BeritaSatu Logo
Updated: Thu, 20 Sep 2012 08:09:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal budaya

Menbud Malaysia: Kami Tidak Mengklaim Tor-tor Mandailing



Berita Satu

BERITASATU.COM - Masyarakat Mandailing sudah bermigrasi ke Malaysia sejak 1920. Bersamaan dengan migrasi tersebut, budaya asli mereka masih melekat

[YOGYAKARTA] Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Dato Seri Utama Dr Rais Yatim, menegaskan pemerintah Malaysia tidak ingin mengklaim budaya-budaya asal Indonesia. Perseteruan yang akhir-akhir ini muncul akibat media promo pemerintah Malaysia memang lantas memicu perdebatan antar negara serumpun tersebut.

Rais Yatim yang mengaku juga keturunan Minang tersebut menyatakan, masyarakat Mandailing sudah bermigrasi ke Malaysia sejak 1920. Bersamaan dengan migrasi tersebut, budaya asli mereka masih melekat. Demikian juga dengan kesenian Kuda Kepang di Johor, kesenian tersebut selalu dipentaskan saat acara-acara perkumpulan masyarakat Jawa di sana. Dengan demikian menurutnya, masyarakat Malaysia sendirilah yang sesungguhnya ingin agar kesenian tersebut muncul dan diakui Pemerintah Malaysia.

“Kami sungguh tidak ingin menyerobot kesenian tradisional Indonesia sebagai kesenian kami. Pemerintah Malaysia semata-mata mengakui bahwa bentuk-bentuk kesenian itu ada di negeri kami dan mendapat perlindungan. Kita negara serumpun dan proses migrasi itu paling tidak menjadi awal dari kolaborasi kebudayaan,” tegasnya, usai mengikuti pertemuan Menteri-menteri Kebudayaan Asia-Eropa di Yogyakarta, hari ini.

Rais Yatim juga yakin bahwasannya dua bangsa, Indonesia dan Malaysia, mampu bersinergis dengan lebih baik termasuk pertukaran informasi kebudayaan dan pendidikan.

“Kami sangat berharap bahwa Malaysia-Indonesia saling mengenal lebih akrab, sehingga terjalin sinergitas yang kuat. Terjadinya kesalahpahaman informasi yang disebabkan pemberitaan yang kurang detail dan akurat bisa dihindari," katanya.

Rais Yatim pun mengatakan, kedepan pihaknya menginginkan adanya pertukaran mahasiswa, wartawan dan budayawan. “Khusus untuk wartawan, kami ingin wartawan Indonesia memotret secara langsung keberadaan masyarakat Indonesia di sana secara lebih berimbang. Jika selama ini yang muncul hanya kasus kekerasan, kami memohon agar kisah-kisah humanis juga dimunculkan. Sebab kasus kekerasan itu tidak sebanding dengan apa yang sudah dikontribusikan Malaysia kepada masyarakat migrasi,” ujarnya.

Jumlah warga negara Malaysia yang tinggal di Indonesia cukup banyak, begitu pula sebaliknya. Keberadaan mereka itu sebetulnya bisa menjadi sarana yang cukup efektif untuk mempererat hubungan diantara kedua negara.

Diketahui, tarian Tor-tor milik suku Mandailing memang didaftarkan sebagai warisan nasional dalam Seksyen 67 Akta Warisan kebangsaan 2005 Malaysia. Namun Rais Yatim menegaskan bahwa Tor-tor tetap milik milik Suku Mandailing.

“Masyarakat Mandailing sendirilah yang menginginkan kesenian mereka diakui Pemerintah Malaysia dan mendaftarkannya secara swadaya. Dengan kenyataan ini, maka kami berharap masyarakat Indonesia tidak berpsekulasi bahwa Malaysia ingin men-caplok kesenian Indonesia,” tegasnya.

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apakah Camelia Malik dan Harry Capri Pantas Bercerai?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    56 %
    Ya
    10.992 respon
  2.  
    44 %
    Tidak
    8.905 respon

Total Respon: 20.302
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...

berita selebriti

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft