farewell party alumni ACDD.

Penginnya sih melanjutkan lagi. Toh sang penulis masih menyisakan celah. Ada anak Atikah-Sultan, Tanti, yang di akhir episode tak kalah medok dan “preman” dengan Atikah. Sementara Naira (Irish Bella) dan Fahri (Fendy Chow) menjadi sepasang kekasih.

Diandra, adik Sultan yang diperankan Sonya Fatmala (17), akhirnya kembali ke pelukan cinta sejatinya, Nino, dan menikah lagi di London. Para pemain berharap, andai saja ada kisah ACDD. Apalagi Sonya, si bintang baru ini, merasa ACDD telah banyak membantu perjalanan kariernya.

“Sebenarnya saya sudah beberapa kali main di sinetron MD. Ini yang kedua kali saya main bareng Chelsea. Tapi ACDD memiliki banyak penggemar. Itu membuat orang semakin memperhatikan, oh, ini Sonya Fatmala,” ungkap Sonya.

Berkulit sawo matang, bebrdarah Belanda, gadis yang masih duduk di bangku SMA ini sudah lama wira-wiri di layar kaca. Bahkan ia memulai kiprahnya di dunia hiburan saat TK. “Waktu kecil lagi jalan bersama Mama ke mal, ada yang menawarkan fashion show,” ujar Sonya.

Menurut sang ibu, Maryati Sadaing, putri kecilnya itu punya bakat dan narsis. Diikutkanlah Sonya dalam fashion show itu.

“Kata Mama, waktu kecil saya sudah centil banget. Dari umur 3 atau 4 tahun sudah mencoba memakai high heels Mama, hahaha,” kenang gadis kelahiran 5 Januari 1994 ini.

Dari fashion show antarmal, Sonya mengantongi penghargaan. Menginjak SD, dia mulai menjajal sinetron. Namun karena ia masuk ke SD Al-Azhar yang terbilang ketat, kesempatan untuk syuting sedikit susah. “Akhirnya saya berhenti dulu. Kelas 2 SMP, baru mulai (syuting) lagi,” jelas Sonya.

Peran besar kali pertama diperolehnya lewat film Best Friend? (2007) yang dibintangi Nikita Willy dan Risty Tagor. “Mulai dari peran pembantu, lumayanlah. Waktu itu saya menjadi teman Arumi. Karena itu produksi MD, setelah film rampung saya dipanggil lagi untuk main di sinetron,” bilang Sonya.

Main bersama Chelsea Olivia di sinetron Chelsea, disambung Kasih dan Asmara.

“Di Kasih dan Asmara saya mulai mendapat peran utama. Dan ke depannya semakin lancar. Semua karena keyakinan yang saya tanamkan. Saya yakin pelan-pelan bisa menempati peran utama. Teman-teman, juga bilang: enggak apa-apa dari peran-peran kecil, dulu kita juga mulai dari bawah.”

Menjadi adik Sultan seperti menambah kecemerlangan karier Sonya. Beruntung karena sinetron ini menyedot penonton remaja.

“Dan enaknya, Diandra itu natural. Saya enggak sedih-sedih banget atau jutek. Ini seperti lebih dekat dengan diri saya saja,” jelas Sonya.

Respons, komentar selalu saja berdatangan melalui akun Twitternya. Selain kisah asmara Atikah-Sultan, jalinan cinta yang dikemas untuk karakter Diandra cukup membuat penonton penasaran.

“Orang penasaran, sebenarnya di antara saya dan Nino (diperankan Randy Kjaernett) ada rasa suka enggak sih? Mereka sering cekcok, berantem, tapi memiliki chemistry juga. Ketika Diandra-Nino benar-benar dekat dan sepertinya mulai merasa saling suka, enggak tahunya, Diandra diam-diam sudah punya anak dari pacarnya dulu di Australia. Lewat Twitter, penonton memberi komentar ini-itu. Mereka lebih suka saya bisa jadian dengan Nino,” ungkap Sonya.

Dari sepenggal plot itulah, ia merasa mendapatkan perubahan.

“Kalau lagi jalan di mal atau di mana, orang memanggil saya Diandra. Artinya porsi saya sebagai Diandra diperhatikan. Eh, enggak terasa, ACDD sudah selesai. Sedih banget. Kalau ingat syutingnya, kami benar-benar sudah seperti keluarga. Capek sih capek, tapi jadi enggak terasa karena kebersamaan.”

Segi positif selesainya ACDD, Sonya bisa kembali fokus pada sekolah, yang selama syuting berlangsung dijalaninya pontang-panting. Sembari kejar tayang, dia tetap bersekolah. Pulang sekolah, syuting hingga dini hari. Keesokan paginya kembali sekolah lagi. Begitu setiap hari.

“Jujur saja, aku kurang tidur,” akunya.

Apalagi dari pertengahan hingga akhir episode, ketika syutingnya benar-benar kejar tayang. Bisa selesai jam 2 atau 3 pagi.

“Kalau ada tugas, ya kerjakan di lokasi. Belajar juga mencicil sedikit demi sedikit di lokasi. Saat break menunggu giliran itu, saya membaca atau tidur, hahaha.”

Begitu sempitnya waktu, di kelas pun dia suka mencuri-curi waktu tidur.

“Kalau kebetulan enggak ada guru, sudah deh, pasti saya tidur di belakang,” ungkapnya.

Walau suka ketiduran atau mencuri-curi waktu tidur, Sonya pantang membolos. Lebih baik masuk, sekalipun harus melawan kantuk. Minimal ada pelajaran yang masih bisa diikuti. Ketimbang tidak masuk sama sekali, menurutnya, jadi tak tahu apa-apa. Lulus SMA tetap prioritas.

“Harus sukses dapat PMDK atau SMPTN,” ujarnya.

Jadi tidak ada kata cuti atau bolos sekolah.

ACDD tamat, mungkin bisa menjadi kesempatan menggenjot pelajaran yang tertinggal.

“Tapi pasti enggak lama juga. Karena akan ada produksi baru lagi. Lumayanlah, bisa menyeimbangkan diri sedikit. Sekolah, syuting, sekolah, syuting, teler juga. Saatnya mau ulangan, terbayang enggak? Belajar di lokasi dini hari, itu masih sambil menghafal skenario, hahaha. Pokoknya heboh, deh,” bilang penggemar Tom Cruise ini.

Mungkin itu yang namanya perjuangan, imbuhnya. Mudah-mudahan pendidikan mulus, karier pun berjalan mulus. Obsesinya, ingin bisa menjadi pemain watak untuk film-film layar lebar seperti senior-seniornya, Christine Hakim dan Meriam Bellina.

(val/gur)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    14 %
    Tetap menjadi motivator
    393 respon
  2.  
    24 %
    Berhenti menjadi artis
    647 respon
  3.  
    51 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    1.380 respon
  4.  
    11 %
    Pindah ke luar negeri
    302 respon

Total Respon: 2.722
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft