MASKARA Mantap Rilis 'Teman Berbagi'

Setelah sukses dikenal dengan single 'BOY' yang up-beat, kelompok vokal MASKARA merasa perlu menyambung kedekatan dengan penggemarnya lewat single baru, 'TEMAN BERBAGI'. Lagu ini menjadi kosakata baru yang bercerita soal kedekatan, cinta dan persahabatan.
Ada yang berbeda dari Adon, Cincai, Shana dan Flo. Empat perempuan yang biasanya jejingkrakan dengan lagu cepat, kini menahan diri di single terbarunya yang lebih lambat. Kalau selama ini, ada yang mempertanyakan apakah kelompok vokal ini bisa menyanyi dengan benar, inilah jawaban dari keraguan itu.
"Pada dasarnya kita memang penyanyi. Jadi ketika dapat tantangan baru untuk menyanyikan lagu yang berbeda, Maskara senang sekali," kata Shana mewakili kawan-kawannya.
Single 'Teman Berbagi' ini memang berbeda dengan single sebelumnya. Selain temponya lebih lambat, lebih menonjolkan karakter dan harmonisasi vokal personil Maskara. Lagu ciptaan Bemby Noor ini bercerita soal pasangan yang harusnya itu bisa saling melengkapi.
Tapi kalau disimak lebih dalam, lagu ini tak melulu bicara soal hubungan cowok dan cewek saja, tapi lebih luas bahwa Maskara bisa menjadi tempat curhat, berbagi dan bercerita, khususnya untuk Maskaraku (sebutan untuk fans Maskara). Selipan nge-rap ringan oleh Shana dan Cincai membuat lagu ini, terasa intim dan personal.
Tantangan terberat dari lagu yang proses rekamannya hanya dilakukan 2 hari di studio ini, adalah menemukan emosi lagu. "Selain emosi, vokal juga makin teknikal karena benar-benar menguatkan sisi harmoninya," tambah Cincai. Maskara juga yakin, lagu 'Teman Berbagi' ini akan menjadi sing a long ketika dibawakan. Selain liriknya mudah diingat, tempo lagunya juga tak terlalu sulit untuk diikuti.
"Meski lambat, tapi ini bukan lagu menye-menye ya. Lagu ini lagu yang bersahabat," celetuk Adon.
Meski kemudian terjadi perubahan pada gaya menyanyi, Maskara tak melupakan keindahan gerak dance yang juga mereka kuasai. Menurut Maskara, aka nada perubahan konsep nge-dance yang mereka bawakan di atas panggung.
"Kita akan menyesuaikan koreografinya dengan lagu. Yang jelas, Maskara tetap menonjolkan juga sisi dance dan fashion yang tidak biasa," imbuh Flo.
Awalnya urusan vokal belum jadi skala prioritas Maskara, tapi lebih kepada koreografi yang apik. Tapi tuntutan industri tak cukup disitu, karena Maskara juga diminta kudu bisa menyanyi dengan benar. Maskara kemudian mengadopsi musik dance-pop sebagai dasar dari karya-karyanya. Tapi jangan kaget, kalau mendengar beat-beat R&B cukup kental juga, karena disadari atau tidak, genre itu adalah nadi mereka dalam bermusik. Single pertama membuktikan, grup ini punya potensi apik. Terbukti, jadwal manggung di televisi terhitung padat.
Kini, metamorfosa Maskara terlihat makin jelas. Sinergi antara kualitas dengan harmonisasi vokal, gerak tari yang apik dan fashion yang unik. Koreografi yang bagus dengan vokal yang tidak mengecewakan, pastinya akan membuat perbedaan dengan grup lainnya.
Berita Lainnya
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- FOTO: Kucing Dicalonkan Jadi Wali Kota
- Kostum Tenis Seksi Pippa Middleton
- Banjir Besar di India
- Pemain PSMS: Kemana Lagi Kami Harus Mengadu?
- Kala Gajah Bermain Bola
- Selebriti yang Meraih Gelar Pendidikan
- 10 Tanda Hubungan Anda Adalah "Pelarian"
- Sumber Energi Yang Eksotik
- Mencintai Buah Hati dari Balik Jeruji
- Yang Menakjubkan dari BMW X6
- Kemegahan Masjid Agung Sheikh Zayed
- Daging Babi Dapat Sebabkan Alzheimer
- Game-game Kejutan di E3
- 50 Pemain Terbaik di Eropa
- Orang Ajaib di Dalam Lift
Iklan
poling hiburan
berita selebriti
Maudy membisikkan sesuatu ke telinga Afgan, membuat pelantun Pesan Cinta itu tersipu.

DI usianya yang ke-27 tahun, Mey Chan, salah satu personel Duo Maia sudah berpikir matang untuk mengakhiri masa lajang.

TERSIAR kabar bahwa Angel, salah satu personel 7icons akan segera mengakhiri masa lajangnya setelah menjalin hubungan spesial dengan Rian, personel Duo Arka.

Rachma belum mengetahui pasti siapa yang menghembuskan isu Didi bawa pistol. Yang pasti dia merasa sangat dirugikan.

Rangga, nama pria 20 tahunan itu, harus dipapah oleh dua orang untuk menuju ruang pertemuan, karena masih mengalami cidera di kakinya.

Didi memastikan bahwa dirinya tidak pernah memiliki senjata api. Apalagi sampai mempertontonkannya di depan umum.







