Thu, 21 Jul 2011 18:25:01 GMT | By Editor Vallesca Souisa, tabloidbintang.com

Christ Laurent, Nyaman dengan Peran Antagonis

COWOK yang satu ini selalu dikenal jahat dan arogan dalam peran-perannya. Debutnya sebagai Adit dalam Melati Untuk Marvel dari episode awal hingga episode ke-125, selalu saja bikin penonton membatin, “Kok ada ya, cowok sejahat itu? Benaran ada tuh cowok sejahat itu.”


Christ Laurent, Nyaman dengan Peran Antagonis

COWOK yang satu ini selalu dikenal jahat dan arogan dalam peran-perannya. Debutnya sebagai Adit dalam Melati Untuk Marvel dari episode awal hingga episode ke-125, selalu saja bikin penonton membatin, “Kok ada ya, cowok sejahat itu? Benaran ada tuh cowok sejahat itu.”

Ada! Begitu ujar Chris Laurent lantang. Bagi yang belum mengenalnya, pasti juga bakal punya persepsi kalau sosok Chris yang asli memang enggak jauh dari karakter-karakter yang diperankannya dalam sinetron selama ini -- sombong, nakal, dan cenderung tak acuh sama orang lain.

“Yang enggak kenal aku pasti bilang, aku ini arogan. Teman-temanku kalau lagi kesal suka bilang begini, ‘Kalau gue enggak kenal lo, gue yakin banget, malas berteman sama lo, gaya lo tengil’. Tapi kalau sudah kenal dekat, aku sebenarnya gokil,” ungkapnya.

Sejak awal mencicipi dunia akting, cowok kelahiran 15 April 1992 ini memang selalu dapat peran antagonis. Banyak yang bilang, wajahnya cocok untuk peran yang “ngeselin”. Tapi dirinya justru nyaman dengan keantagonisannya. Katanya, memerankan antagonis justru lebih cepat dikenal orang. Enggak takut dibenci orang?

“Enggak. Aku malah lebih nyaman memerankan antagonis. Kata teman-teman dan beberapa orang aku memang lebih bagus memerankan antagonis. Kalau jadi orang baik, malah diledek mereka. Katanya, enggak cocok. Dibilang agak mirip kepribadian asliku sih enggak. Tapi aku senang saja dengan tingkah laku yang sombong, sok, suka saja. Daripada disuruh menangis, susah, enggak enak,” papar penggemar Maliq n D'Essentials ini.

Putra bungsu pasangan Ilmansyah dan Imelda Novita ini memulai kiprahnya di dunia akting dari ajang pemilihan model yang diadakan oleh Bentuk Manajemen tahun 2007. Lolos sebagai model terfavorit dalam ajang tersebut, Chris bergabung dalam manajemen yang kini menaunginya. Mulailah Chris didorong untuk ikut kasting sana-sini. Saat itu dia masih SMP. Masih ingat, bagaimana dirinya mondar-mandir kasting. Gagal, coba lagi, gagal lagi, dan coba lagi.

“Cukup lama aku ikut kasting-kasting. Ada kali 4 bulan, baru dapat. Dari satu PH ke PH lainnya, coba sana, coba sini, sampai malas sendiri. Tapi aku ingat lagi angan-angan waktu kecil, pengin nongol di TV, kayaknya seru. Ya sudah, aku coba, jalani pelan-pelan. Akhirnya, pertama kali dapat di MD Entertainment, sinetron Suci, cuma 16 episode sih, tapi itu sudah berarti banget buat aku. Penantian berapa bulan tuh?” kenang Chris.

Dari Suci, Chris merambah ke Azizah, sinetron yang sempat menduduki top rating akhir 2007. Pelan tapi pasti, langkahnya berlanjut lagi ke Dia Bukan Cinderella, lagi-lagi kebagian peran pembantu yang jahat.

Pengalaman demi pengalaman mulai diserapnya, dari yang positif sampai yang enggak enak. Apalagi sebagai pemain baru, enggak luput merasakan menunggu 12 jam di lokasi syuting, mati gaya, tapi enggak bisa mengeluh. “Ya, siapa aku? Enggak dianggap juga. Pertama kali syuting, bete banget. Pikiranku, syuting enak nih. Pas sampai lokasi, bingung, kok enggak di-take juga. Dari jam dua belas siang, baru di-take jam 2 pagi. Sudah begitu yang diambil cuma satu scene. Aduh, itu dari SMS-an, telepon, main PS, tidur, bangun, makan, nonton, tidur, semua sudah dilakukan. Enggak tahunya, syutingnya sendiri cuma 10 menit, habis itu pulang.”

Kalau enggak ingat tujuan, dan kontrak, rasa-rasanya pengin langsung cabut saja dari lokasi. Tapi kembali lagi, kendati masih terbilang muda dan cenderung emosional, Chris enggak lupa kalau apa yang ditempuhnya itu sudah jadi pilihan hidup. Akhirnya, mau bete kayak apa juga dijalaninya pantang menyerah.

“Mau mengikuti emosi, sudah malas 'kali sejak lama, harus kasting-kasting, menunggu berjam-jam. Minta saja duit sama Mami-Papi juga bisa. Tapi kembali aku ingat, waktu kecil nonton TV suka banget melihat bintang-bintang film, pengin kayak mereka. Pas gede, aku terjun, aku tahu ini bukan sekedar impian lagi, tapi tujuan hidup aku. Mau enggak mau, kalau mau sampai tujuan, hambatan apa pun yang ditemui di jalan, harus bisa dilewati.”

Toh enggak sia-sia juga, kini job boleh dibilang terus mengalir. Terakhir dalam Melati Untuk Marvel, Pengagum Deddy Mizwar ini awalnya menjadi pria baik-baik yang mencintai Melati (Chelsea Olivia). Sayang pertunangannya dengan Melati putus. Sosok pemuda mandiri dan gentleman pun pelan-pelan jadi bergeser ke arah negatif lantaran sakit hati. Mulailah di episode pertengahan, Adit, tokoh yang diperankan Chris, berubah jahat.

“Aku awalnya memerankan Adit yang tinggal di Jakarta sendiri, orang tuanya di Amerika. Dia sangat mencintai Melati. Tapi begitu tunangan, putus. Melati dekat sama Marvel. Ini lama-lama yang bikin aku mau enggak mau jadi jahat. Namanya cinta, pasti kita berusaha mendapatkan apa yang kita cintai. Tanpa sadar, jadi mengarah ke hal-hal yang negatif. Cuma orang tetap bilang, aku lebih cocok memerankan bagian yang antagonis, ketimbang saat memerankan yang baik-baik.”

Sayangnya, di episode ke-125, tokoh ini dipulangkan ke Amerika, alias enggak ada lagi. Adit mencapai antiklimaksnya saat ia menyadari, mau berbuat sejahat apa pun, enggak akan ada gunanya, karena Melati memang sudah milik orang lain. Adit pun memilih untuk mengikhlaskan segalanya.

“Dalam kehidupan percintaanku yang sebenarnya, aku memang lebih baik mengalah, merelakannya. Ya, buat apa memaksakan kehendak supaya orang lain tetap mencintai kita. Kalau memang sudah enggak cinta, mau dipaksakan pakai cara apa juga susah. Bisa, tapi terpaksa juga enggak enak. Jadi lebih baik mengikhlaskan dan melanjutkan kehidupan sendiri,” ungkapnya.

Memangnya sudah merasakan cinta sampai sedalam itu? “Hahaha. Masih muda 'kali. Buat sekarang, pacaran nanti dulu deh. Ribet. Apalagi kalau kurang bisa mengerti profesi aku. Lagi enak-enaknya kerja, nanti diribetin cewek. Mending cari duit,” ujar Chris yang duduk di SMK Tunas Bhakti Sunter ini.

Di sekolah, Chris memang cenderung gokil. Dia mendeskripsikan dirinya sebagai cowok yang nakal, monster -- karena makannya banyak, kebo -- susah bangun pagi, makanya enggak jarang dihukum gara-gara suka telat, cuek, semaunya sendiri. Nah lho! Kok negatif semua?

“Makanya cewek malas kan dekat-dekat aku. Kalaupun dekat, harus tahan banting bercanda sama aku yang suka kelewatan. Hehehe.”

Tapi pastinya tahu dong suka sama cewek yang seperti apa?

“Jujur, bisa mengerti aku, khususnya pekerjaanku. Fisik nomor kesekian deh. Tapi aku suka yang matanya sipit.”

(val/gur)

Pernah dimuat di Tabloid Bintang Indonesia edisi 942, THN XIX, minggu keempat Mei 2009, halaman 20

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Film apa yang kalian tunggu di awal 2014?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    27 %
    Captain America 2 - 4 April 2014
    1.496 respon
  2.  
    32 %
    Amazing Spider-Man 2 - 2 Mei 2014
    1.758 respon
  3.  
    13 %
    Godzilla - 16 Mei 2014
    690 respon
  4.  
    28 %
    X-Men: Days of Future Past - 23 Mei 2014
    1.559 respon

Total Respon: 5.503
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft