BeritaSatu Logo
Updated: Mon, 17 Sep 2012 12:09:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal hiburan-features

Kronometrofilia Tidak Mengotak-kotakkan Jenis Arloji



Berita Satu

BERITASATU.COM - Komunitas ini didirikan khusus hanya untuk para pecinta arloji orisinil.

Semenjak diciptakan pertama kali sekitar abad ke-15, arloji yang memiliki fungsi sebagai penanda waktu telah mengalami evolusi, khususnya dari sisi estetika.

Pertama kali diciptakan dalam bentuk jam kantong, hingga saat ini arloji telah diciptakan dengan berbagai bentuk dan segala keistimewaannya masing-masing.

Ragam bentuk dan keistimewaan tiap arloji itulah yang kemudian menimbulkan minat pada orang-orang tertentu untuk mengumpulkan dan mengoleksinya daripada hanya sekedar mengenakan dan mempergunakan fungsinya sebagai penunjuk waktu.

Di Indonesia sendiri, para pecinta arloji yang gemar mengumpulkan dan mengoleksi ragam arloji unik dan langka mungkin tidak terlalu banyak. Tapi perlahan dengan adanya media internet yang dapat memberikan banyak informasi dan menghubungkan orang-orang tersebut, kini mulai banyak komunitas pecinta arloji yang didirikan, Kronometrofilia misalnya.

Komunitas ini awalnya didirikan dalam bentuk milis di tahun 2005 dengan Hendra Kusuma sebagai penggagasnya. Berdiri dengan nama awal arloji antik dengan jumlah anggota yang hanya sekitar 20 orang, komunitas tersebut akhirnya sepakat untuk merubah namanya menjadi Kronometrofilia di tahun 2009 supaya tidak terlalu spesifik, dan tiap pecinta arloji dalam bentuk jam weker, kantung, digital, jam dinding, dan segala macam bentuk jam bisa bergabung.

"Komunitasnya sangat cair. Kita disatukan milis. Anggotanya bebas dan macam-macam. Anda suka arloji antik, swiss, jepang, g-shock, jam weker silakan masuk," kata Antono Purnomo sebagai salah satu anggota Kronometrofilia saat ditemui di acara gathering pecinta arloji di kawasan Sudirman belum lama ini.

Kini dengan jumlah anggota sekitar 800 orang yang terdaftar di milis resmi Kronometrofilia di kronometrofilia@yahoo.com dijelaskan Anton bahwa mereka bisa saling bertukar informasi mengenai spesifik peminatan jam antar anggota, atau bahkan bisa jual beli dan bertukar jam dengan sesama anggota.

"Karena latar belakang kesukaan (jam atau arloji) yang bebeda-beda ini kita mau nanya jam apa aja pasti ada yang jawab. Soal akurasi atau tidak itu soal komunitas, nanti dibantu juga sama teman-teman yang lain. Kita bentuk komunitas yang knowledgenya luas," terang Anton.

"Kita juga bagi-bagi info dan pengalaman tentang jam-jam lama seperti tahun 1918 atau 1930-an. Disitu kita tukar informasi tentang jam-jam tersebut. Kita juga berbagi ke luar negeri yang punya pengetahuan lebih luas dari kita," sambungnya.

Namun komunitas ini didirikan khusus hanya untuk para pecinta arloji orisinil (asli) dan bukan dalam bentuk tiruan atau yang biasa disebut KW.

"Kita menghargai paten dan hak cipta," tegas Anton.

Salah seorang anggota lainnya yang ditemui di kesempatan yang sama, yaitu Rudi yang memiliki spesifik hobi mengumpulkan arloji buatan Rusia ini mengaku sangat diuntungkan dengan didirikannya komunitas Kronometrofilia.

Rudi mengaku senang mengumpulkan arloji buatan Rusia karena nilai sejarah yang terdapat pada arloji tersebut sangat tinggi.

"Jam Rusia itu selalu dihubungi dengan militer atau peringatan sesuatu. Misal perang dingin, kan selesainya Bush ketemu Gorbachev di Malta. Itu Slava keluarin jam yang memperingati konferensi itu," jelas Rudy.

Lelaki yang mulai mengoleksi arloji Rusia sejak tahun 2008 dan kini sudah memiliki lebih dari 30 arloji itu mengaku senang bergabung dengan komunitas ini karena bertemu dengan banyak orang dan menambah teman.

"Kita ngobrol-ngobrol, ketemu sebulan sekali. Kalau dari sisi jamnya bisa dapat informasi. Tapi lebih ke nambah teman, soal jam nomor dua," ungkapnya.

Komunitas Kronometrofilia sendiri secara rutin selalu mengadakan pertemuan dengan para anggotanya yang berada di Bandung dan Jakarta setiap tiga bulan sekali dengan diberi tema 'Kongkow Arloji'.

Dengan perkumpulan dan pertemuan itu nantinya diharapkan seluruh penggemar jam tangan dan jam lain di Indonesia dapat mencegah jam-jam antik dan unik yang ada di Indonesia ke luar wilayah tanah air.

"Di Indonesia, Kita bisa ketemu jam-jam aneh dan ajaib yang orang luar negeri bilang keren bisa ketemu di sini. Saya khawarir jam-jam antik kalau enggak ada komunitas seperti ini nanti bisa habis karena enggak punya pengetahuan tentang itu," kata Anton.

Oleh karena itu dalam komunitas ini, semua pecinta arloji dan jam bentuk apapun boleh masuk dan tidak dikotak-kotakkan.

"Ini semacam muaranya saja," pungkas Anton.

Nah, bila Anda memiliki hobi dan minat serupa tak ada salahnya untuk sekedar ikut bergabung dengan milis atau bahkan melakukan pertemuan langsung dengan para pecinta arloji tersebut untuk berbagi pengetahuan atau sekedar menambah teman.

0Komentar

Iklan

poling hiburan

Apakah Camelia Malik dan Harry Capri Pantas Bercerai?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Lihat Hasil

  1.  
    56 %
    Ya
    10.915 respon
  2.  
    44 %
    Tidak
    8.744 respon

Total Respon: 20.064
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video hiburan

lainnya...

berita selebriti

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft