Sat, 09 Jun 2012 18:46:50 GMT | By Editor Wayan Diananto, tabloidbintang.com

Ihsan Tarore Mendirikan Kerajaan Sayur, Buah, dan Tanaman Obat

Di rumahnya, Ihsan Tarore menanam aneka sayuran, buah juga tanaman obat


Ihsan Tarore Mendirikan Kerajaan Sayur, Buah, dan Tanaman Obat

Ihsan Tarore (22), juara Indonesian Idol musim ketiga ini, membagi lahan dua hektar miliknya menjadi dua. Satu hektar untuk membangun tiga rumah tinggal dan satu rumah kontrakan. Selebihnya, untuk ruang hijau terbuka.

Bukan ruang hijau terbuka biasa. Di sana, ada tanaman buah, sayur, dan toga (tanaman obat keluarga-red). Ihsan menetap di Kramat Jati, Jakarta Timur. Sejak awal, ia dan manajer, Daniel Madita, telanjur nyaman tinggal di sana. Suasana rumah Ihsan serasa bukan di Jakarta.

“Dulu ketika di Medan, saya bertani. Saya bilang kepada manajer, kangen ingin menanam lagi. Mumpung ada lahan kosong, saya manfaatkan itu untuk menanam pohon,” ucap Ihsan Selasa (29/5). Ruang hijau milik bintang sinetron Melody ini ibarat ladang terbuka. Ibu-ibu penggerak PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) yang mau menyumbang pohon, ikut merawat, atau ingin memetik, dipersilakan. Ihsan memulai gerakan go green dengan menanam sirih merah, srikaya, dan jeruk bali.

Setelah itu, koleksi toga Ihsan sekarang mencapai seratusan jenis. Sekilas, tanaman ini seperti rumput dan semak liar. “Salah satu karakter tanaman obat, kalau dipindah tempatnya, akan layu lalu mati. Kalau benihnya tumbuh di tempat tertentu, biarin aja,” Ihsan menukas. Sukses mengembangkan toga, ia mendatangkan benih sayur. Daun seledri, sawi, kol, kangkung, terung, cabai, dan tomat hanya beberapa nama yang bisa disebut. Ihsan tidak perlu belanja jika ingin memasak sayur.

Itu belum termasuk koleksi tanaman bumbu dapur seperti kunyit putih (efektif untuk mencegah kanker rahim), kunyit biasa (untuk mencegah masuk angin), petai cina, dan lain-lain. Semua tanaman di kebun dilengkapi papan kayu berisi keterangan nama pohon, nama Latin, dan khasiat.

Keterangan nama, nama Latin, dan khasiat juga ditempel di batang pohon jambu, rambutan, pisang, belimbing, kelengkeng, delima, sirsak, jeruk pontianak, jeruk bali, mangga, kelapa, avokad, dan sukun. “Sukun itu buah favorit saya. Kalau berbuah, saya pasti simpan. Saya suka sekali sukun digoreng. Rasanya enak banget!” serunya.

Tahun ini, Ihsan mulai memisahkan tanaman menurut jenis dan kategorinya. Tanaman toga ditempatkan di lahan seberang jalan. Sementara tanaman obat yang ringkih dibiarkan tersebar. Area depan rumah dan samping kiri dijadikan kerajaan sayur dan buah. Di situ pula, ada rumah pengolahan kompos. Ya, Ihsan dan rekan-rekannya mengolah pupuk kompos sendiri.

Bahan baku produksi kompos di kediaman Ihsan didapat dari sampah-sampah yang dihasilkan tetangga sekitar. Mayoritas penduduk Kramat Jati adalah pengupas bawang. Kulit bawang tak dibuang begitu saja, melainkan disumbangkan kepada Ihsan. Kulit bawang diendapkan, difermentasi dengan air sisa cucian beras. Air bekas membilas beras bermanfaat mengurangi bau busuk kulit bawang. Setelah itu, kulit bawang ditumbuk, dijemur, lalu digiling menjadi pupuk.

(wyn/adm)

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apa solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan hidup Marshanda?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    14 %
    Tetap menjadi motivator
    612 respon
  2.  
    23 %
    Berhenti menjadi artis
    1.029 respon
  3.  
    52 %
    Berobat ke Rumah Sakit
    2.319 respon
  4.  
    11 %
    Pindah ke luar negeri
    541 respon

Total Respon: 4.501
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft